Renungan Harian 237 (Selasa, 23 April 2019)

Kuasa atas Setan

Devotion from Matius 12:22-37

Bacaan hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mengusir setan. Cara Yesus mengusir setan merupakan suatu pameran otoritas ilahi atas kuasa jahat. Setan tidak sanggup menghadapi Yesus. Setan tidak perlu ditakuti jika ada kuasa Yesus. Setan tidak bisa bertahan di hadapan Yesus. Yesus memberikan perintah maka setan pun tidak sanggup melawan otoritas ilahi yang dimiliki Yesus. Yesus adalah Anak Allah yang disembah, bahkan oleh setan sekalipun. Pengulu setan sekalipun hanya bisa sujud dengan wajah mencium tanah di hadapan Yesus, dan Yesus akan meletakkan kaki-Nya di tengkuk Iblis, pemimpin para malaikat pemberontak itu. Itulah sebabnya di sepanjang sejarah manusia, belum pernah ada pameran kuasa sebesar yang dilakukan oleh Yesus. Itulah juga sebabnya, tuduhan orang-orang Farisi yang dilontarkan mereka merupakan tuduhan yang sangat berani, tetapi sangat bodoh. Setelah Yesus mengusir setan dengan otoritas Anak Allah yang Dia miliki, orang Farisi segera menuduh Dia memakai kuasa Beelzebul, penghulu setan, untuk mengusir setan. Tuduhan yang terlalu berani dan dilontarkan karena hati mereka telah dikuasai oleh marah, iri hati, dan dengki. Tuduhan yang didorong oleh pujian orang-orang yang mengatakan bahwa Yesus ini adalah Anak Daud. Tuhan Yesus memberikan jawaban yang segera memamerkan kebodohan mereka.

Yang pertama Tuhan menyatakan bahwa setan tidak terpecah-pecah. Jika mereka terpecah-pecah tentu kerajaannya tidak akan bertahan. Jika penghulu setan mengusir bawahannya, maka kerajaan setan tidak perlu dihancurkan oleh kedatangan Kerajaan Allah. Tetapi tradisi Yahudi mengakui bahwa kerajaan setan harus dihancurkan dengan kedatangan Allah yang membawa seluruh pasukan surgawi-Nya. Mengapa perlu pasukan besar dari surga? Tinggal tunggu setan perang saudara, dan kerajaannya hancur. Tetapi jika pasukan surgawi perlu memerangi setan, berarti kerajaan setan kuat dan bersatu. Kekuatan mereka tidak bisa dihadapi oleh manusia. Setan akan menghancurkan, mengurung, memperbudak, dan membuat manusia mati. Setan akan mempermainkan manusia dan menjadikan manusia budaknya yang dibelenggu selama-lamanya. Tetapi jika setan yang demikian kuat dapat diusir dengan kuasa yang jauh lebih besar dari kuasa setan, bukankah itu berarti Allah yang sedang bekerja? Maka siapa yang menghujat pekerjaan Roh Allah, dia tidak ada harapan lagi. Dia tidak mungkin akan dipakai Tuhan. Bahkan dia tidak mungkin menjadi bagian dari umat Allah di dalam Kristus.

Jawaban Yesus yang kedua adalah pengusiran setan oleh murid-murid orang Farisi. Orang Yahudi melakukan ritual pengusiran setan yang mirip dengan ritual pengusiran setan dari gereja Katolik saat ini. Kadang-kadang dengan ritual-ritual yang melibatkan pengolesan minyak, atau percikan air, dengan membaca doa-doa tertentu, dan dengan peperangan batin yang sangat berat. Kadang-kadang orang yang kerasukan setan akan melawan dan mengalahkan mereka semua. Pengusiran setan selalu melibatkan ritual yang panjang dan melelahkan. Tetapi Yesus hanya mengatakan, “pergilah…” dan setan pun pergi (Mrk. 9:26). Dia pernah memerintahkan setan pergi dari tempat yang jauh dan tanpa melihat orang yang kerasukan (Mrk. 7:29). Bagian lain bahkan Yesus “memberi izin” kepada mereka untuk pindah (Mat. 8:31-32). Setan-setan berteriak minta ampun supaya tidak dihakimi sebelum waktunya (Mrk. 5:7). Setan-setan sujud di kaki Yesus sebelum Dia mengusir mereka (Luk. 8:28). Yang Yesus ingin nyatakan adalah, jika murid-murid orang Farisi memakai kuasa Allah, sedangkan Yesus memakai kuasa penghulu setan, mengapa kuasa penghulu setan lebih berkuasa? Mengapa kuasa Allah kurang kuasa? Inilah sebabnya tuduhan orang Farisi begitu bodoh. Mereka menghina Tuhan karena murid-murid mereka, atas nama Tuhan, mengalami kesulitan sangat besar untuk bisa melawan orang yang kerasukan sementara Yesus justru memberikan kuasa besar yang membuat setan tunduk dan ketakutan menghadapi Dia.

