Renungan Harian 92 (Rabu, 28 November 2018)

Kemegahan Israel

Devotion from:

1 Raja-raja 10:1-29

Bagian ini mengisahkan kepada kita buah dari hikmat Salomo di dalam memberikan jawaban dan di dalam pengaturan kerajaannya. Hikmatnya makin dikenal dan Tuhan membuat dia dikagumi oleh bangsa-bangsa lain sekalipun. Ini merupakan bagian dari rancangan Tuhan agar Israel menyebarkan pengaruhnya sebagai bangsa penyembah Tuhan ke seluruh dunia. Mengapakah Tuhan memanggil Israel menjadi umat-Nya? Tuhan memanggil mereka supaya mereka dapat menyatakan kepada seluruh dunia bahwa Tuhan adalah satu-satunya Allah (1Raj. 8:59-60). Inilah yang sedang Tuhan kerjakan melalui Israel pada Zaman Salomo. Dia membuat Israel besar agar dunia mengenai Dia sebagai Allah Israel, satu-satunya Allah. Dia juga membangkitkan raja yang demikian berhikmat sehingga dunia mengetahui bahwa hikmat Allah Israel adalah hikmat yang sejati. Itu sebabnya ayat 1 mengatakan bahwa ratu dari Syeba pun datang untuk menanyakan hal-hal sulit kepada Salomo. Ratu yang berasal dari daerah Etiopia itu telah mendengar tentang hikmat Salomo. Bahkan seluruh dunia mengakui Salomo sebagai yang paling berhikmat dibandingkan dengan siapa pun yang hidup pada waktu itu (1Raj. 4:30-31).

Apakah yang dimaksud dengan hikmat? Hikmat adalah seni untuk hidup dengan benar. Hikmat adalah pengetahuan untuk bertindak dengan tepat sesuai dengan situasi yang ada. Hikmat bukanlah pengetahuan saja. Hikmat adalah kemampuan untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki dengan tepat. Hikmat adalah kemampuan untuk mengaitkan segala hal yang diketahui untuk mengambil keputusan yang tepat di dalam hidup. Hikmat selalu berkait dengan kehidupan yang dijalankan. Siapa yang menyelidiki hikmat hanya demi memuaskan rasa ingin tahu, dia bukan orang berhikmat. Salomo dengan hikmatnya menjawab segala pertanyaan dari Ratu Syeba. Tetapi ternyata bukan saja hikmat Salomo yang membuat ratu itu kagum. Dia kagum dengan segala hal, bahkan hal-hal kecil di dalam kerajaan Salomo. Salomo mempunyai pegawai-pegawai yang menjalankan tugas mereka dengan sangat baik. Salomo bukan hanya memahami bagaimana menjalankan kerajaan, tetapi dia juga mampu memberikan kualitas tinggi dalam hal-hal kecil di kerajaannya.

Puji-pujian dari Ratu Syeba sangat tepat. Dia mengatakan bahwa orang-orang yang berada di dekat Salomo harus berbahagia. Pegawai-pegawainya, yang selalu bertemu dengan dia, melihat dia, dan mendengarkan hikmatnya pastilah sangat berbahagia. Ratu itu sendiri menempuh lebih dari 1.500 mil untuk mendengarkan Salomo.1  Ratu Syeba juga dengan tepat memuji Tuhan. Dalam ayat 8 dia mengatakan bahwa karena Tuhan mengasihi Israel, maka Tuhan membangkitkan orang dengan hikmat sedemikian besar seperti Salomo untuk duduk di atas takhta Israel. Hikmat Salomo adalah tanda bahwa Tuhan mengasihi Israel. Dialah sumber segala berkat dan Dialah yang berdaulat untuk memberikannya secara limpah atau menahannya.

Ayat 11-22 menceritakan tentang kekayaan Salomo yang sangat besar. Dia memperoleh keuntungan dari perdagangan-perdagangan yang dia lakukan (ay. 15), dan dia juga telah mengumpulkan begitu banyak barang-barang berharga, sehingga pemberiannya kepada Ratu Syeba bahkan jauh lebih besar daripada pemberian Sang Ratu itu kepada dia (ay. 13). Barang-barang yang diangkutnya dengan menggunakan kapal bahkan telah membuat perak menjadi sama banyaknya dengan batu di seluruh Israel (ay. 27). Kekayaan yang melimpah dan hikmat yang Tuhan berikan di dalam hatinya secara melimpah membuat semua orang ingin menjadi murid Salomo (ay. 24). Dia melampaui raja mana pun dalam hikmat dan kekayaan (ay. 23).

