Renungan Harian 238 (Rabu, 24 April 2019)

Tanda Yunus

Devotion from Matius 12:38-42

Kemunafikan orang Farisi terus diberitakan oleh Matius. Dalam bacaan kita ini orang Farisi berpura-pura mau menjadi pengikut Tuhan Yesus yang masih mempunyai sedikit ganjalan. Tinggal sedikit lagi maka mereka akan menjadi murid Yesus, asalkan Yesus memberikan tanda. Ini pertanyaan yang menunjukkan kedegilan hati mereka. Apakah masih perlu tanda lagi? Benarlah apa yang dikatakan Paulus dan Yehezkiel. Orang Yahudi menghendaki tanda (1Kor. 1:22) karena mereka bangsa yang tegar tengkuk (Yeh. 2:3-7). Setelah melihat tanda begitu banyak mereka masih minta tanda lagi. Tanda apakah yang mereka harapkan? Orang buta melihat? Yesus sudah memberikan tanda itu. Orang tuli mendengar? Sudah! Setan takluk dan diusir? Sudah! Orang mati bangkit? Sudah! Apakah lagi yang kurang? Tanda seperti apa yang mereka harapkan kalau semua tanda-tanda ajaib yang telah Dia kerjakan tidak mereka anggap sama sekali? Itulah sebabnya Tuhan Yesus merespons mereka dengan mengatakan bahwa mereka adalah angkatan yang jahat dan tidak setia (ay. 39). Tuhan menegur mereka dengan hardikan yang sangat keras. Mereka hanya akan mendapatkan tanda nabi Yunus. Apakah tanda Yunus itu? Tuhan Yesus menjelaskan bahwa tanda Yunus adalah bahwa Anak Manusia akan tinggal di perut bumi tiga hari tiga malam. Tetapi hal lain lagi yang sangat dimengerti oleh ahli Taurat dan orang Farisi adalah bahwa Yunus menjadi tanda penghakiman bagi Niniwe. Yunus menjadi alat menyatakan peringatan Tuhan bagi kota besar dari Asyur itu setelah dia keluar dari perut ikan besar yang menelan dia. Inilah peringatan yang secara implisit mau dinyatakan oleh Tuhan Yesus. Dia akan tiga hari ditelan oleh kematian, tetapi setelah itu Dia akan bangkit untuk menghakimi manusia. Penghakiman oleh Yunus terjadi setelah dia dikeluarkan dari perut ikan, dan penghakiman oleh Yesus terjadi setelah Dia dibangkitkan dari antara orang mati. Tanda yang dialami oleh orang Farisi dan ahli Taurat adalah bahwa setelah bangkit dari kematian Yesus akan menghakimi mereka. Kecuali mereka bertobat sama seperti Niniwe bertobat, mereka akan segera ditunggangbalikkan (Yun. 3:4). Tanda Yunus adalah tanda penghakiman yang menuntut respons pertobatan dengan segera. Penghakiman segera akan datang, cepat bertobat!

Tetapi pada bagian ini Tuhan Yesus tidak mau meninggikan diri-Nya sendiri. Dia tidak mengatakan bahwa setelah tiga hari di perut bumi Anak Manusia akan menghakimi setiap orang. Siapa yang menolak Dia akan dihukum dengan berat. Dia tidak memberitakan itu tetapi Dia mengatakan bahwa yang akan bangkit adalah orang Niniwe dan ratu dari Syeba. Mengapa orang Niniwe dan Ratu Syeba? Karena baik orang Niniwe maupun ratu Syeba tidak tertarik kepada mujizat dan tanda-tanda. Orang Niniwe bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus. Mereka bahkan tidak tahu kalau Yunus sempat berada di perut ikan selama tiga hari. Mereka bertobat karena firman! Mereka tidak bertobat karena mujizat. Siapa yang mencari mujizat akan dihakimi oleh orang Niniwe yang bertobat karena firman, yang sebenarnya jauh lebih berkuasa dari pada tanda apa pun. Allah menjadikan langit dan bumi dari tidak ada menjadi ada dengan firman! Firman lebih berkuasa dari tanda ajaib apa pun. Itu sebabnya orang Niniwe yang akan bangkit lalu orang Yahudi dihakimi oleh mereka. Orang Yahudi menghina Yesus dan masih meminta tanda padahal Yesus jauh lebih berkuasa dari pada Yunus. Jika Niniwe bertobat karena Yunus, apalagi jika mereka mendengar Yesus! Demikian juga Ratu Syeba mengadakan perjalanan yang sangat jauh untuk mencari hikmat Salomo. Dia tidak datang karena mendengar Salomo mampu mengerjakan tanda-tanda mujizat. Dia datang untuk mendengar hikmat Salomo. Itu sebabnya ratu ini pun akan menjadi ukuran bagi penghakiman untuk Israel. Israel masih meminta tanda padahal Yesus jauh lebih berhikmat dari pada Salomo. Jika hikmat Salomo saja membuat Ratu Syeba terkesan, apa lagi jika ratu itu mendengar Yesus mengajar. Tetapi orang Israel menghina Yesus. Mereka, dengan kebodohan mereka yang luar biasa, menghina apa yang paling agung dan bernilai di bumi ini. Mereka menolak Anak Allah yang mempunyai kuasa dan hikmat melampaui semuanya. Celakalah mereka karena kebodohan mereka. Inilah tanda bagi mereka yang berpura-pura mau ikut Yesus.

