Avada Wordpress theme nulled

Kegiatan Berkebun Bagi Anak Usia Dini

Home/Parenting/Kegiatan Berkebun Bagi Anak Usia Dini

Kegiatan Berkebun Bagi Anak Usia Dini

Berkebun dalam arti sempit yaitu menanam dikebun. Kebun dalam pengertian di Indonesia adalah sebidang lahan, biasanya ditempat terbuka yang mendapat perlakuan tertentu oleh manusia, khususnya sebagai tempat tumbuh tanaman.

Kata kebun juga dipakai untuk menyebut pekarangan dan tanaman. kebun dapat merupakan suatu pekarangan, namn tidak selalu demikian. Keseluruhan atau sebagian kebun dapat ditata menjadi taman.

Tujuan berkebun bagi anak diantaranya yaitu :

  1. Mengembangkan kreativitas anak
  2. Mengembangkan kesadaran anak akan manfaat berkebun
  3. Mengembangkan rasa tanggung jawab untuk memlihara apa yang ditanamnya
  4. Menanamkan perasaan keindahan / estetika
  5. Mengenalkan sebanyak-banyaknya hasil ciptaan Allah

 

Manfaat Berkebun

Berkebun adalah sarana yang sangat baik untuk mengasah kepekaan dan kecintaan anak terhadap lingkungan hidup, karena ia akan mengamati secara langsung cara kerja alam.

Beberapa manfaat berkebun bagi anak-anak, yaitu :

  1. Ilmu Sains

Misalnya anak diminta melakukan eksplorasi dan pengamatan melalui praktik menanam biji-bijian. Dalam penanaman, anak-anak diajarkan secara tidak langsung keajaiban ilmu pengetahuan seperti siklus hidup tanaman dan bagaimana intervensi manusia dalam upaya pemeliharaannya. Ini merupakan pengalaman baru dan menyenangkan bagi anak-anak.

  1. Kehidupan

Menanam benih dan melihat benih tumbuh adalah salah satu hal yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan, terutama jika yang ditanam adalah tumbuhan yang bisa dimakan, selain lebih sehat juga akan memberikan kepuasan tersendiri bagi jiwa. Pada saatnya anak-anak akan belajar mencintai tanaman mereka dan menghargai kehidupan didalamnya.

Kebutuhan untuk hidup akan ditekankan kepada anak-anak dengan bantuan berkebun seperti air, sinar matahari, udara dan tanah. Kebutuhan mereka dengan mudah dapat berhubungan dengan kebutuhan manusia, yaitu air, tempat berlindung, udara dan makanan. Dengan hanya menyiangi rumput yang tumbuh di sekitar tanaman, kita bisa menjelaskan bagaimana pengaruh buruk harus dihindari untuk dapat menjalani hidup dengan lancar.

Memberi kesempatan pada anak untuk bermain dan mengeksplorasi di kebun, berarti membukakannya pintu lebih lebar terhadap dunia. Namun, ini juga berarti memberi kesempatan kepadanya untuk berani dan siap menghadapi kehidupan. Tidak semua tanaman akan sukses menghasilkan bunga. Bila gagal mereka bisa belajar proses mana yang kurang tepat sehingga hasilnya bisa lebih baik. Kegagalan menanam misalnya benih tanaman tidak tumbuh atau mati terserang hama atau penyakit merupakan proses belajar bagi anak untuk menerima kenyataan bahwa hidup ini tidak selalu berhasil dan berjalan lancar. Banyak rintangan yang akan dilalui.

  1. Panca Indera

Berkebun menjadi kesempatan untuk mengembankan indera anak. Indera penglihatan dengan memperhatiakn dan melihat berbagai warna dan bentuk tanaman, indera penciuman untuk membedakan aroma beragam bunga, indera peraba dengan merasakan berbagai tekstur daun, tanah hingga biji, indera pendengaran dengan mendengar suara serangga, desir angin dan dedauna, dan jika kebetulan ada tanaman buah atau sayuran maka anak juga bisa belajar tentang berbagai rasa.

  1. Perkembangan Motorik

Banyak kegiatan dikebun yang dapat dilakukan untuk membantu perkembangan motoriknya. Misalnya, ketika anak memetik buah atau bunga, dan mengumpulkan daun kering, maka ini merupakan rangsangan baginya untuk menggerakkan jari dan tangannya serta kakinya yang akan membantu perkembangan motoriknya.

  1. Relaksasi

Studi menunjukkan bahwa berkebun dapat mengurangi stress karena efek menenagkan. Hal ini berlaku untuk semua kelompok umur. Terlebih lagi, merangsang semua panca indera.

  1. Suka Sayur

Bagi anak-anak yang sulit makan sayur, berkebun adalah cara yang baik untuk memperkenalkan darimana datangnya sayur. Siapa tahu setelah menanam, merawat dan memanen sendiri sayurannya, anak akan menjadai senang menyantap sayur mayurnya. pastikan juga agar mereka memakan sayuran yang mereka tanam sebelum berubah menjadi tua dan layu. Memakan sayuran yang masih segar dan langsung dari kebun lebih baik karena kita dapat memastikan dan memantau kebersihannya.

Selain itu, aktivitas ini dapat membuat anak merasa bangga karena mereka sendiri yang telah menanam sayuran yang mereka makan.

  1. Jiwa Kewirausahaan

Menumbuhkan sikap / jiwa kewirausahaan pada diri anak memerlukan latihan bertahap. Hal ini dapat diwujudkan salah satunya melalui kegiatan berkebun.

Beberapa sikap / jiwa kewirausahaan yang perlu di tanam pada anak sejak dini, yaitu :

a. Percaya Diri

Anak akan merasa dipercaya dengan kebebasannya berkebun tanpa takut dilarang karena kotor

b. Tanggung Jawab

Dengan menyiram dan merawat tanaman, anak dilatih untuk bertanggung jawab dan melatih kepeduliannya terhadap alam / lingkungan hijau.

c. Kemandirian dan Kedisiplinan

Dengan Kemandirian dan Kedisiplinan, anak dapat diandalkan untuk bisa memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Ketika melepas anak-anak untuk mengolah tanah sendiri, menanam benih hingga menyiramnya secara teratur dapat membreikan pengalaman untuk mengerjakan sendiri dan menyadari bahwa tanaman butuh disiram secara teratur. Jika tanaman tidak teratur memperoleh air maka tanaman bisa mati.

d. Ketekunan dan Kesabaran

Kegiatan berkebun dapat melatih ketekunan dan kesabaran anak, misalnya ketika menunggu tanamannya tumbuh, berkembang dan tiba saatnya panen.

e. Kreativitas

Kreativitas perlu dikembangkan sejak dini. Pengembangan ketivitas akan membuat anak mampu menciptakan hal-hal baru. Kreativitas inilah modal dasar untuk menjadi enterpreneur. Anak bebas memilih tanaman apa yang akan ditanamnya.

By : Pak Bambs (Kepsek SD SKK 3)

By |October 11th, 2018|Parenting|Comments Off on Kegiatan Berkebun Bagi Anak Usia Dini

About the Author:

Sekolah Kristen Ketapang "Setiap anak berharga di mata Tuhan"