Renungan Harian 94 (Jumat, 30 November 2018)

Akhir Hidup Salomo

Devotion from :

1 Raja-raja 11:14-43

Dalam bagian ini kita melihat penghukuman yang Tuhan lakukan dalam kehidupan Salomo. Tuhan telah berjanji tidak akan memecahkan kerajaan itu dalam masa hidup Salomo, tetapi Tuhan memberikan penghukuman yang sangat menyedihkan jikalau kita memahaminya.

Mari kita lihat apa sajakah yang telah Tuhan lakukan.

  1. Membangkitkan Hadad, orang Edom.

    Hal pertama yang Tuhan lakukan di dalam ayat 14-22 adalah membangkitkan seorang bernama Hadad. Dikatakan bahwa Hadad adalah anak raja dari Edom. Edom adalah kerajaan yang telah ditaklukkan oleh Daud dan menjadi tunduk kepada Israel sejak penaklukkan itu (2Sam. 8:13-14). Tetapi apa yang dikatakan di dalam bacaan kita ini adalah bahwa ada anak raja dari Edom yang berhasil melarikan diri dan tinggal di Mesir. Dia tinggal di dalam pelarian di Mesir dengan perasaan dendam kepada Israel. Anak ini, yaitu Hadad, disayang oleh Firaun. Salomo sendiri berusaha menjaga relasi politiknya dengan Mesir, dan karena itu dia menikahi puteri Firaun (1Raj. 3:1). Sekarang Tuhan memecahkan relasi itu dengan membuat musuh Israel, yaitu Hadad, menjadi kesayangan Firaun. Setelah Hadad mendengar bahwa Daud dan Yoab telah mati, dia berkeras ingin kembali ke Edom. Dengan kembalinya Hadad ke Edom maka dia akan menjadi ancaman potensial bagi Israel. Edom menjadi daerah yang sulit ditaklukkan dengan adanya orang ini. Inilah hukuman Tuhan yang pertama, yaitu mencabut kekuasaan Salomo atas daerah jajahan di sebelah Selatan.

  2. Membangkitkan Rezon untuk berkuasa di Damsyik.

    Hal berikutnya yang Tuhan lakukan adalah membangkitkan Rezon untuk membebaskan Damsyik dari kekuasaan Salomo. Rezon membenci Israel dan berhasil menjadi pemimpin orang-orang Aram. Kekuasaan Rezon atas Aram, dan perasaan bencinya kepada Israel, membuat Salomo kehilangan kuasa atas daerah jajahan di sebelah Utara. Tuhan mulai memotong daerah Israel dari kekuasaan Salomo. Tuhan tidak mengizinkan dia menjadi penguasa atas daerah yang sangat luas. Sekarang daerah jajahannya satu per satu Tuhan lepaskan dari dia.

  3. Membangkitkan Yerobeam.

    Hal ketiga yang Tuhan lakukan adalah memanggil seorang bernama Yerobeam untuk menjadi raja atas 10 suku Israel. Yerobeam dipanggil oleh Tuhan melalui seorang nabi bernama Ahia. Siapakah Yerobeam? Yerobeam adalah seorang yang sangat tangkas dan pintar mengatur orang. Salomo sangat memercayai dia untuk mengatur para buruh dan pekerja. Yerobeam juga adalah seorang tentara yang sangat pemberani dan perkasa. Maka, atas kepercayaan Salomo, dia menjadi pemimpin para pekerja keturunan suku Efraim dan Manasye yang sangat banyak jumlahnya. Tetapi kemudian nabi Ahia datang kepada Yerobeam, memberikan nubuat dari Tuhan tentang Salomo, dan mengurapi Yerobeam menjadi raja atas 10 suku Israel. Salomo sangat marah dan ingin membunuh Yerobeam. Salomo mulai melihat anak muda ini sebagai ancaman dan berusaha membinasakan dia. Tetapi Yerobeam berhasil melarikan diri ke Mesir dan mencari perlindungan di sana sampai Salomo mati. Hukuman apakah ini? Hukuman ini adalah hukuman yang menjerumuskan Salomo hingga sampai pada level Saul. Dia, sama seperti Saul, iri hati dengan anak buahnya sendiri. Sama seperti Saul iri hati kepada ayahnya, demikian sekarang Salomo iri hati kepada Yerobeam yang adalah ancaman potensial atas kerajaannya. Lalu, sama seperti Daud, ayah Salomo, diurapi menjadi raja ketika raja yang pertama masih memerintah. Pengurapan yang menjadi tanda bahwa Tuhan sudah menolak raja yang sebelumnya. Tetapi jika dahulu Daud ayahnya yang menjadi raja baru, sekarang Salomo menghadapi raja baru yang akan menyingkirkan dia dari takhta kerajaannya.

