Renungan Harian 190 (Jumat, 8 Maret 2019)

Perbaikan yang Sempurna

Devotion from:

Maleakhi 3:1-4:6

Bacaan kita pada hari ini memberikan pengharapan akan perubahan yang sempurna. Perubahan yang mencakup agama, politik, dan juga keluarga. Di dalam Maleakhi 3:1-4 dikatakan bahwa perbaikan yang sempurna bagi Israel hanya bisa terjadi jika Tuhan sendiri datang. Hanya Tuhan yang bisa perbaiki kerusakan para imam. Hanya Tuhan yang bisa perbaiki politik yang rusak. Hanya Tuhan yang bisa perbaiki keluarga yang hancur. Tetapi sebelum Dia datang, Dia akan mengirim utusan-Nya untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya. Tuhan akan mengutus Yohanes Pembaptis sebagai pembuka jalan bagi Sang Mesias, Anak Daud. Anak Daud, Raja yang dijanjikan itu, akan datang, tetapi umat-Nya musti disiapkan bagi kedatangan-Nya. Yohanes Pembaptislah orang yang menyiapkan umat Tuhan bagi kedatangan Sang Raja. Umat yang disiapkan untuk menyambut Tuhan yang akan memperbaiki semua ini. Sang Raja yang akan memulihkan segala sesuatu.

Di dalam Maleakhi 3:5-6 dikatakan bahwa kedatangan Tuhan adalah untuk memurnikan umat-Nya. Dia akan datang menghakimi yang fasik sehingga umat-Nya dibersihkan dan mereka yang sejati yang akan menerima berkat dari pembersihan itu. Ayat 6 mengatakan bahwa Israel tidak akan lenyap, mereka dibersihkan dan orang-orang benar akan muncul sebagai pemenang. Tuhan akan memelihara Israel. Tuhan tidak akan melupakan janji-Nya, dan karena itu ketika Dia datang, Dia tidak datang untuk menghancurkan umat-Nya. Sebaliknya, Dia akan datang untuk memurnikan umat-Nya dan membersihkan dia dari segala kekotoran dari orang-orang fasik.

Apa sajakah yang harus dipersiapkan sebelum Sang Raja itu datang? Di dalam Maleakhi 3:7-12 dikatakan bahwa umat Tuhan harus dibereskan dari dosa mengabaikan pekerjaan Tuhan. Tuhan berjanji untuk memelihara dan memberkati umat-Nya dengan limpah. Tetapi umat-Nya tidak juga memperoleh apa yang dijanjikan itu. Apakah yang menghalangi janji Tuhan untuk dicurahkan kepada umat-Nya? Ketidakrelaan umat-Nya untuk memberikan perpuluhan dari penghasilan mereka. Inilah yang menjadi permasalahan. Ketidakrelaan mereka untuk memberikan apa yang mereka telah dapatkan dari Dia membuat Dia menahan apa yang tadinya hendak diberikan-Nya dengan limpah. Tuhan menuntut bagian yang Dia beri kepada kita di mana kita tidak akan kekurangan kalau bagian itu dipersembahkan kembali. Tuhan memakai kita sebagai saluran, dan jika saluran itu macet, Dia akan membersihkan dengan penghukuman-Nya.

Lalu teguran berikut adalah di dalam Maleakhi 3:13-18. Dalam bagian ini Tuhan memberikan teguran bagi orang-orang yang menganggap sia-sia untuk hidup dengan benar. Orang-orang yang berkata bahwa menjadi orang jahat lebih enak karena mereka tidak dihukum. Tetapi Tuhan mengingatkan untuk mengamati kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik di dalam penghakiman Tuhan. Sebelum penghakiman itu datang kita memelihara hidup bersih walaupun sepertinya terus rugi dan selalu ditekan dan ditindas oleh orang fasik. Tetapi di dalam penghakiman Tuhan akan menindas orang fasik. Pada waktu itulah baru kita boleh menilai kembali perbedaan orang benar dengan orang fasik. Maleakhi 4:1-6 memberitakan tentang penghakiman. Inilah hari penghakiman itu, yaitu Tuhan akan datang seperti perapian yang membakar semua kefasikan. Kedatangan-Nya adalah kecelakaan bagi orang jahat, tetapi pelepasan bagi orang benar. Ketika Dia datang, semua yang suci bersorak. Semua yang menantikan Dia akan bersukacita. Semua yang selama ini bersorak dan bersukacita tanpa Tuhan akan meratap dan menangis di dalam kehancuran. Orang benar akan menang dan akan menghakimi orang fasik, bahkan menginjak-injak mereka. Tetapi sebelum hari itu datang, Elia harus datang dahulu menyiapkan suatu umat yang hidup kudus di hadapan Tuhan. Kedatangan Elia ini mempersiapkan umat bagi datangnya Kristus. Jika kedatangan Kristus didahului oleh kedatangan Elia, maka kedatangan itu bukanlah untuk menghakimi, tetapi mendamaikan. Bagaimanakah persiapan kedatangan Kristus yang mendamaikan? Dengan seruan yang keras dari Yohanes Pembaptis yang mengatakan: Bertobatlah!

