Renungan Harian 98 (Selasa, 4 Desember 2018)

Kehidupan Yerobeam

Devotion from :

1 Raja-raja 14:1-20

Kisah kehidupan Yerobeam dikisahkan di sini. Apakah yang dikisahkan? Ancaman hukuman Tuhan yang mengerikan, itulah yang dikisahkan. Anak Yerobeam sakit dan Yerobeam meminta petunjuk dari nabi Ahia tentang anak itu. Tetapi, mengetahui bahwa nabi Ahia telah sangat kecewa dengan tindakan Yerobeam, maka dia memerintahkan istrinya saja yang pergi bertanya dengan menyamar agar tidak dikenal oleh Ahia. Tetapi Ahia mengetahui siapa yang berada di dalam penyamaran itu. Ahia segera mengungkapkan dosa-dosa Yerobeam dan memberikan nubuat yang mengerikan. Mari kita lihat dengan lebih teliti:

  1. Yerobeam telah menghina anugerah yang besar dari Tuhan. Tuhan mengingatkan bahwa dia menerima takhta karena Tuhan merobeknya dari Daud. Bayangkan betapa luar biasanya hal ini. Tuhan merobek takhta dari orang yang sangat dikasihi-Nya dan diberikan kepada Yerobeam. Tuhan memberikan keistimewaan yang begitu besar, tetapi Yerobeam gagal menghargainya, menghina Tuhan, dan melakukan banyak sekali kecemaran dan kejahatan. Renungkanlah bagian ini baik-baik. Siapa di antara kita yang diberkati dengan limpah oleh Tuhan, betapa sakit hati Tuhan jika di tengah hal-hal yang Tuhan percayakan dengan limpah ternyata kita berdosa kepada Dia. Anugerah yang Tuhan berikan kepada kita semua adalah anugerah yang harus dipakai untuk Tuhan. Tuhan tidak memberikan apa pun tanpa bertujuan untuk kemuliaan-Nya. Di situlah bahagia kita, yaitu jika kita mempermuliakan nama Tuhan. Tidak ada hal yang lebih bahagia daripada kesadaran bahwa Tuhan sedang memakai dan akan terus memakai kita untuk kemuliaan nama-Nya.

  2. Yerobeam melakukan penyembahan berhala. Ahia mengatakan bahwa Tuhan menghukum dia karena dia adalah orang yang jahat. Dia melakukan tindakan yang sangat dibenci Tuhan, yaitu menyembah ilah-ilah palsu. Apakah ilah-ilah palsu itu? Ilah-ilah palsu tidak ada. Hanya Allah saja pencipta dan penebus. Hanya Allah saja yang layak disembah. Berarti apakah ilah-ilah palsu itu? Ilah-ilah palsu adalah komitmen hati kita yang tidak dengan total diberikan kepada Tuhan. Komitmen total kita yang kita berikan kepada yang lain. Siapa yang hidup hanya untuk uang, sedang menyembah ilah palsu bernama uang. Siapa yang hidup hanya untuk kesenangan, sedang menyembah ilah kesenangan. Siapa yang hidup hanya untuk gengsi, sedang menyembah ilah palsu yang namanya “diri yang hebat”. Siapa yang hidup hanya untuk orang yang dikasihi, sedang memperilah manusia dan relasinya. Tidak ada apa pun yang boleh menyelewengkan arah hati kita dari Tuhan Allah kita.

  3. Yerobeam telah membuang Tuhan. Ayat 9 mengatakan bahwa Yerobeam telah membuang Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan akan membuang dia dan semua keturunannya seperti membersihkan kotoran. Mengapa Tuhan demikian marah? Karena Yerobeam yang telah lebih dahulu membuang Tuhan. Bagaimana mungkin Yerobeam membuang Tuhan? Apakah maksudnya membuang Tuhan? Maksudnya adalah Yerobeam tidak menganggap Tuhan perlu didengar. Ini dosa yang sangat besar. Apakah kita boleh beriman dengan mengatakan bahwa kita percaya Allah ada, tetapi kita tidak berniat untuk taat kepada Dia ataupun mempunyai hati yang takut akan Dia? Tentu saja tidak boleh. Kita tidak boleh menyembah “konsep tentang Tuhan”. Kita sedang menyembah Tuhan. Konsep tentang Tuhan bisa didiskusikan, diajarkan, diperdebatkan, tetapi tidak untuk ditaati atau disembah. Mengapa? Karena itu hanyalah konsep, ide atau pikiran tentang Allah. Tetapi Allah bukanlah konsep yang kosong. Dia adalah Sang Penguasa semesta alam. Dialah Sang Pencipta segala sesuatu. Oleh sebab itu tindakan Yerobeam yang mendirikan anak lembu dan mengatakan bahwa inilah Tuhan adalah penghinaan bagi Tuhan. Dia membuang Tuhan dengan mengaitkan nama Tuhan tetapi menolak untuk mendengarkan Dia dan menaati-Nya.

