Renungan Harian 170 (Kamis, 14 Februari 2019)

Pengampunan bagi Israel

Devotion from: Zakharia 9:1-10:12  

Pasal 9 dan 10 ini adalah bagian dari nubuat Zakharia mengenai pemulihan Israel. Pasal 9 membandingkan nasib bangsa-bangsa sekeliling Israel dengan anugerah Tuhan bagi Israel. Tuhan memberikan nubuat bahwa bangsa-bangsa seperti Filistin, Tirus, Sidon, dan Aram akan dihancurkan oleh Tuhan. Ini adalah nubuat yang akan digenapi dengan kedatangan pasukan Makedonia di bawah pimpinan Alexander Agung. Bahkan ayat 4 memberikan nubuat bagaimana Alexander menimbun puing-puing kota Tirus di laut untuk membangun jembatan menuju pulau berbenteng di sebelah barat Tirus di mana orang Tirus berlindung dari serangan Makedonia. Dari jembatan puing-puing kota Tirus inilah Alexander kemudian masuk ke pulau tersebut dan membakar benteng orang-orang Tirus. Inilah cara orang Makedonia menghancurkan Tirus. Tuhan menghancurkan bangsa-bangsa sekeliling Israel karena dosa-dosa dan kecemaran mereka dan karena mereka menghina umat Tuhan dan bersukacita ketika Israel dan Yehuda dihancurkan bangsa-bangsa seberang timur Efrat (Yeh. 26:2-3). Kekejaman dan kecemaran hidup orang Israel dan Yehuda membuat mereka dibuang Tuhan, tetapi hukuman Tuhan yang dimulai dari bangsa milik-Nya sendiri akan dilanjutkan ke semua bangsa-bangsa di bumi karena Dialah hakim atas seluruh bumi (1Ptr. 4:17, Kej. 18:25). Itulah sebabnya setelah menghukum umat-Nya sendiri, sekarang Tuhan akan menghukum bangsa-bangsa lain juga karena tingkah laku dan cara hidup mereka yang penuh kekejaman dan kecemaran.

Tetapi apakah yang akan terjadi pada umat Tuhan yang telah dihukum oleh Tuhan sendiri? Mereka akan dikasihani Tuhan sekali lagi. Mereka akan diampuni dan keadaan mereka akan dipulihkan oleh Tuhan. Tuhan sendiri akan mengantar mereka pulang, dan Dia sendiri akan memimpin dan melindungi mereka dengan penyertaan yang tenang dan tidak terlihat, tetapi penuh dengan kuasa (ay. 8-9). Tuhan akan datang dengan seekor keledai beban muda (band. dengan 1Raj. 1:44) dengan lemah lembut. Dengan mengendarai keledai ini berarti Dia sedang menggenapi janji bahwa Anak Daud akan datang dan bertakhta di Yerusalem. Siapakah Anak Daud itu? Tuhan Yesus (Mat. 21:7-8). Dialah yang akan menggenapi kedatangan Tuhan dengan lemah lembut dan penuh kuasa, tetapi tidak terlihat oleh mata dunia ini.

Pasal 10 menjadi janji penyertaan Tuhan bagi Israel. Tuhan sendiri akan menyambut mereka kembali, bahkan Dia juga akan melupakan setiap kecemaran yang pernah dilakukan oleh Israel. Tuhan memulihkan mereka sehingga seolah-olah Tuhan tidak pernah memurkai mereka (Zak. 10:6). Inilah kesembuhan luka-luka Israel. Luka Israel itu apa saja? Luka Israel adalah mereka menolak Allah dengan menyembah berhala. Mereka juga meninggalkan iman kepada perjanjian Allah dan memercayai semua dusta dari agama-agama bangsa-bangsa lain (10:2). Mereka mendengarkan hikmat kuno dari pengikut-pengikut berhala untuk mengharapkan berkat. Bagaimana mungkin ada berkat dari berhala palsu? Tuhanlah sumber segala sesuatu. Dialah pencipta segala sesuatu. Dialah pemilik segala sesuatu. Dia yang mencipta dan memiliki sesuatu, Dia sajalah yang menjadi sumber segala berkat yang dapat diperoleh manusia. Luka yang berikut adalah mereka juga memiliki pemimpin-pemimpin yang sangat rusak. Pemimpin-pempin yang mementingkan diri sendiri dan menindas orang lain. Pemimpin yang mencari kuasa dan kekayaan bagi diri sendiri. Pemimpin yang mengarahkan semua rakyatnya untuk meninggalkan Tuhan. Luka terakhir, yang paling besar, adalah Tuhan akhirnya meninggalkan mereka dan membuang mereka. Tuhan tidak lagi mau menyertai mereka. Tuhan tidak lagi mau berada di tengah-tengah mereka. Tuhan menolak untuk ada bersama-sama dengan mereka. Semua ini disembuhkan kembali oleh Tuhan. Tuhan memberikan mereka hati yang mau kembali kepada Tuhan dan bersukacita karena Tuhan (10:7). Tuhan juga memberikan mereka raja yang berkuasa, yang juga adalah gembala yang akan mengasihi mereka dan membimbing mereka (9:9-10). Tuhan juga menyertai mereka dan melupakan segala kecemaran mereka. Dia kembali berdiam bersama-sama dengan umat-Nya kembali (10:10-12).

