Renungan Harian 224 (Rabu, 10 April 2019)

Penguasa Alam Semesta

Devotion from :

Matius 8:23-34

Di dalam bacaan hari ini Tuhan Yesus menyatakan kuasa-Nya atas alam dan atas kuasa jahat. Dia berkuasa atas danau, angin, dan juga kuasa jahat. Tidak ada yang tidak tunduk kepada kuasa yang dimiliki oleh Kristus Yesus. Ayat 23-27 mengisahkan ketika Yesus naik perahu bersama dengan murid-murid-Nya. Perahu itu umumnya hanyalah perahu kecil untuk beberapa orang saja. Ketika mereka sedang di tengah-tengah danau, angin ribut pun mengamuk. Ayat 24 mengatakan bahwa Yesus tidur. Ketika murid-murid mengalami ketakutan yang sangat, Yesus dengan tenang beristirahat. Dia menyerahkan segala kekhawatiran akan nyawa-Nya ke dalam tangan Sang Bapa. Dia tidak gelisah memikirkan apa yang akan terjadi kepada diri-Nya karena tangan Allah Bapa yang memelihara Dia. Ketenangan Yesus berbeda dengan reaksi para murid. Mereka begitu ketakutan di tengah-tengah amukan air danau yang menjadi bergelombang. Dengan penuh ketakutan mereka membangunkan Yesus Kristus yang segera menegur ketidakpercayaan mereka. Jika mereka sedang bersama-sama dengan Yesus, perlukah mereka takut? Seharusnya tidak. Tetapi mereka belum mengetahui bahwa Dia berkuasa atas alam semesta. Maka Yesus menghardik danau itu hingga air menjadi begitu tenang dan teduh. Kristus adalah Tuhan atas alam semesta. Dia berfirman, maka alam tunduk kepada Dia. Dia menyatakan kehendak-Nya dan seluruh ciptaan menaati Dia. Demikian juga angin ribut dan danau.

Angin ribut dan air yang bergelombang sering kali diidentikkan dengan kuasa jahat. Laut yang bergelora pun sering kali dianggap sebagai bagian dari kuasa kekacauan yang gelap dan jahat. Setan, atau hantu, atau apa pun kuasa jahat itu, itulah makhluk-makhluk yang menguasai laut dan danau. Kepercayaan bahwa di danau besar ada kuasa jahat itu diruntuhkan juga oleh mujizat Tuhan Yesus. Yesus berkuasa atas alam, bukan kuasa jahat. Roh jahat tidak mempunyai otoritas apa pun atas alam. Tuhanlah yang memilikinya. Itulah sebabnya mujizat ini ingin memberitahukan kepada kita untuk takut akan Tuhan. Jangan takut setan! Setan tidak perlu ditakuti. Setan hanya perlu diwaspadai tipu dayanya. Tetapi takutlah akan Tuhan, Dialah yang berkuasa atas segala sesuatu. Segala sesuatu! Tidak ada apa pun yang tidak di bawah kuasa dan kedaulatan-Nya. Maka reaksi para murid di dalam ayat 27 menjadi mudah dimengerti. Mereka begitu kagum dan bertanya satu sama lain, “Siapakah Dia ini sehingga angin dan danau pun tunduk kepada-Nya?”

Kekaguman para murid masih akan berlanjut karena di dalam ayat 28-34 Tuhan Yesus menyatakan kuasa-Nya atas ribuan setan yang merasuki dua orang manusia. Bayangkan betapa sengsaranya kedua orang itu. Mereka dirasuki oleh satu legiun setan (Luk. 8:30). Satu legiun tentara Romawi terdiri dari lebih dari 5.000 orang tentara. Berarti orang ini dirasuk oleh lebih dari 5.000 setan? Mungkin demikian. Yang pasti 2.000 ekor babi dirasuki oleh mereka setelah mereka diusir oleh Yesus (Mrk. 5:13). Kerasukan setan merupakan kejadian yang sangat mengerikan dan sulit dijelaskan dengan akal sehat. Tubuh seseorang bisa berubah, suaranya menjadi lain, dan tanda-tanda luka yang aneh-aneh dapat mendadak muncul. Orang yang dirasuk pun dapat mempunyai kekuatan yang melampaui kekuatan manusia normal. Markus 5:4 mengatakan bahwa orang yang kerasukan setan ini bahkan dapat memutuskan rantai yang dipakai untuk mengikat mereka. Tetapi seberapa besar pun kuasa setan, mereka tidak sanggup tahan berdiri di hadapan Yesus dari Nazaret. Ketika Yesus tiba di tempat itu para setan itu pun ketakutan dan sujud menyembah. Setan sangat mengerikan, tetapi bagi setan-setan, Yesus Kristuslah yang sangat mengerikan. Yesus Kristus berkuasa atas nasib kekal seluruh malaikat pemberontak itu. Yesus Kristus berkuasa atas nasib kekal penghulu setan, Iblis, dan juga atas seluruh malaikatnya yang telah menantang Tuhan. Maka orang yang kerasukan setan itu pun sujud kepada Kristus dan kemudian Kristus mengusir setan-setan itu untuk membebaskan orang yang dirasuk itu. Tuhan Yesus berkuasa atas alam. Tuhan Yesus berkuasa atas setan-setan. Tuhan Yesus berkuasa atas segala ciptaan.

