PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

oleh : Dewi Ekawati (KB-TK SKK 1)

Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun melalui berbagai jenis media dan metode sehingga anak siap memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.  Secara lembaga, pendidikan anak usia dini yang telah ada di Indonesia berbentuk Taman Kanak-kanak dan Kelompok Bermain (Playgroup).

Ada anggapan bahwa pendidikan anak usia dini hanya membuang waktu dan biaya karena anak usia dini belum dapat mengikuti atau menerima pembelajaran.  Beberapa orang tua tidak menyadari betapa pentingnya pendidikan di sekolah Taman kanak-kanak ataupun pendidikan anak usia dini.  Padahal sebaliknya, sekolah Taman Kanak-kanak atau pendidikan anak usia dini sangat penting karena anak pada usia 0-6 tahun ini berada dalam masa keemasan di sepanjang rentang usia perkembangan manusia.

Usia keemasan merupakan masa di mana anak mulai peka untuk menerima berbagai stimulasi dan berbagai upaya pendidikan dari lingkungannya baik disengaja maupun tidak disengaja. Pada masa peka inilah terjadi pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis.  Masa peka ini adalah periode kritis bagi anak, sehingga perkembangan yang diperoleh pada masa ini sangat berpengaruh bagi perkembangan periode berikutnya sampai masa dewasa.  Sedangkan, masa emas ini hanyalah datang sekali, sehingga apabila terlewat maka habislah peluangnya.

Beberapa alasan pentingnya anak-anak mengikuti sekolah Taman Kanak-kanak atau pendidikan anak usia dini yaitu

  1. Membuat anak sehat jasmani dan merangsang sel-sel motorik anak

Pendidikan anak usia dini dilakukan dengan bermain, hal ini akan membuat anak semakin sehat dan bugar sekaligus melatih dan merangsang sel-sel motorik anak.  Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa gerakan bermain pada anak-anak dapat mengaktifkan daerah penting berupa sel-sel motorik di otak sehingga mempengaruhi terhadap daya berpikir anak, dan hal ini bagus bagi perkembangan seorang anak usia dini.

  1. Membuat anak dapat bersosialisasi

Sosialisasi dengan orang-orang lain selain dengan keluarga terdekat sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Semakin awal melatih kemampuan bersosialisasi melalui pendidikan anak usia dini maka semakin cepat anak memiliki kepercayaan diri dan mengatasi rasa malu.  Rasa malu dan tidak percaya diri yang didiamkan terlalu lama akan menghambat perkembangan sosialnya.

  1. Melatih berkomunikasi

Perkembangan bahasa dapat dirangsang melalui komunikasi yang aktif, bercakap-cakap dengan teman-teman sebayanya dan para guru.

  1. Mengembangkan daya kognitif anak

Di usia sebelum mencapai 8 tahun biasanya anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang masih sangat kuat dan rasa ingin menjadi anak yang kreatif daripada orang lain ketika menemukan hal hal yang baru termasuk pelajaran sekolah yang mencakup semua aspek, maka anak-anak akan mudah menyerap dan mudah menerima ilmu pengetahuan apapun yang sedang ingin diketahuinya.

  1. Meningkatkan daya konsentrasi anak

Sejak usia dini, anak terlatih daya konsentrasinya karena di sekolah merupakan tempat belajar yang mendukung anak untuk melatih daya konsentrasinya.

  1. Membangun karakter anak

Pada usia dini adalah masa termudah untuk membentuk seseorang menjadi manusia yang diinginkan harapan bangsa. Mendidik dan mengarahkan kemandirian, kecerdasan, berperilaku yang baik dan menerapkan norma-norma agama pun masih dapat dengan mudah dilakukan pada usia 1 sampai 6 tahun.

Begitu pentingnya pendidikan anak usia dini, karena dapat berkontribusi dalam menyiapkan generasi yang berkarakter kuat, tangguh dan berakhlak mulia.  Oleh karena itulah Sekolah Kristen Ketapang I hadir untuk berperan serta dalam pembentukan generasi kristiani yang memiliki jiwa dan mental yang kuat, sehat, cerdas dan santun.  Dan, apa yang sudah dilakukan oleh orang tua dengan memasukkan anak dalam lembaga pendidikan anak usia dini tidaklah sia-sia, malah sebaliknya merupakan investasi bagi masa depan anak yang terkasih.