Renungan Harian 168 (Selasa, 12 Februari 2019)

Israel yang Dipulihkan

Devotion from:

Zakharia 8:1-23

Bacaan kita hari ini menggambarkan keadaan Israel yang dipulihkan. Pulihnya Israel, sebagaimana kita pernah bahas sebelumnya, akan terjadi dalam dua penggenapan. Yang pertama adalah yang bersifat sementara, yaitu ketika umat Israel pulang di bawah pimpinan Zerubabel dan Yosua, imam besar. Tetapi mereka masih menantikan penggenapan final, yaitu kedatangan Sang Mesias. Sang Mesias inilah yang akan memulihkan segala sesuatu di Israel. Dialah yang akan membawa umat Israel kembali setia kepada Allah, dan Dialah yang akan membawa kerajaan damai itu sampai ke seluruh dunia. Penggenapan yang pertama menjadi awal dari penggenapan final. Israel harus kembali dulu ke daerah mereka dan Bait Suci harus dibangun dulu, barulah Kristus datang menyatakan kerajaan-Nya di tengah-tengah Israel.

Ayat 2 mengatakan bahwa yang akan bekerja giat untuk memulihkan kembali Israel adalah Tuhan sendiri. Dialah yang berusaha untuk Sion dengan kegiatan yang besar. Tuhan akan memulihkan mereka, bukan hanya secara fisik saja. Tuhan tidak hanya membuat mereka kembali ke daerah mereka dan membuat mereka memiliki kembali Bait Suci, tetapi Tuhan juga membuat hati mereka kembali kepada Tuhan. Tuhan membuat mereka menjadi setia sehingga seluruh bangsa-bangsa akan melihat dedikasi Israel bagi Tuhan dan kesetiaan Tuhan yang mengasihi mereka (ay. 3). Kesetiaan Tuhan akan menjadi nyata dengan usia panjang dari orang-orang Israel. Usia panjang tentu saja tidak berguna jika dihabiskan di pembuangan. Karena itu ayat 4 menggambarkan bahwa kesetiaan Tuhan terus menyertai orang Israel yang telah menjadi tua sekalipun. Damai sejahtera di Israel inilah yang Tuhan kerjakan dengan kegiatan yang besar agar Sang Mesias dapat menyatakan pelayanan-Nya di bumi ketika genap waktunya.

Ayat 9 dan 10 ingin mengontraskan keadaan Israel pada waktu mereka akan dibuang dengan pada waktu mereka kembali dari pembuangan. Inilah perbandingan yang harus diingat agar orang Israel sadar betapa besar anugerah yang tengah mereka terima dari Tuhan. Mereka diberikan anugerah besar setelah sebelumnya ditimpa murka yang besar oleh Tuhan. Perbandingan antara murka Tuhan waktu Israel dibuang, dengan firman yang lemah lembut dan penuh penghiburan yang diberikan Tuhan pada waktu mereka kembali dari pembuangan akan membuat Israel sadar betapa besar kasih dan pengampunan Tuhan bagi mereka. Seperti orang yang menikmati tenangnya langit sehabis hujan badai. Langit yang tenang itu terasa sangat tenang karena sebelumnya langit penuh dengan angin kencang, hujan lebat, dan petir yang menyambar. Demikian juga ketenangan firman Tuhan yang berbicara kepada mereka ketika mereka kembali dari pembuangan terasa sangat lembut jika dibandingkan dengan segala seruan murka Tuhan sebelum mereka dibuang.

Tuhan bukan saja menjanjikan pemulihan bagi Israel. Dia juga menjanjikan kehidupan yang sejahtera dan penuh damai kepada Israel. Tuhan berjanji akan membuat mereka makin kokoh, penuh dengan keceriaan dan sukacita, jauh dari segala malapetaka dan bahaya dari bangsa-bangsa sekitar mereka, dan seluruh bangsa akan berebutan ingin menjadi salah satu dari orang Israel karena mereka melihat betapa besar kemurahan Tuhan yang Mahakuasa bagi orang Israel. Tetapi segala janji Tuhan ini bersyarat. Seluruh Israel harus mempertahankan hidup yang bersih dan suci. Inilah yang Tuhan inginkan. Hidup yang bersih dan suci sehingga seluruh berkat dan janji yang Tuhan akan curahkan boleh diterima oleh mereka dengan berlimpah. Anugerah Tuhan memang diberikan dengan cuma-cuma, tetapi respons terhadap anugerah itu akan menentukan apakah anugerah itu akan dijalani dengan kelimpahan berkat dan penyertaan Tuhan atau tidak. Jika Israel setia melakukan yang benar, adil, dan hidup dengan penuh kesetiaan kepada Tuhan dan belas kasihan kepada yang lemah, maka Tuhan akan memberikan kelimpahan janji-Nya untuk menyertai Israel yang telah diberikan anugerah boleh kembali dari pembuangan.