Lihatlah betapa mengerikannya hukuman Tuhan. Tuhan membangkitkan Salomo. Dia memperkuat daerah-daerah taklukkan ayahnya dan memastikan adanya pasukan pendudukan untuk menjaga keamanan tempat itu. Tetapi Tuhan perlahan-lahan mengambil kembali tempat-tempat taklukkan itu. Di Selatan ada Edom yang telah memilih pemimpin sendiri dan tidak lagi ingin tunduk kepada Salomo. Edom di daerah Selatan sekarang tidak lagi menjadi bagian dari jajahan Salomo. Di Utara pun sama. Rezon menjadi raja atas orang-orang Aram dan karena itu menjadi ancaman potensial bagi Salomo di daerah Utara. Jadi baik Utara maupun Selatan sekarang dicabut dari Israel. Salomo yang memuncakkan daerah kekuasaan Israel dengan tanpa berperang sekalipun, sekarang mengalami daerah kekuasaannya dicabut dari dia tanpa berperang sekalipun. Dan yang lebih parah lagi, Tuhan bukan saja mencabut daerah jajahan di Utara dan Selatan, sekarang Tuhan memberikan ancaman perpecahan dan ancaman atas takhta Salomo dengan membangkitkan Yerobeam. Tuhan membuat Salomo sama keadaannya dengan Saul. Tuhan menghukum Israel karena Salomo. Tuhan menghukum Salomo karena kejahatannya. Tuhan menyatakan penghukuman dengan membalikkan kembali Israel ke dalam situasi di bawah pimpinan Saul. Bayangkan betapa menyedihkannya Israel yang sekarang dihukum Tuhan. Tuhan membawa Israel menjadi bangsa yang sangat kaya dan sangat kuat melalui Salomo dan hikmatnya. Tetapi sekarang Tuhan membawa Israel menjadi bangsa yang mulai miskin dan mulai kehilangan kekuatannya juga melalui Salomo dan kebodohannya meninggalkan Tuhannya.

Bagian terakhir menutup kehidupan Salomo dengan catatan menyedihkan. Salomo pada akhirnya mati. Tidak ada catatan mengenai perpindahan takhta yang berlangsung dengan hormat dan penuh makna seperti ketika dia mendapatkan takhtanya dari Daud. Tidak ada penjelasan tentang Salomo diperkenan oleh Allah seperti Daud diperkenan oleh Allah. Salomo mati setelah memerintah atas Israel selama 40 tahun dan selama itu pulalah dia melewati masa pemerintahan yang penuh dengan hal-hal bermakna. Baik ketika Tuhan mengangkat dia maupun ketika dia jatuh ke dalam dosa yang menjatuhkan seluruh Israel, semuanya adalah bagian dari 40 tahun berkuasanya Salomo. Salomo, raja Israel, mengawali takhta kerajaannya dengan hikmat surgawi, dan mengakhirinya dengan kehancuran karena dosa dan penyembahan berhala. Dari hikmat surgawi menuju kepada tipu daya berhala. Dari raja yang berkuasa dan berwibawa sebagai penerus takhta Daud hingga menjadi raja kerdil yang mirip dengan Saul di dalam iri hati dan niat membunuh.

Untuk direnungkan:

  1. Mari kita pikirkan sama-sama bacaan kita hari ini. Sadarkah kita kalau seluruh kehidupan manusia dapat dipakai Tuhan untuk mencapai hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya? Tetapi kita juga harus sadar kalau banyak hal yang akan dirusak begitu seorang manusia tidak mau tunduk kepada hikmat Allah dan kekudusan firman-Nya. Jangan menjauhkan diri dari Tuhan. Kita tidak lagi akan dipakai oleh Tuhan kecuali jika kita tetap hidup dengan cara yang berkenan kepada Tuhan. Betapa merusaknya dosa! Bukan saja dosa merusak orang-orang yang melanggar firman Tuhan, tetapi dosa juga merusak manusia sehingga manusia tidak lagi mirip manusia. Manusia menjadi mirip binatang kalau tetap menolak untuk hidup bagi Tuhan.

  2. Mari renungkan juga akhir hidup Salomo. Akhir hidup yang sangat menyedihkan. Jika sebelumnya dia berkuasa dan berhikmat, maka kini dia menjadi orang yang telah berbuat dosa demi dosa. Dia sekarang menjadi orang cemar yang melupakan Tuhan dan hidup di dalam kenikmatan diri dan menyenangkan manusia, yaitu istri-istrinya. Sekarang renungkanlah hidup kita! Maukah kita sekarang mengingat-ingat kembali bagaimana Tuhan pernah memakai kita untuk pekerjaan-pekerjaan Tuhan, untuk membangun sebuah keluarga, dan juga untuk memercayakan anak-anak. Pikirkanlah bagaimana semuanya itu akan hancur jika kita tidak mau terus mengikut Tuhan dengan setia. Kiranya Tuhan menolong kita semua untuk memelihara hati yang bersih, perbuatan tangan yang diberkati Tuhan, dan perkataan yang jujur dan mempermuliakan nama Tuhan. (JP)