Ahli Taurat dan orang Farisi akhirnya mendapatkan teguran sangat keras dari Yesus. Jika mereka tidak melihat keagungan Kristus, tidak ada tanda apa pun lagi yang dapat membuat mereka melihatnya kecuali tanda penghakiman terakhir. Kiranya kita dijaga oleh Tuhan sehingga kita tidak jatuh ke dalam dosa yang sama dengan ahli Taurat dan orang Farisi. Kiranya kita diberikan kemampuan untuk melihat kemuliaan Yesus yang mengatasi segala sesuatu. Kuasa-Nya melampaui kuasa semua nabi, dan hikmat-Nya melampaui hikmat Salomo. Jika kita masih mudah ditipu oleh hamba-hamba Tuhan palsu dan mencari segala hal yang sifatnya supra natural, maka kita akan gagal menemukan kebenaran Tuhan. Tuhan bekerja melalui hal yang dianggap “natural” dan Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya di dalam hal yang natural. Tetapi orang yang benar-benar haus akan kebenaran akan menyadari bahwa yang natural saja tidak cukup. Mengapa tidak cukup? Karena diri kita yang penuh dosa perlu dibimbing oleh sesuatu yang berasal dari Tuhan. Kita yang penuh dosa dan kebodohan memerlukan firman yang menegur dan memberikan hikmat surgawi kepada kita. Sadarkah bahwa kita masih sangat jauh dari hidup yang sempurna di hadapan Tuhan? Kita masih sering jatuh ke dalam dosa. Kita masih hidup dengan cara yang bodoh. Itu sebabnya kita perlu firman yang menegur dengan kuasa surgawi, dan firman yang mengajarkan kita hikmat surgawi. Kiranya kita dijauhkan dari mencari hal-hal yang kosong, dan mencari hal-hal yang lebih utama agar hidup kita diperkenan Tuhan.

Untuk diingat:

  1. Mari berdoa kepada Tuhan supaya hati kita dijaga oleh anugerah-Nya sehingga kita tidak menuntut apa-apa dari Tuhan untuk mencobai Dia dan meminta Dia membuktikan diri-Nya. Biarlah kita melihat apa yang telah Allah nyatakan melalui Anak-Nya. Biarlah kita menyadari kemuliaan Kristus yang agung dan mulia, dan yang rela meninggalkan keagungan dan kemuliaan-Nya itu untuk menjadi hina bagi kita semua.
  2. Utamakan firman, bukan tanda mujizat! Orang-orang yang dibenarkan Tuhan menghargai firman, sedangkan orang-orang yang akhirnya binasa adalah mereka yang mencari tanda mujizat. Kiranya Tuhan menolong kita sehingga kita tidak perlu tiba ke dalam penghakiman akhir dan segera bertobat ketika firman Tuhan dinyatakan kepada kita. Kiranya Tuhan menolong dan menguatkan kita supaya kita tidak menjadi orang-orang yang mengabaikan firman dan anugerah hikmat, anugerah yang jauh lebih besar dari segala jenis mujizat. Kiranya Tuhan menuntun kita di dalam firman-Nya dan memberikan kita pengertian hikmat ilahi untuk hidup bagi Dia.
  3. Inilah tanda-tanda ahli Taurat dan Farisi yang dibenci oleh Tuhan Yesus: Mereka meminta tanda padahal tanda-tanda yang sangat penting telah dinyatakan oleh Tuhan. Mereka tidak melihat kemuliaan Yesus karena mereka telah mempunyai standar sendiri untuk tanda-tanda dan kemuliaan. Mereka menolak untuk taat kepada apa yang Tuhan tetapkan. Mereka menentukan sendiri tanda-tanda yang seharusnya. Kiranya Tuhan menjauhkan kita dari sifat seperti ini dan melihat kemuliaan Tuhan di dalam cara yang benar, yang Dia sendiri nyatakan kepada orang-orang yang diperkenan-Nya.

Doa:
Tuhan, kami bersyukur sebab karena kesabaran-Mu sajalah kami dapat percaya kepada Tuhan Yesus. Tuhan tolong kami supaya kami tidak menjadi seperti para ahli Taurat dan Farisi yang buta terhadap apa yang Tuhan sudah nyatakan. Celikkan mata kami, ya Tuhan, sebab kami tidak lebih baik dari mereka. (JP)