Manfaat Berkebun Bagi Anak Usia Dini – KB-TK SKK III

Manfaat Berkebun Bagi Anak Usia Dini

KB-TK Sekolah Kristen Ketapang III

Saat anak belajar mencintai lingkungan, artinya orang tua membangun rasa hormat pada alam, menjaga lingkungan dan tidak berperilaku merusak alam di kemudian hari.

Demikian menurut Yohanes Heri Widodo, M.Psi, psikolog dari Universitas Sanata Dharma seperti dikutip Liputan6.

Para orang tua di era milenial memiliki tantangan untuk memperkenalkan kecintaan terhadap lingkungan. Sebab, aktivitas anak lebih banyak dihabiskan di dalam ruangan. Namun, hal tersebut seharusnya tak menjadi hambatan untuk menanamkan kepada anak pentingnya mencintai lingkungan.

Layaknya orang tua yang baik, langkah awal sebaiknya dimulai dengan memberikan contoh. Misal, dengan membuang sampah pada tempatnya, memelihara tanaman, atau menggunakan kembali barang bekas yang masih bisa dipakai.

Contoh berperan penting, sebab anak adalah peniru ulung. Mereka dengan mudah akan melakukan apa yang mereka lihat.

Meski terkesan kotor, riset membuktikan bahwa aktivitas berkebun berdampak baik bagi anak. Selain mengajarkan mencintai alam, aktivitas luar ruangan seperti ini juga bagus untuk perkembangan fisik maupun mental anak.

Seperti termuat dalam jurnal HortTechnology, riset pada 2007 membuktikan bahwa berkebun memacu aktivitas fisik anak sekaligus meningkatkan kesehatan.
Berkebun juga mendorong anak menjadi lebih aktif.

Penelitian yang dilakukan di Korea Selatan tersebut melibatkan 17 anak. Pada prosesnya, mereka diminta menyelesaikan 10 tugas berkebun, mulai dari menggali, menyangkul, menyiangi, menanam, menabur bibit, hingga menyangkok.
Untuk setiap tugas, anak-anak ini diberi waktu lima menit mengerjakan lalu istirarahat dengan waktu yang sama, kemudian diukur denyut nadi dan kondisi fisiknya. Hasil penelitian menunjukkan, kesepuluh tugas berkebun itu merupakan aktivitas fisik laiknya olahraga.

Menggali dinilai sebagai aktivitas paling melelahkan dibandingkan tugas lain dalam riset. Adapun tugas seperti menyiangi, menabur bibit, mengairi, dan menyangkok, masuk kategori aktivitas berintensitas moderat.

Para peneliti mengatakan, hasil studi ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan pelatihan perkembangan anak berbasis kebun. Berkebun juga bisa diterapkan sebagai terapi bagi anak-anak dengan kemampuan fisik terbatas.

Selain itu, berikut ini beberapa manfaat positif aktivitas berkebun bagi anak :

  1. Menumbuhkan kecintaan Anak terhadap alam dengan mengenal tanaman dan hewan di sekitar rumah.  Lewat  itu,  akan tumbuh rasa empatinya kepada semua makhluk. Anak bisa belajar pentingnya menyayangi tanaman hingga mengetahui cacing yang kecil pun bisa begitu bermanfaat.
  2. Membuatnya   bergerak  lebih aktif. Maka, libatkan Anak membantu meletakkan biji dan  menyiram tanaman. Saat bergerak aktif di luar, anak juga akan mendapat asupan vitamin D dari matahari untuk memaksimalkan pertumbuhan fisiknya.
  3. Belajar memahami proses pertumbuhan. Anak bisa melihat bukti, jika pohon yang kurang “minum” atau “makan” akan tumbuh layu. Dengan itu, orangtua bisa mengajarkan anak bahwa tubuh pun memerlukan makanan dan minuman yang cukup untuk tumbuh besar.
  4. Anak juga bisa mengetahui proses menanam, memelihara, memetik dan memasaknya menjadi hidangan lezat di meja makan. Itu semua akan mengasah berbagai keterampilan dan memberinya pengalaman yang menyenangkan. Apalagi jika anak diberi kebebasan untuk memilih tanaman sendiri.
  5. Dengan menanam di kebun sendiri, orangtua otomatis bisa belajar untuk berkebun dengan benar agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Selain itu orangtua pun bisa akan menjamin bahwa tanaman aman dikonsumsi. Karena, tumbuh tanpa pestisida. Sebaiknya, pilih buah-buahan dan sayuran yang mudah ditanam, cepat tumbuh, dan dipanen.

 

Sumber :

http://www.rumahtumbuhdaycare.com/manfaat-berkebun-bagi-anak-usia-dini/

https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/ajar-anak-cinta-bumi-dengan-tanam-menanam