Untuk direnungkan:
Inilah yang Tuhan kerjakan untuk mempertobatkan umat-Nya. Demikian juga karya Allah mempertobatkan kita. Pertobatan bukan hanya saya menerima belas kasihan Tuhan yang mau mengampuni saja. Pertobatan berarti restorasi keadaan kita dari keadaan yang rusak dan tanpa Tuhan menjadi keadaan yang utuh karena dipimpin Tuhan. Sadarkah kita kalau keadaan Israel sangat mirip dengan keadaan kita semua, yang walaupun hidup di dalam berkat Tuhan yang limpah, tetap menjauhi Tuhan dan hidup di dalam belenggu dosa? Yang pertama, kita menolak Allah dan menyembah berhala bernama gengsi, uang, kedudukan, kenikmatan. Yang kedua, kita menderita karena ketidakadilan dan kejahatan yang terjadi di dunia sambil juga menyebabkan ketidakadilan dan menjadikan orang lain korban dari kejahatan kita. Kita adalah orang-orang jahat yang sering juga menjadi korban dunia yang jahat ini. Lalu yang ketiga adalah, jika kita terus mengeraskan hati kita dan tidak mau mendengar teguran Tuhan, maka kita akan ditinggalkan oleh Tuhan. Meskipun Kristen, tetapi hidup kosong tanpa Kristus. Meskipun mengaku pengikut Tuhan Yesus, tetapi Tuhan tidak mengakui kita sebagai pengikut-Nya. Jika kehidupan kita terus menghina Tuhan dan kita tidak mau bertobat, maka Tuhan akan meninggalkan kita. Ketika kita menipu diri dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak akan mungkin pernah meninggalkan kita, maka kita justru tidak merasa perlu bertobat dan kembali kepada Tuhan. Itulah yang akan membuat kita tidak pernah mau datang kepada Dia di dalam pertobatan sejati sehingga kita akhirnya ditinggalkan Tuhan.

Jika kehidupan kita dengan bangsa Israel begitu mirip di dalam dosa dan pelanggaran, maka kesembuhan yang Tuhan janjikan bagi Israel juga akan diberikan Tuhan kepada kita. Tuhan akan memberikan kepada kita hati yang mau sungguh-sungguh bertobat, menyadarkan kita dengan kebenaran firman-Nya yang menghidupkan kita kembali. Tuhan juga akan menjadi gembala bagi jiwa kita dan akan menuntun kita supaya kita hidup bagi Allah. Ketika kita telah menerima anugerah-Nya yang mengubahkan hati kita dan memberikan tuntunan kepada kita, maka sebenarnya kita juga menerima penyertaan-Nya bagi kita. Tuhan memimpin, berarti Dia menyertai kita untuk menuntun kita menjalankan kehendak Tuhan.

Inilah hal yang sangat penting di dalam pemulihan Israel. Mereka kembali menjadi umat Tuhan dengan relasi yang begitu indah dengan Tuhan dan kebertundukan kepada perjanjian dengan Tuhan. Inilah yang harus ada di dalam pertobatan manusia. Umat Tuhan harus dekat dengan Tuhan dan juga harus tunduk kepada Dia. Jika kehidupan kita kekurangan dua hal ini, maka sebenarnya kita sedang mengalami penyakit yang sangat berbahaya. Mengapa kita membiarkan penyakit yang berbahaya ini ada terus di dalam kehidupan rohani kita? Biarlah damai sejahtera dari Tuhan melalui penyertaan-Nya dan pimpinan-Nya bagi gereja-Nya dapat dengan limpah dinikmati oleh kita semua.

Doa:
Tuhan, tolonglah kami untuk melihat apa yang Tuhan senangi dan apa yang tidak. Tuhan sendiri yang telah memanggil kami untuk pekerjaan Tuhan, kuatkan kami untuk dengan setia dan konsisten hidup untuk pekerjaan Tuhan. Jika kami mulai menjauh, ya Tuhan, dan kami tidak sadar bahwa kami mulai terseret menjauhi Tuhan, tolonglah kami supaya kami boleh diberikan hati yang mau dibentuk oleh Tuhan. Biarlah ketika Tuhan berfirman menegur kami, seberapa pun kerasnya teguran itu, kami dengan hati yang bersyukur boleh diingatkan kembali dan kami kembali hidup dengan mengandalkan-Mu saja. (JP)