Untuk direnungkan:
Marilah kita merenungkan janji pembebasan yang sudah digenapi di dalam kedatangan Kristus. Tuhan benar-benar menggenapi janji-Nya dengan mempersiapkan umat yang kecil untuk datang kepada Kristus. Umat yang kecil inilah yang akan menyebarkan pengenalan tentang Sang Raja yang datang bukan untuk menghakimi, tetapi untuk berkorban dan menebus dosa umat-Nya. Umat yang kecil ini harus diingatkan akan dua hal. Yang pertama adalah kerelaan untuk memberikan persembahan dan kesetiaan di dalam perpuluhan. Apakah kaitan hal ini dengan menyebarkan pengenalan akan Sang Raja? Kaitannya adalah di dalam menjadi umat yang menyebarkan berita tentang Sang Raja, dituntut kerelaan berkorban yang sangat besar. Berkorban untuk masuk ke dalam janji Tuhan. Jika umat Tuhan tidak bersedia berkorban, maka Tuhan tidak akan mau memakai mereka. Jika memberi perpuluhan saja tidak bersedia, maka Tuhan pasti tidak akan memakai. Itulah sebabnya Maleakhi berbicara sekali lagi tentang kerelaan untuk berkorban dalam menaati Tuhan. Ini merupakan berita yang terlalu asing bagi zaman postmodern yang kita hidupi sekarang ini. Segala jenis cara pandang hidup yang begitu berpusat pada diri dan pada kesenangan sementara sudah meracuni kita dengan perasaan asing jika harus berkorban bagi Tuhan.

Hal berikutnya yang Tuhan inginkan bagi umat yang siap menyatakan pengenalan akan siapakah Kristus adalah kerelaan untuk menjadi orang benar. Menjadi orang jujur dan benar di tengah-tengah dunia yang penuh dengan ketidakjujuran dan kejahatan adalah sangat sulit. Tetapi inilah yang dituntut Tuhan bagi orang Israel yang masih mau setia kepada Dia. Tuhan memanggil Israel pulang dari pembuangan dengan jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan ketika Tuhan memanggil mereka keluar dari Mesir. Tetapi dari yang kembali dari pembuangan, lebih kecil lagi jumlah orang yang rela hidup benar dan setia kepada sifat moral yang suci. Tetapi umat yang seperti inilah yang akan dipersiapkan oleh Yohanes Pembaptis, yang dijuluki Elia pada bagian ini. Elia akan datang dan mempersiapkan hati umat-Nya untuk kembali kepada Tuhan dan kembali kepada relasi yang benar dengan sesamanya.

Siapakah umat ini? Mereka adalah orang-orang yang akan menerima Tuhan Yesus. Mereka akan mengikuti Yohanes Pembaptis hingga saatnya Tuhan Yesus datang. Setelah kedatangan Tuhan Yesus mereka akan meninggalkan Yohanes Pembaptis dan menjadi murid-murid Tuhan Yesus. Mereka inilah yang akan menjadi saksi dari pelayanan dan pengajaran Tuhan Yesus. Merekalah yang membawa berita Injil dari Yerusalem sampai ke ujung dunia. Israel menanti-nantikan Sang Mesias, tetapi hanya sekelompok kecil orang yang disiapkan Yohanes Pembaptislah yang akan setia menantikan dan memperoleh janji itu dengan menerima Yesus ketika Dia datang sebagai manusia.

Inilah bagian terakhir yang kita bahas dari Perjanjian Lama. Setelah Maleakhi akan ada 400 tahun Tuhan tidak berfirman. Kerajaan Persia akan dihancurkan oleh kerajaan Makedonia, di bawah pemerintahan Aleksander Agung. Aleksander Agung mati dan empat Jendralnya membagi wilayah kerajaannya yang sangat luas. Setelah itu muncullah kerajaan ke empat dalam mimpi Daniel. Kerajaan Romawi yang besar. Di bawah pimpinan Kaisar Oktavianus (atau Augustus), kuasa Romawi terus menancap di daerah Israel. Di bawah pimpinan Kaisar ini jugalah, tanpa diketahui oleh dunia ini, Sang Raja itu datang. Ketika itu Israel sangat rusak. Imam-imam yang korup memerintah di Yudea. Setelah itu kuasa para imam itu dibungkam oleh Romawi dan diserahkan kepada Herodes Agung. Pembagian wilayah Israel tanpa melibatkan mereka dilakukan dengan sewenang-wenang. Dalam keadaan politik yang hancur, keadaan agama yang tanpa iman sejati, dan keadaan ekonomi yang sangat miskin, lahirlah Anak Daud.

Doa:
Tuhan, kami mohon supaya kami boleh dijadikan bagian dari umat Tuhan yang sejati, yang setia melayani Tuhan dan dipakai Tuhan untuk menyambut kedatangan Kristus. Pakailah kami dan kuduskanlah kami, ya Tuhan. Kami rindu memproklamasikan nama Kristus dan kami rindu menyambut kedatangan-Nya dengan segera. (JP)