Mengapa Tuhan memberkati Salomo dengan limpahnya? Karena Tuhan ingin menjadikan Israel bangsa milik-Nya di mana damai sejahtera-Nya akan lebih dahulu terjadi. Damai sejahtera-Nya yang akan memenuhi seluruh bumi harus dimulai dari umat pilihan-Nya, yaitu Israel. Tetapi apakah ada syarat sehingga segala kelimpahan, kedamaian, hikmat, dan kekayaan ini bisa terjadi? Ya. Tuhan telah memberikan syaratnya di dalam 1 Raja-raja 3:10-14, yaitu jika Salomo berjalan di dalam jalan Tuhan, memelihara perintah dan ketetapan Tuhan, dan berjalan dengan setia seperti Daud telah setia kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberkati dia. Syarat yang Tuhan tegaskan dan ulangi lagi di dalam 1 Raja-raja 9:3-7. Apakah berkat yang Tuhan limpahkan itu bersyarat? Ya. Bersyarat. Jika Salomo menaati ketetapan dan perintah Tuhan, dan berjalan dengan setia di dalam jalan Tuhan, maka berkat itu akan Tuhan terus berikan. Tetapi jika tidak, maka Tuhan akan menimpakan murka-Nya.

Untuk direnungkan:
Janji Tuhan bukanlah janji yang diberikan tanpa syarat. Ini tidak pernah ada di dalam Alkitab. Allah menuntut ketaatan. Yohanes Calvin di dalam buku Institutes mengatakan bahwa sebagai ciptaan, kita diikat oleh kewajiban mutlak untuk taat kepada Sang Pencipta. Jangan tanya apakah Tuhan sanggup memberi berkat atau tidak, tetapi tanya apakah saya sudah mengerjakan kewajiban mutlak saya sebagai ciptaan-Nya? Allah menciptakan kita untuk kesenangan-Nya. Itulah sebabnya ketika Dia memanggil manusia, Dia menuntut ketaatan dari seluruh umat perjanjian-Nya untuk menjalankan perintah-Nya. Dan ketika Dia mengikat diri-Nya dengan sumpah untuk memberkati manusia (Kej. 22:16-18), Dia sedang menyatakan bahwa diri-Nya rela diikat oleh perjanjian itu sama seperti manusia juga telah diikat. Allah mengikatkan diri-Nya dengan kita yang lebih lemah dan Dia rela menjalankan bagian-Nya itu di dalam perjanjian. Tetapi Dia juga menuntut kita menjalankan bagian kita di dalam perjanjian itu. Adam, Daud, Salomo, dan juga Kristus, adalah wakil dari umat manusia di dalam menjalankan perjanjian itu. Adam mewakili seluruh manusia, Daud dan Salomo mewakili orang Israel, dan Kristus mewakili semua orang yang beriman kepada Allah. Kegagalan para wakil ini berarti kegagalan setiap orang yang diwakili. Adam jatuh, maka semua manusia jatuh di dalam dosa. Daud setia, maka Israel diberkati hingga memuncak pada Zaman Anak Daud. Salomo, jika dia setia, akan menjadi raja yang sangat besar, karena seluruh Israel akan dipimpin oleh Tuhan untuk masuk ke dalam periode kerajaan yang sangat limpah, berkuasa, dan berhikmat. Kristus setia, maka setiap orang yang sungguh-sungguh beriman kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal.

Kita diselamatkan karena perbuatan baik! Tetapi perbuatan baik itu bukan perbuatan baik kita, melainkan perbuatan baik Kristus. Kristuslah yang baik dan sempurna tanpa cacat, maka kita dapat ditebus. Setelah Kristus menebus kita, maka kita menjadi anak-anak Allah yang harus menang atas segala dosa dan pencobaan. Tidak ada lagi alasan untuk terus tenggelam di dalam dosa. Biarlah kita mengingat bahwa Allah menuntut setiap kita untuk sempurna dan taat. Allah menuntut agar iman kita harus senantiasa murni dan diperbarui untuk makin menyerupai Kristus. Inilah yang Allah kehendaki. Tetapi, puji Tuhan, kegagalan kita melakukan semua itu tidak membuat kita binasa. Kristus telah menebus kita dan karena itu kita tidak diperlakukan sesuai dengan kebenaran kita sendiri. Kita diperlakukan sesuai dengan kebenaran Kristus yang sempurna. Tetapi setelah diperlakukan sesuai dengan kebenaran Kristus, maukah kita terus hidup di dalam keadaan rohani yang nyaris mati? Tidakkah kita ingin memperbarui terus komitmen hidup kita untuk setia kepada Tuhan? Kesetiaan kepada Tuhan pasti akan membuat kita diberkati dengan limpah. Berkat apakah yang dengan limpah diberikan kepada kita? Berkat mengenal Allah, dipakai oleh Dia untuk memberkati orang lain, dan berkat diberikan kelimpahan hidup, yaitu hidup yang penuh dengan kerinduan yang terpuaskan akan Allah dan hidup yang penuh dengan kesempatan untuk menjadi berkat bagi orang lain. Itulah kelimpahan hidup yang jauh lebih berharga dari pada segala emas Salomo. (JP)