Renungan Harian 165 (Sabtu, 9 Februari 2019)

Kejahatan Disingkirkan

Devotion from:

Zakharia 5:1-11

Bagian ini menggambarkan pengelihatan mengenai gulungan kitab raksasa (4×8 meter). Kitab ini berisi segala kutukan yang akan ditimpakan kepada segala kejahatan dan ketidakadilan di dunia. Hingga saat ini masih banyak ketidakadilan yang terjadi. Pencuri yang bebas dari hukuman, sumpah palsu yang dibiarkan, ini akan dihakimi dengan kata-kata kutukan di dalam kitab itu. Apakah yang sedang dinyatakan kepada Zakharia? Bahwa Tuhan tidak menghukum seluruh Israel dengan membuang mereka ke Babel. Tuhan membersihkan mereka dari orang-orang yang bersumpah palsu dan yang mencuri. Tuhan membersihkan Israel dari kejahatan dengan menimpakan hukuman kepada mereka. Tuhan juga akan menghukum seluruh bangsa di bumi karena Dia adalah hakim atas seluruh bumi. Tuhan memusnahkan semua hal yang jahat yang terjadi di bumi. Dialah yang mengirim Babel menjadi pelaksana murka Allah bagi Israel. Tetapi ketika Babel pun makin rusak di dalam kehidupan yang cemar, maka Tuhan mengutus Persia untuk menjadi pelaksana murka Allah bagi Babel. Dia menghakimi seluruh bangsa dan Dia akan menghancurkan sumpah palsu dan pencuri itu dengan keadilan dan murka-Nya. Ini yang akan Tuhan kerjakan di seluruh bumi.

Perhatikan urutan dari pengelihatan-pengelihatan yang dialami Zakharia. Semua melambangkan periode waktu yang membentang antara dibuangnya Israel dan Yehuda hingga dipulihkannya seluruh bangsa-bangsa oleh Tuhan. Dimulai dengan pemandangan para penunggang kuda yang melambangkan serangan bangsa-bangsa lain atas Israel dan kekuasaan bangsa-bangsa lain atas daerah Israel, pengelihatan yang dialami Zakharia berlanjut kepada seorang pemegang tali ukuran, dan ini melambangkan akan kembalinya kejayaan Yerusalem. Kemudian, melampaui kembalinya Israel dan Yerusalem, yaitu pengelihatan tentang kedatangan Imam dan Raja sejati. Bagian ini melanjutkan rencana karya Tuhan dalam sejarah dengan memperlihatkan penghakiman melalui kitab. Tuhan menghakimi orang-orang fasik dengan standar yang Tuhan telah nyatakan. Tuhan menyatakan kutuk-Nya kepada mereka yang terus bersumpah palsu dan yang terus mencuri. Tuhan sendirilah yang akan menjadi hakim mereka dan perkataan-Nya akan menghakimi segala dosa-dosa mereka.

Bagian berikut menunjukkan pemandangan yang juga unik dan penuh misteri. Zakharia melihat gantang yang berisi kejahatan seluruh negeri. Kejahatan itu disimbolkan sebagai seorang perempuan di dalam gantang. Yesaya 47:1-3 menggambarkan kejahatan Babel sebagai seorang perempuan sundal. Gambaran perempuan sundal untuk menggambarkan pemberontakan dan kejahatan juga identik dengan gambaran dalam Kitab Hosea (Hos. 1:2) di mana gambaran itu dipakai untuk menggambarkan umat Tuhan yang sudah memberontak dan melawan Tuhan. Seperti seorang perempuan sundal yang mengkhianati suaminya sendiri, demikianlah umat Tuhan telah berbalik dari Tuhan dan mengkhianati Dia. Maka, seorang perempuan di dalam gantang itu adalah kejahatan di seluruh bumi. Ketidaksetiaan, pemberontakan, kecemaran hidup, dan sifat-sifat jahat lainnya akan disingkirkan Tuhan dari seluruh bumi. Lalu gantang yang berisi kejahatan ini diambil oleh dua orang perempuan dengan sayap yang didorong oleh angin. Ini merupakan gambaran bagaimana kejahatan memberikan rumah bagi segala perilaku fasik bagi manusia. Seperti Tuhan membangun rumah bagi-Nya di Yerusalem dan membangun kota bagi umat-Nya di tanah Israel, demikian juga kejahatan membangun kota bagi orang-orang fasik dan tempat itu adalah di tanah Sinear, daerah Babel. Ini adalah gambaran mengenai betapa pentingnya tanah Israel dan kota Yerusalem beserta bait-Nya dibangun dengan segera. Kejahatan sedang menyusun kekuatan, tetapi umat Tuhan dengan tenang menjalankan aktivitasnya sehari-hari seolah-olah mereka akan hidup selama-lamanya dengan segala kesibukan mereka.

