Shepherding ke-4 SMA Kristen Ketapang 3

Allah yang kreatif

Selasa, 22 Januari 2019

Allah adalah Allah yang kreatif. Jangan Tanya dimana bukti kekreatifan Allah. Seluruh kehidupan dan seluruh hal yang ada di sekeliling manusia adalah buah dari kreatifNya Allah untuk manusia. Termasuk ketika  manusia dikatakan sebagai seorang yang  kreatif sebenarnya hendak menyatakan bahwa Allah lah yang kreatif di dalamnya. Sesungguhnya tidak ada seorang pun manusia dimuka bumi ini yang kreatif jikalau bukan Allah yang menganugrahkannya kepada manusia.

Kekreatifan Allah banyak kali tidak dapat dijangkau oleh akal pikiran manusia. Mengapa? Karena manusia terbatas dan tidak sempurna. Itu sebabnya jangan ada seorangpun yang memegahkan dirinya jika mampu menghasilkan sesuatu dalam kehidupannya.

Ketika Allah kreatif, Ia membuat segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Dan kekreatifan Allah itu bersifat kekal dan sempurna, selain itu hal yang paling mendasar lagi bahwa ketika Allah kreatif, kekreatifan Allah pastilah untuk menghadirkan berkat, sukacita dan manfaat yang baik bagi manusia dan mahluk hidup lainnya. Berbeda dengan manusia. Kekreatifan Allah tidak dapat dibandingkan oleh siapaun dan manapun.

Itulah sebabnya  apapun yang dapat dihasilkan oleh manusia pastilah bersumber dari apa yang sudah disediakan Allah. Sehingga ini menjadi bukti bahwa kekreatifan manusia tidak murni dari dirinya sendiri dan kekreatifan manusia tidak sesempurna apa yang dibuat oleh Allah.

Allah yang pada dasarnya kreatif tidak pernah memakai kekreatifanNya untuk sesuatu yang jahat. Kekreatifan Allah membawa damai dan manfaat bagi semua mahluk hidup. Demikianlah juga kita yang merupakan buah dari kekreatifan Allah dan sekaligus mahluk yang memanfaatkan kekreatifanNya, sepatutnya  menghasilkan kekreatifan yang juga membawa damai dan manfaat bagi sesamanya.

Memanfaatkan kekreatifan Allah untuk kembali dan bahkan mempertahankan kehidupan manusia di bumi ini dengan baik. Hal ini merupakan printah yang harus kita jalakan sebagai ciptaan Allah yang sungguh amat baik. Ketika Allah berkata beranak cuculah… penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasa …(kej 1:28) hal ini tidak serta merta manusia berkuasa dan menaklukkan dengan seenaknya, atau pun menghilangkan rasa kemanusian dan keadilan. Tetapi manusia juga dipanggil dengan kreatif berkuasa dan menaklukkan bumi dan segala isinya yang semuanya bertujuan untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia. Berkuasa dan menaklukan tidak hanya bersifat menguasai untuk memiliki tetapi mampu mengembalikan dan mempertahankan buah dari kekreatifan Allah itu yang saat ini sudah tidak lagi memberikan kebaikan dan kesejahteraan bagi manusia bahkan mahluk hidup lainnya. Manusia dipanggil mengunakan kekreatifannya itu untuk menghadirkan damai sejahtera bagi kehidupan bersama. Apa yang dapat dilakukan manusia pada alam yang semakin hari semakin rusak karena pemahaman berkuasa dan taklukan yang salah.

… perenungan ini berlanjut dalam shepherding di masing-masing kelompok.  Tiap kelompok diajak untuk melihat seberapa mereka kreatif dan kekreatifan apa yang bisa mereka sumbangkan dan lakukan untuk menjaga dan memelihara buah dari kekreatifan Allah itu yakni bumi dan segala isinya.