Jamie... ayo bangun. Hari sudah siang dan kamu harus segera pergi ke sekolah,” teriak Ayah membangunkan Jamie, putranya. “Aku tidak mau bangun. Aku masih mengantuk,” balas Jamie dari balik pintu kamarnya. “Jamie, kamu harus cepat-cepat bangun dan pergi ke sekolah,” kata ayahnya lagi. “Tidak mau. Aku tidak mau ke sekolah. Aku benci sekolah,” teriak Jamie. “Jamie, kamu harus cepat bangun dan pergi ke sekolah sekarang juga, karena ada tiga alasan kenapa kamu harus pergi ke sekolah. Pertama, karena hari sudah siang dan anak-anak di sekolah sudah menunggumu. Kedua, karena pergi ke sekolah adalah kewajibanmu, dan kamu harus ke sekolah sekarang juga. Ketiga, karena umurmu sudah empat puluh tahun, dan kamu adalah kepala sekolah.” Petikan ilustrasi karya Anthony De Mello ini begitu jujur menggambarkan bahwa seringkali kita pun bersikap seperti Jamie. Kekanakkanakan dan suka lupa diri. Kita sering lupa bahwa Allah sudah menentukan kita untuk menjadi saksi-Nya. Kita sering lupa akan tugas panggilan kita sebagai pengikut Kristus. Kita sering bersikap seenaknya, dan hidup kita tidak menjadi teladan bagi orang lain. Sebagai siswa Kristen. Kita tidak menunjukkan teladan kita sebagai seorang siswa pengikut Kristus. Kita masih suka menyontek saat ulangan. Masih suka bertengkar dan mengolok-olok tentang hal yang tidak pantas terhadap teman kita. Kita juga masih sering melawan orangtua kita. Sebagai guru Kristen, Kita tidak menjadi guru yang sungguh sungguh memberi teladan Kristus. Kita seringkali mengajar asal-asalan, tanpa persiapan, sehingga apa yang kita ajarkan justru menyesatkan murid. Sebagai orangtua Kristen, kita tidak menjadi orangtua yang memberikan teladan Kristus bagi anak-anak kita. Kita seringkali menyakiti dan memarahi anak-anak kita tanpa alasan yang jelas. Kita seringkali memaksakan kehendak kita kepada anak. Sudah saatnya kita terbangun dan berhenti bersikap kekanak-kanakan. Ingatlah, Allah menuntut kedewasaan iman kita. Ia mau hidup kita jadi teladan bagi orang lain. Ingatlah apa yang dikatakan firman Tuhan dalam Kolose 2:6-7, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Itu sebabnya kita harus menjaga hidup kita, sebagaimana yang diinginkan-Nya, karena Allah mau iman kita bertumbuh dan berakar kuat di dalam Kristus. Agar kita tidak dapat digoyahkan lagi, dan menjadi teladan bagi sekeliling kita. Amin
|