Untuk direnungkan:
Tuhan menyertai umat-Nya dengan kesetiaan yang begitu besar. Apakah kita sudah menyadari hal ini dengan sedalam-dalamnya? Berapa banyak kita sudah mengecewakan Tuhan? Berapa besar dosa kita kepada Tuhan? Berapa besar kecemaran kita sehingga nama Tuhan dipermalukan? Tetapi, walaupun Tuhan akan menghukum setiap pelanggaran, Dia tidak akan pernah menghilangkan kasih karunia-Nya kepada kita, bukan karena kita layak, melainkan hanya karena kesetiaan Tuhan Yesus yang menjalani hidup yang sempurna, dan yang rela mati dipaku di kayu salib untuk menebus dosa kita. Biarlah kita ingat terus bahwa seharusnya kita dibinasakan oleh Tuhan. Jika kita yang seharusnya dimurkai sekarang dikasihi dengan kasih yang begitu besar, tentu kita tidak akan mungkin lagi terus dingin dan tidak peduli kepada Dia. Kita akan menjadi orang-orang yang begitu bersyukur dan mengasihi Tuhan yang telah memberikan cinta kasih dengan limpahnya.

Kasih Tuhan yang diberikan kepada kita, seperti juga yang diberikan kepada orang Israel yang kembali dari pembuangan, adalah kasih yang akan membentuk dan menggerakkan hati kita untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi hidup yang berkenan kepada-Nya. Inilah konsep yang harus kita ketahui. Tuhan memang mengasihi kita, tetapi Dia tidak mungkin mengasihi dosa-dosa kita. Dia tidak pernah menoleransi dosa. Dia tidak pernah mengabaikan satu pun perbuatan cemar yang tidak dihukum. Allah membenci dosa dan menghukum dosa. Itulah sebabnya setelah kita ditebus, kita tidak diizinkan hidup di dalam dosa. Kecemaran yang menjijikkan itu hanya akan menyengsarakan hidup kita dan menjauhkan kita dari Tuhan. Orang-orang yang kembali dari pembuangan dituntut untuk memperjuangkan hidup yang bersih, yang mengasihi, adil, dan penuh dengan kebenaran Tuhan. Apakah mereka sanggup? Tentu tidak. Tetapi mereka harus berjuang untuk sanggup hidup bagi Tuhan. Hanya dengan cara inilah nama Tuhan akan dipermuliakan di seluruh dunia, yaitu jika orang-orang percaya sekarang hidup di dalam cara hidup yang tidak bercacat dan terus setia di dalam mengikuti Tuhan. Ini pun berlaku bagi kita. Kita diharuskan untuk meninggalkan dosa. Kita tidak pernah boleh menoleransikan dosa. Tuhan akan menuntun kita semua satu demi satu dengan pimpinan Roh-Nya yang Kudus. Bimbingan Tuhan inilah yang akan membuat seseorang bukan hanya mendapatkan anugerah keselamatan, tetapi juga mendapatkan anugerah hidup yang benar dan mempermuliakan nama Tuhan.

Di dalam bagian terakhir dikatakan bahwa bangsa-bangsa lain akan sangat rindu boleh mengikuti orang-orang Israel. Kerinduan ini didapat karena mereka melihat cara hidup orang Israel yang tidak bercacat, penuh dengan kebenaran dan komitmen kepada Tuhan. Tetapi jangan lupa bahwa di dalam ayat 23 ada janji yang muncul setelah syarat yang tercatat di dalam ayat 16 dan 19. Begitu juga kita sekarang. Jika hidup kita meninggikan nama Kristus dan mencerminkan kehidupan yang telah ditebus, maka tentu saja orang-orang lain juga ingin berbagian bersama-sama dengan kita. Tetapi jika kita tidak menjalankan syaratnya, bagaimana mungkin janji yang bersyarat di dalam ayat 23 dapat kita miliki?

Doa:
Tuhan, kami bersyukur oleh karena cinta kasih-Mu kepada kami. Kami bersyukur dan juga memohon supaya Tuhan berkenan memperbarui hati kami dengan semangat dan kerinduan yang sejati untuk hidup bagi Tuhan. Kami rindu segala kecemaran dan keberdosaan kami yang masih tersisa berkenan Tuhan bersihkan sama sekali. Jangan biarkan kami mempermalukan nama-Mu, ya Tuhan! (JP)