Karena dosa-dosa tadi maka Tuhan akan membuang Yerobeam. Dia akan membiarkan Yerobeam mati di dalam keadaan sebagai raja, bahkan anaknya akan menggantikan dia, tetapi pada saatnya nanti Tuhan akan menghapus keluarga Yerobeam dan membersihkan Israel dari keturunannya. Tuhan tidak menghargai orang yang tidak menghargai Dia. Tuhan membuang orang yang telah lebih dulu membuang Tuhan dari kehidupannya. Tuhan juga akan menghukum Yerobeam dengan mengambil anaknya yang sedang sakit.

Inilah kisah mengenai raja pertama yang Tuhan bangkitkan bagi Israel setelah mereka dipecahkan dari takhta Daud dan keturunannya. Tuhan memberikannya kepada orang yang tidak layak, dan yang terus menunjukkan ketidaklayakannya dengan terus menerus melawan Tuhan. Dari Saul ke Daud, dari Daud ke Salomo, dari Salomo Tuhan memecahkan Israel dan memercayakannya kepada Yerobeam. Apakah yang Tuhan harapkan dari Yerobeam? Akankah keturunan Yerobeam menjadi dinasti bagi Sang Mesias? Tidak. Keturunan Yerobeam tidak akan menjadi dinasti Mesias karena Tuhan sudah memberikannya kepada Daud dan Dia tidak akan ingkar. Kalau begitu mengapa Tuhan mengizinkan seorang bernama Yerobeam boleh naik takhta? Tuhan mengizinkan dia naik takhta sama seperti alasan Tuhan mengizinkan raja-raja lain naik takhta, yaitu Tuhan mengharapkan mereka tunduk kepada Tuhan, menyembah Dia, menghakimi dengan adil, dan membela perkara orang miskin yang dilanggar (Mzm. 82).

Setelah Yerobeam mati, sejarah Israel akan terus menjadi sejarah dua kerajaan ini, yaitu Israel Utara dan Yehuda di Selatan. Kisah sejarah yang dipenuhi dengan pelanggaran-pelanggaran dan bangkitnya nabi-nabi yang memperingati mereka. Inilah keunikan panggilan seorang nabi. Nabi dipanggil untuk menegur bangsa yang telah sesat. Nabi dipanggil untuk menegur raja, menegur orang-orang penting, dan menegur seluruh bangsa yang telah serong. Tuhan masih mengasihi Israel Utara, meskipun bukan keturunan Daud yang memerintah di sana. Tuhan tetap berjanji akan memulihkan keadaan kedua kerajaan ini (Yer. 30:3; 31:31). Jadi Israel Utara adalah umat Tuhan, dan raja-raja yang memerintah adalah raja atas umat Tuhan. Tetapi mereka tidak akan menjadi generasi yang nantinya menurunkan Sang Mesias sebagai manusia. Namun janji Tuhan kepada para raja ini tetap sama, yaitu kalau mereka setia, maka Tuhan akan mengokohkan takhta mereka sampai selama-lamanya. Tetapi jika tidak, maka Tuhan akan menggantikan dinasti kerajaan yang tidak setia itu dengan orang lain yang akan menjadi kepala dari dinasti raja yang baru. Ini tidak terjadi di Yehuda. Di kerajaan Yehuda Tuhan tetap mendudukkan Daud dan keturunannya untuk menjadi raja. Bagaimana bila mereka tidak setia? Salomo tidak setia dan Tuhan merobek kerajaan-Nya. Jika ketidaksetiaan semakin banyak dilakukan, Tuhan akan membuang. Pembuangan adalah ancaman final bagi Israel dan Yehuda.

Begitu besarnya kasih Allah kepada Israel sehingga Dia tetap mengirimkan nabi-nabi untuk memperingatkan raja-raja dan segenap penduduk Israel jika mereka sedang memalingkan wajah mereka dari Allah. Tuhan memberikan anugerah besar di dalam peringatan-peringatan itu. Kita akan melihat nabi-nabi besar akan Tuhan bangkitkan untuk Israel Utara. Elia dan Elisa adalah dua yang terbesar. Dua orang yang mengerjakan mujizat sangat banyak dan dengan berani mengkhotbahkan firman tanpa kompromi. Kisah tentang nabi inilah yang sebenarnya menjadi tema penting di dalam Kitab ini. Para nabi yang menunjukkan murka, penghukuman, tetapi juga kesabaran, keadilan, dan kasih setia Tuhan bagi umat-Nya. (JP)