Renungan Harian 161 (Selasa, 5 Februari 2019)

Belas Kasihan Tuhan bagi Israel

Devotion from:

Zakharia 1:1-21

Hari ini kita masuk ke dalam Kitab Zakharia, salah satu kitab dengan nubuat-nubuat dan simbol-simbol yang sulit untuk dipahami. Kitab ini menubuatkan tentang belas kasihan Tuhan bagi Israel setelah Dia membuang mereka. Ketika waktu murka Tuhan dan hukuman bagi Israel telah genap, maka belas kasihan Tuhan pun diberikan bagi umat-Nya. Tuhan kembali mengarahkan wajah-Nya ke umat kesayangan-Nya yang sempat dihajar-Nya dan dibuang ke Babel. Bacaan kita hari ini akan kita bagi ke dalam tiga bagian.

Bagian pertama (ay. 1-6) berbicara tentang alasan pembuangan ke Babel. Tuhan mengingatkan orang Israel yang kembali dari pembuangan bahwa Dia sudah berkali-kali berbicara kepada nenek moyang mereka. Tuhan terus memberikan peringatan yang sangat keras agar Israel tidak terus menerus jatuh dan akhirnya harus dibuang oleh-Nya. Tetapi nenek moyang orang Israel tidak mau mendengarkan firman Tuhan. Mereka mengabaikan Tuhan yang telah mengutus para nabi untuk bernubuat memberikan peringatan kepada mereka. Keengganan mereka untuk mendengarkan Tuhan membuat mereka akhirnya dibuang oleh Tuhan. Pada bagian ini, Tuhan memberikan peringatan kepada orang Israel yang baru kembali dari pembuangan agar mereka mengingat sejarah Israel sebelum dibuang oleh Tuhan. Tuhan ingin orang Israel tidak menjadi tuli terhadap peringatan Tuhan. Biarlah telinga Israel tidak lagi tertutup supaya mereka tidak lagi dihukum oleh Tuhan. Kitab Yesaya pasal 6 mengatakan bahwa karena mereka terus tidak menanggap dan tidak mengerti apa yang Tuhan mau nyatakan, maka mereka akhirnya dibuang dan dihancurkan oleh Tuhan. Pada akhirnya apa yang Tuhan katakan menjadi nyata. Manusia mengabaikan Tuhan, tetapi manusia yang mengabaikan Tuhan akan berlalu, sedangkan firman Tuhan kekal untuk selama-lamanya.

Bagian kedua (ay. 7-17) berbicara tentang keputusan Tuhan untuk memberikan belas kasihan kepada Israel. Kisah ini memberitahukan kepada kita apa yang terjadi di dalam dunia para malaikat. Ada malaikat yang telah berkeliling melihat kerajaan-kerajaan di bumi (kemungkinan besar yang dimaksud adalah kerajaan-kerajaan yang dikuasai oleh Persia) dan menemukan bahwa seluruh bumi berada dalam keadaan aman. Seluruh bumi berada dalam perasaan puas karena kedamaian dan kemakmuran yang mereka rasakan. Tetapi ternyata tidak semua merasakan kedamaian dan kemakmuran. Israel tidak merasakan kedamaian dan kemakmuran karena Tuhan masih membuang mereka. Maka seorang malaikat berdoa kepada Tuhan dan memohon supaya Tuhan memulihkan Israel karena sudah 70 tahun mereka berada di dalam pembuangan. Tuhan menjawab malaikat itu dengan suara yang sangat lembut. Tuhan mengatakan bahwa Dia akan mengasihani Israel dan memulihkan mereka kembali. Salah satu alasan Tuhan berkehendak untuk memulihkan kembali umat-Nya adalah karena kerajaan-kerajaan yang menghukum mereka telah melakukan tindakan penghukuman itu dengan berlebihan, sehingga mereka sendiri berlaku kejam melampaui apa yang seharusnya (ay. 15). Tuhan kembali akan mengasihani Israel. Belas kasihan yang sangat agung dan indah itu sekali lagi akan dicurahkan Tuhan karena Dia mengingat janji-Nya dan Dia melihat sengsara orang Israel di dalam pembuangan. Dan karena belas kasihan-Nya itu, maka keadaan Israel akan dipulihkan kembali dengan kota-kota yang akan Tuhan dirikan kembali, Bait Suci yang akan ada kembali di tengah-tengah Yerusalem, dan jumlah rakyatnya yang akan Tuhan lipat gandakan. Inilah hal-hal yang Tuhan janjikan kepada mereka asalkan mereka meninggalkan semua dosa-dosa mereka.