Yesus melanjutkan dengan mengatakan bahwa tanda-tanda mujizat yang Dia lakukan – mengusir setan dengan kuasa sebesar itu – adalah tanda bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Kerajaan Allah telah hadir karena Kristus Sang Raja sudah hadir. Dengan kehadiran Kristus dan kuasa yang menyertai Dia, berarti Kerajaan Allah sudah akan dinyatakan di bumi. Dengan tanda-tanda kuasa ilahi yang Yesus berikan, maka sebenarnya reaksi yang tepat adalah sujud dan percaya kepada Yesus sepenuhnya. Kedatangan Kerajaan Allah jugalah yang membuat Yesus mengatakan bahwa Dia akan menyatakan kerajaan-Nya bersama-sama dengan orang-orang yang mengumpulkan bersama-sama Dia. Yesus tidak ingin memberikan kesabaran-Nya kepada orang-orang Farisi itu lebih lama lagi. Jika mereka terus menerus merusak pekerjaan yang dilakukan-Nya, maka orang-orang Farisi itu akan dikeluarkan dan dianggap sebagai pengacau. Siapa yang tidak menjadi pendukung pekerjaan yang sedang Allah kerjakan, dia sedang menjadi pengacau yang akan Allah taklukkan. Siapa yang tidak mengumpulkan bersama Allah, dia sedang menceraiberaikan bersama dengan Iblis. Dengan kuasa Iblis, sang penghulu setanlah orang-orang Farisi menceraiberaikan umat Tuhan dan merusak pekerjaan Tuhan.

Siapa yang menjadi milik setan akan memiliki hati yang kotor, sama seperti setan juga kotor dan cemar. Dan dari hati yang kotor dan cemar itulah akan keluar segala bentuk kata-kata kasar dan hujat. Roh najis itu akan menyatakan dirinya dan orang-orang akan tahu apa yang ada di dalam hati orang tersebut. Ketika mulut kita terbuka dan berbicara, kita sedang memperkenalkan diri kita sendiri. Siapa yang setiap membuka mulut mengucapkan kata-kata hujat yang merusak pekerjaan Tuhan, dia adalah milik setan. Orang-orang Farisi menjadi milik setan bukan karena mereka dengan sukarela menyerahkan diri kepada setan. Mereka menjadi anak-anak setan yang memperkenakan Iblis sebagai bapa mereka karena mereka begitu berpusat pada golongan mereka sendiri. Siapa yang cinta golongannya lebih dari cinta Tuhan, dia akan masuk dalam jerat Iblis dan menjadi kaki tangannya untuk merusak pekerjaan Tuhan.

Mari mohon supaya Tuhan membukakan mata kita sehingga kita dapat melihat pekerjaan yang Tuhan sedang kerjakan. Inilah cara supaya kita tidak menghina pekerjaan Tuhan dan mengabaikan apa yang Dia nyatakan kepada kita. Biarlah Tuhan sendiri yang membagikan kehendak-Nya kepada kita bersama-sama sehingga kita semua dapat dikuasai oleh pengertian yang benar tentang segala sesuatu. Jangan sampai kesempitan hati kita dan keegoisan kita yang mementingkan diri sendiri dan lembaga sendiri, atau gereja sendiri, atau badan pelayanan kita sendiri dipakai oleh setan sehingga kita menentang pekerjaan yang sedang Tuhan pimpin. Dari hati yang cinta Tuhan, dari hati yang penuh cinta kasih kepada Tuhan dan sesama, dari hati yang penuh dengan kerendahan hati dan kekudusan, niscaya setiap kata-kata yang keluar dari mulut kita akan memberkati orang lain. Tetapi hati yang cemar tidak akan lama dinyatakan oleh mulut kita. Cepat atau lambat mulut kita tidak sanggup menutupi bau busuk yang muncul dari hati yang kotor. Kiranya Tuhan memberkati kita, memberikan hati yang bersih kepada kita, dan ucapan mulut kita yang memberkati orang lain.

Untuk diingat:

  1. Kuasa Tuhan melampaui kuasa apa pun. Biarlah kita ingat hal ini agar terus memberikan hormat kepada Dia dan menjalani hidup yang kudus di hadapan Dia. Jangan takut setan, karena Tuhanlah yang berhak menerima perasaan takut kita. Jangan gentar kepada kuasa jahat, karena tidak ada dari mereka yang sanggup membinasakan kita. Allah sanggup membinasakan kita, maka kepada Dia sajalah manusia harus gentar.
  2. Biarlah hati kita terus tulus dan murni di hadapan Tuhan. Hati yang kotor akan dinyatakan oleh ucapan mulut kita. Hati yang tulus dan murni akan dinyatakan dengan ucapan mulut yang menyenangkan Tuhan dan memberkati sesama.
  3. Biarlah kita semakin mengagumi pekerjaan Tuhan yang dengan perlahan-lahan menaklukkan kejahatan. Kiranya Tuhan segera menggenapi pekerjaan-Nya dan menaklukkan kuasa jahat dan Iblis ke bawah kaki Yesus. Kiranya kita semua boleh menjadi orang-orang yang mengumpulkan jiwa-jiwa bersama dengan Tuhan Yesus, dan bukan yang mengacaukan bersama dengan Iblis.

Doa:
Tuhan, tolong kami untuk takut akan Tuhan dengan perasaan penuh kasih dan kagum. Biarlah kami ingat bahwa tidak ada yang berkuasa seperti Engkau berkuasa. Ajari kami rasa takut akan Tuhan. Perbaiki hati kami, ya Tuhan, sehingga semua ucapan mulut kami memperkenalkan kebenaran dan kekudusan-Mu saja. (JP)