Pacaran dalam Kristen – Pergaulan yang BURUK dapat mengubah kebiasaaan yang  BAIK

Pacaran dalam Kristen

Pergaulan yang BURUK dapat mengubah kebiasaaan yang  BAIK

Manusia tidak diciptakan sendirian, melainkan dengan pasangan. Berpasangan harus ada aturannya, contoh untuk membangun suatu hubungan pacaran. Pacaran merupakan hubungan untuk mewujudkan perasaan cinta kepada seseorang dalam komunikasi yang lebih khusus.

Dalam hubungan pacaran, baru sempurna jika ada laki-laki dan perempuan yang saling menolong dan melengkapi dalam satu komunitas hidup. Cinta tumbuh karena adanya rasa peduli, kenyamanan dan komitmen. Oleh karena itu dalam cinta harus ada unsur saling PERCAYA dan menghormati batasan dalam pacaran, yaitu saling SETIA dan JUJUR.

Pada dasarnya asmara BUKAN-lah cinta, melainkan keinginan yang berpusat pada diri sendiri dan diiringi oleh hawa nafsu. Sedangkan cinta adalah perasaan saling mengasihi, menghargai dan menghormati.

Cinta kasih yang sesungguhnya, berasal dari Tuhan Yesus yang mengasihi seluruh umat manusia. Kita belajar dari cintanya dengan memberikan cinta dan kasih kita kepada pasangan kita dengan tulus dan murni tanpa didasari oleh hawa nafsu, melainkan dengan dasar cinta kasih Tuhan Yesus.

-Seks bukan-lah CINTA dan CINTA bukan-lah Seks-

Pacaran yang benar harus hidup dalam kasih Allah dan mengikuti aturan main yang Allah berikan. Dalam surat Paulus, ia mengatakan bahwa anak Tuhan JANGAN jatuh dalam berciuman dan lain-lain karena itu bertentangan dengan Alkitab.

-1 Tim 5 : 22 “ Jagalah kemurnian dirimu. “-

Pacaran yang berorientasi pada keinginan daging hanya bertujuan untuk mencari pengalaman dan kenikmatan dalam hubungan cinta yang bertujuan hanya untuk memuaskan perasaan seksual. Dampak dari hubungan itu akan membuat seorang merasa bersalah dan bisa mengubah rasa SAYANG menjadi BENCI.

“ Semua orang pernah melakukan kesalahan, namun tidak semua orang mmampu untuk memperbaikinya “

Pada hubungan berpacaran, harus hidup dalam komunitas masyarakat dan agama yang memiliki aturan, hukum dan ajaran yang bersifat mengikat. Keputusan berpacaran harus berdasarkan alasan yang benar, bukan hanya ketertarikan fisik atau supaya tidak disebut manusia kuno.

By : Syanne Deviana Dave / X-S

SMA Kristen Ketapang III