Setelah orang itu disembuhkan maka para penjaga babi melaporkan Yesus kepada orang-orang kota itu. Mereka ketakutan atas apa yang terjadi. Belum lagi kerugian yang begitu besar karena lebih dari 2.000 babi mati sia-sia. Mereka mendesak Yesus supaya pergi karena kedatangan Yesus membawa keburukan bagi kondisi ekonomi mereka. Karena Yesus, mereka harus kehilangan 2.000 babi. Tetapi mereka tidak mau melihat fakta bahwa ada seorang manusia telah diselamatkan dari belenggu setan.

Untuk direnungkan:
Kristus berkuasa atas alam dan atas kuasa jahat. Apakah yang dapat kita renungkan dari hal ini? Yang pertama adalah bahwa para murid harus mengandalkan kekuatan Tuhan untuk mengerjakan apa pun. Hanya Tuhan yang Mahakuasa. Hanya Dia yang mengatasi seluruh ciptaan. Jika Dialah yang memiliki kuasa untuk mengatur seluruh ciptaan, maka orang yang berbahagia adalah orang yang menyerahkan seluruh hidupnya, semua yang dia miliki, kepada Yesus Kristus. Siapa yang menyerahkan hidup kepada Kristus, dia akan melalui begitu banyak hal di dalam hidup dengan penyertaan dan pimpinan Tuhan. Siapa yang memegang sendiri hidupnya, dia telah melakukan tindakan yang sangat bodoh, yaitu berserah kepada kekuatan tangan sendiri yang sangat kecil. Siapa sanggup mengatur dunia ini? Hanya Tuhan. Siapa sanggup mengatur alam? Hanya Tuhan. Siapa sanggup menaklukkan kuasa jahat? Hanya Tuhan. Siapa yang kita percayai? Diri sendiri. Bukankah ini suatu kebodohan? Tetapi inilah yang kita lakukan kalau kita menolak Tuhan berkuasa atas hidup kita. Kita mau pakai sendiri uang kita, mengabaikan perpuluhan, mengabaikan persembahan, mengabaikan pekerjaan Tuhan, dan mengabaikan keterlibatan di dalam berperang bagi Kerajaan Surga. Ini semua adalah ciri-ciri orang yang mengandalkan tangan sendiri. Kalau kita berserah kepada Tuhan, berarti kita menyerahkan semua kepada Tuhan untuk Dia pelihara. Alangkah kurang ajarnya kalau kita menyerahkan sebagian milik kita kepada Tuhan hanya untuk Dia jaga. Menyerahkan bukan menitip untuk dijaga. Menyerahkan berarti sekarang menjadi milik Tuhan. Dan sebenarnya apa yang kita serahkan itu toh memang milik Tuhan. Kita menyerahkan apa yang memang berhak Dia miliki. Pasrahkan hidup kita kepada Tuhan dengan ketaatan dan keberserahan total.

Hal kedua yang dapat kita renungkan adalah nilai seorang manusia di mata Tuhan dan di dalam pandangan setan. Manusia begitu berharga bagi Tuhan sehingga siapa pun yang menyerahkan dirinya kepada Tuhan, dia akan menjadi seorang yang hidup di dalam kelimpahan damai sejahtera dan bimbingan Tuhan. Dia akan menjadi makin baik dan makin hidup di dalam kekudusan dan dignitas. Tetapi setan ingin membuat manusia hancur. Setan ingin manusia kehilangan kemanusiaannya. Manusia adalah gambar Allah. Inilah yang ingin dihancurkan setan. Dia ingin membuat gambar Allah menjadi coreng-moreng penuh kotoran untuk mempermalukan Allah, tetapi Kristus lebih kuat dan lebih berkuasa dari setan. Dia hanya perlu berfirman, dan setan pun lari dari pada-Nya. Puji Tuhan karena kita dikasihi dan dihargai oleh Tuhan. Perhatikan bagaimana Tuhan Yesus menyatakan kedaulatan-Nya karena setan-setan pun harus meminta izin-Nya untuk melakukan segala sesuatu. Tuhan Yesus yang berdaulat itu sekarang rela menyerahkan kuasa-Nya dan kekuatan-Nya untuk menebus manusia. Dia rela menjadi hina dan rela disiksa, bahkan mati di kayu salib untuk membebaskan kita semua dari kuasa dosa. Kasihilah Yesus! Kagumilah Dia! Taatilah Dia! Hormat dan sujudlah kepada Dia!

Doa:
Tuhan, kami bersyukur sebab seluruh alam tunduk kepada-Mu. Kami bersyukur sebab seluruh bumi dipelihara oleh Tuhan. Kami bersyukur sebab seluruh sejarah diatur oleh-Mu. Kami bersyukur karena Yesus Kristus yang berkuasa atas alam dan atas kuasa jahat, adalah Juru Selamat dan Tuhan kami. Pimpin kami, ya Yesus Kristus, untuk meneladani hidup-Mu dengan sesempurna mungkin. (JP)