Bagian ketiga (ay. 18-21) adalah pengelihatan Zakharia tentang empat tanduk dan empat pengendara kuda. Empat tanduk ini melambangkan kerajaan yang menghancurkan Israel dan Yehuda. Mereka menguasai seluruh empat penjuru bumi. Kerajaan mereka, terutama Persia, begitu besar dan mencakup semua daerah yang dikenal oleh Israel. Tetapi Tuhan mengatakan akan menggerakkan empat orang ahli (tukang besi, ay. 20) untuk menghancurkan bangsa yang telah menghancurkan Israel. Empat tukang besi yang menghancurkan empat tanduk adalah bangsa Makedonia, yang akan menghancurkan kerajaan Persia dan akan menaklukkan seluruh dunia dengan kekuatan perangnya. Tuhan menghukum bangsa-bangsa yang terlalu berat menghukum Israel. Mereka menghancurkan Israel melebihi porsi yang seharusnya, maka Tuhan juga akan menghancurkan mereka dengan memanggil seorang dari utara, yaitu kerajaan Makedonia.

Untuk direnungkan:

  1. Hal pertama yang dapat kita renungkan bersama-sama adalah bahwa Tuhan tidak pernah membuang atau menghukum umat-Nya tanpa adanya peringatan yang dinyatakan dengan sungguh-sungguh keras. Tuhan menegur Israel dan menyatakan murka-Nya berkali-kali, tetapi mereka tidak pernah mau mendengar. Jika suatu saat akhirnya umat-Nya terus menerus tidak mau mendengar, maka akhirnya Tuhan membuang mereka ke Babel. Biarlah ini juga menjadi bagian dari pelatihan kita mengikuti cara Tuhan. Tuhan tidak mungkin membiarkan kita masuk ke dalam bahaya dosa tetapi tidak ada firman Tuhan memberikan peringatan. Tuhan tidak pernah dengan sengaja menjerumuskan kita ke dalam dosa. Dia terus ingin kita menjauhi segala bentuk kecemaran.
  2. Hal berikut yang bisa kita latih sama-sama adalah kebiasaan untuk mengetahui tradisi dan sejarah gereja dengan baik. Begitu banyak orang yang tidak pernah sungguh-sungguh mencari identitas mereka dan mengabaikan sejarah. Orang yang mengabaikan sejarah pasti akan kembali melakukan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang-orang dulu. Mereka menolak untuk belajar, maka inilah sebabnya mereka kembali jatuh di dalam kesalahan yang sama. Gereja Tuhan harus ingat kesalahan-kesalahan Israel dahulu karena kita pun memiliki kelemahan yang sama dengan mereka. Iblis, lawan kita, memakai strategi yang akan menjatuhkan kita ke dalam dosa dengan sangat mudah jika kita tidak pernah tahu bagaimana cara dia bekerja. Biarlah kita dapat menjadi orang-orang Kristen yang bijak, mengenal tradisi, sanggup membedakan manakah ajaran yang benar dan manakah yang palsu, juga sanggup untuk mengenal pimpinan tangan Tuhan di dalam sejarah yang sering diabaikan oleh umat-Nya sendiri. Biarlah kita tidak jatuh di dalam keberdosaan yang sama, tidak memiliki telinga yang tertutup seperti telinga mereka tertutup, tidak memberikan hidup untuk sesuatu yang lain di luar Tuhan sama seperti orang Israel mendedikasikan hidup mereka untuk menyembah berhala. Belajarlah dari apa yang Tuhan sudah kerjakan di dalam sejarah. Ini bukan nasihat kosong. Kiranya kita memiliki kehausan untuk mengenal siapa Allah dan apa yang telah Dia kerjakan sepanjang sejarah.
  3. Hal terakhir yang dapat kita renungkan untuk hari ini adalah keadilan Allah yang terus Dia nyatakan di dalam sejarah. Bangsa-bangsa besar dibangkitkan Tuhan untuk menghukum Israel. Tetapi begitu mereka menghancurkan Israel lebih dari yang seharusnya, ketika mereka bersorak-sorai karena keruntuhan umat Tuhan, maka Tuhan mengirim bangsa lain untuk menghukum bangsa itu. Tuhan terus bekerja memberikan keadilan yang pantas diterima oleh bangsa-bangsa di dunia. Biarlah ini membuat kita terus berharap kepada Allah jika kita diperlakukan tidak adil, dan biarlah ini membuat kita gentar dan takut jika kita sendiri yang melanggar keadilan orang lain dan melakukan ketidakadilan.

Doa:
Tuhan, ajari kami untuk mengasihi sejarah pekerjaan-Mu di dalam umat-Mu. Ajari kami untuk menghargai setiap pernyataan belas kasihan Tuhan bagi umat-Mu dan kekerasan hukuman-Mu bagi umat-Mu. Tolong kami, ya Tuhan, sehingga setiap peringatan Tuhan kami tangkap dengan cepat dan setiap cara hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan dapat kami ubah segera. Kiranya Tuhan berkenan atas umat-Nya. (JP)