Untuk direnungkan:
Keberdosaan umat Tuhan yang ditegur melalui Hagai dan Zakharia adalah bahwa mereka tidak tahu betapa pentingnya untuk melanjutkan rencana Tuhan atas Israel. Mereka hanya tahu sekarang mereka boleh balik ke tanah Israel, dan mereka berencana untuk melanjutkan hidup dengan semua rasa aman palsu yang mereka dapatkan. Mereka hanya tahu mengurusi rumah tangga mereka masing-masing. Mereka hanya tahu mencari keamanan bagi kehidupan mereka sendiri. Bermain aman dalam hidup. Bukankah itu juga yang banyak dilakukan orang Kristen pada saat ini? Tidak peduli apa yang Tuhan sedang kerjakan di dalam sejarah, yang penting hidupku aman. Hidup dengan aman dan senang, tetapi mengabaikan Tuhan. Ini adalah dosa yang sangat besar! Bagaimana mungkin kita boleh hidup menikmati segala ketenangan, keamanan, bahkan kelimpahan yang diberikan oleh Tuhan, lalu melupakan apa yang menjadi rencana Tuhan? Bolehkah kita menuntut Tuhan untuk memperhatikan hidup kita tetapi kita tidak pernah memperhatikan apa yang Tuhan mau di dalam hidup kita ini? Adilkah jika kita minta Tuhan memberikan apa yang menyenangkan hati kita tetapi kita tidak pernah memperhatikan apa yang menyenangkan hati Tuhan? Ketika kejahatan terus menerus ada di bumi dan menjadi begitu berbahaya dalam memengaruhi umat Tuhan, justru umat Tuhan merasa aman dan tenang dengan kebun mereka sendiri dan segala usaha mereka sendiri. Mereka tidak sadar bahwa mereka harus berperang dan merebut bangsa-bangsa dari kuasa jahat. Tuhan sedang berperang dengan kuasa jahat. Tuhan sedang berperang bukan dengan peperangan fisik, tetapi dengan peperangan pengaruh. Kebenaran firman dan penghakiman Tuhan, bahkan kutuk yang akan Tuhan kenakan kepada orang-orang fasik, harus dinyatakan ke seluruh dunia. Mengapa? Karena kefasikan juga melakukannya dengan cepat. Dua orang perempuan bersayap dengan ditiup oleh angin terbang dengan begitu cepat memberikan pengaruh jahat ke seluruh dunia sambil mendirikan kota benteng tempat kefasikan itu bisa berlindung! Bukankah ini yang dijelaskan di dalam ayat 9-11? Tetapi kita tidak hiraukan hal ini. Kita sudah cukup puas dengan kemajuan yang dicapai oleh keluarga kita, usaha kita, dan kenyamanan rumah tempat kita tinggal.

Tetapi Tuhan tidak tinggal diam. Walaupun kita tidak mau berjuang, Dia tetap bekerja menyatakan kuasa kebenaran-Nya terus menerus. Tuhan tidak pernah diam! Dia terus membangkitkan orang-orang untuk berjuang bagi nama-Nya. Dia terus menggerakkan hati bangsa-bangsa dan pemimpin-pemimpin sehingga ketika waktunya tiba, rancangan-Nya menjadi nyata bagi umat-Nya. Firman-Nya akan menghancurkan segala kefasikan dan kuasa dosa. Di manakah kita waktu firman-Nya menjalankan tugasnya? Di manakah kita ketika kuasa kemenangan Allah menjadi makin dekat. Apakah kita berjuang di dalam perjuangan iman yang Tuhan inginkan kita lakukan? Jika tidak, mengapa tidak? Bukankah pengaruh jahat akan terus menyebarkan kuasa sesatnya? Jika kuasa kejahatan terus tersebar, maka mau tidak mau kita telah berada di tengah-tengah medan perang. Kita berada di tengah medan perang tanpa tahu bahwa perang tengah berkecamuk. Inilah bahaya yang sangat besar. Marilah kita menyadari apa yang Tuhan sudah, sedang, dan akan kerjakan di dalam sejarah. Beritakan Injil Tuhan, nyatakan kebenaran Tuhan di dalam cara hidup. Nyatakan kemuliaan kebenaran dan sifat-sifat Tuhan di dalam studi maupun pekerjaan yang dilakukan. Apa pun juga yang kita lakukan, biarlah kita tahu bahwa segala tindakan kita dapat dipakai oleh Iblis untuk menyebarkan kesesatannya, atau dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan kebenaran-Nya. Yang manakah kita? Alat kefasikan? Atau alat kebenaran Tuhan?

Doa:
Tuhan, celikkan mata saya untuk melihat dunia ini dengan pandangan yang lebih luas lagi. Jangan biarkan saya terus memandang diri dan keluarga saya, pekerjaan dan kenikmatan hidup saya. Mohon berikan saya kesadaran akan perjuangan yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak anak-anak Tuhan, dan izinkah saya berbagian di dalamnya, ya Tuhan. (JP)