Membangkitkan Orang Mati

Devotion from:

2 Raja-raja 4:18-37

Kelanjutan kisah Elisa dengan perempuan dari Sunem ini berlanjut pada bacaan kita hari ini. Perempuan itu telah mendapatkan seorang anak, tetapi kemudian anak itu sakit dan akhirnya mati. Perempuan itu tidak memberitahukan siapa pun tentang kematian anaknya ini. ayat 21-23 menggambarkan bahwa perempuan ini membaringkan anaknya di kamar dan segera pergi kepada Elisa. Suaminya yang menyangka kalau anak itu hanya sakit biasa tidak tahu kalau anak itu sudah mati. Ini terlihat dari responnya di dalam ayat 23. Dengan tenang perempuan itu memerintahkan untuk mempersiapkan seekor keledai betina dan mengatakan bahwa dia akan pergi ke tempat Elisa. Suaminya hanya bertanya, “bukankah ini bukan bulan baru atau hari Sabat?” Ayat 26 mengatakan bahkan perempuan itu tidak mau mengatakan kabar ini kepada Gehazi, hamba Elisa. Dia hanya mau mencurahkan segala hal dalam hatinya kepada Elisa. Dia sujud, memegang kaki Elisa, dan menangis di situ. Ayat 28 menyatakan betapa pedih sakit hati yang diderita perempuan ini.

Maka bagian selanjutnya mengisahkan Gehazi pergi ke tempat perempuan itu untuk meletakkan tongkat Elisa atas anak itu. Ayat 31 mengatakan bahwa tidak ada reaksi apa pun setelah Gehazi meletakkan tongkatnya atas anak itu. Ayat 33-34 mengatakan bahwa Elisa berdoa kepada Tuhan lalu berbaring di atas anak itu. Elisa berdiri dan berjalan di dalam rumah itu, mungkin sambil terus berdoa kepada Tuhan. Dia terus memohon dan setelah itu berbaring kembali di atas anak itu hingga akhirnya anak itu bersin tujuh kali dan membuka matanya. Alangkah menakjubkannya kisah ini. Elisa membangkitkan orang mati!

Elia dan Elisa adalah dua nabi yang membangkitkan orang mati. Ini belum pernah terjadi sebelumnya dan juga tidak terjadi pada zaman sesudah mereka hingga pada zaman Tuhan Yesus. Orang mati bangkit menjadi tanda bahwa kuasa Allah yang memulihkan sedang dinyatakan. Allah berkuasa menyatakan pekerjaan yang sangat menakjubkan ini untuk menunjukkan kepada umat-Nya bahwa Dialah yang memegang kuasa atas maut. Dia membangkitkan siapa yang Dia ingin bangkitkan. Dia berbelas kasihan kepada siapa yang Dia mau berikan belas kasihan. Tetapi semua yang Dia kerjakan, selain karena belas kasihan-Nya, juga adalah untuk menunjukkan kuasa-Nya yang besar. Dia akan memulihkan kerajaan-Nya. Israel dan Yehuda akan menjadi seperti bangsa yang mati setelah mereka dibuang. Tidak ada jejak kemuliaan mereka sama sekali. Mereka mati di tangan Asyur dan Babel yang mengalahkan mereka dan menghancurkan mereka sama sekali. Tetapi Tuhan berkuasa bukan hanya memberikan pemulihan, tetapi juga kebangkitan. Tuhan berkuasa membangkitkan apa yang sudah mati.

Sejak bangkitnya Elia, dan sekarang dilanjutkan oleh Elisa, Tuhan menyatakan tanda-tanda yang semuanya akan dikerjakan juga oleh Tuhan Yesus. Mereka mengerjakan sesuatu yang menjadi lambang kuasa Allah di mana Kristus adalah penggenap dari segala lambang kuasa Allah itu. Mereka membangkitkan orang mati. Kristus membangkitkan orang mati. Elia menurunkan api dari langit dan Elisa dijaga oleh pasukan malaikat dengan kereta berapi (2Raj. 6:16-17). Kristus mempunyai kuasa untuk menurunkan api dari langit (Mat. 3:11; Luk. 12:49) dan pasukan malaikat menjaga Dia (Mat. 4:6) dan tunduk kepada perintah Dia (Mat. 13:41). Semua ini adalah pernyataan kuasa Allah untuk merestorasi seluruh dunia ini. Allah membangkitkan apa yang sudah mati melalui Elia, Elisa, dan juga Kristus. Kristus bukan hanya membangkitkan orang mati, tetapi Dia sendiri juga bangkit dari kematian sebagai tanda kegenapan penebusan bagi manusia (Rm. 4:24-25).

Apakah tanda yang mau dinyatakan melalui orang mati yang bangkit ini? Yang pertama adalah bahwa ini merupakan pengharapan orang yang telah sungguh-sungguh percaya kepada Allah dan beribadah kepada Dia dengan sepenuh hati. Elia dan Elisa tidak membangkitkan orang mati sebagai bentuk pameran kepada seluruh Israel, tetapi hanya kepada keluarga dari orang yang telah mati itu, yakni ibunya sendiri. Ketika mereka melihat anak mereka dibangkitkan kembali, maka pengharapan mereka akan restorasi dan pemulihan yang akan Tuhan kerjakan menjadi makin besar. Mereka akan makin merindukan Tuhan memulihkan segala sesuatu. Inilah pengharapan yang Tuhan tidak izinkan dinikmati oleh semua orang. Mereka yang mencintai uang, biarlah mereka berharap terus kepada uang mereka dan menemukan bahwa uang mereka tidak pernah bisa menjadi pegangan pengharapan mereka. Mereka yang mencintai kuasa dan keamanan dari kekuatan senjata, biarlah mereka terus berada di dalam pengharapan bodoh mereka. Tetapi sebagian orang yang diberi anugerah oleh Tuhan menyadari bahwa pengharapan sejati hanya ada pada Tuhan yang bisa memberikan hidup kepada orang yang sudah mati. Hanya kepada Tuhan yang berkuasa atas hidup dan mati.

Yang kedua adalah bahwa mujizat ini merupakan tanda bagaimana Tuhan akan memulihkan umat-Nya. Tuhan membiarkan mereka hingga mereka hancur sama sekali, lalu setelah itu barulah Dia memulihkan keadaan mereka. Bangsa-bangsa di dunia sedang berada dalam keadaan mati. Semua menolak Tuhan dan karena itu mereka sedang mati di dalam pemberontakan dan penghinaan kepada Tuhan. Tetapi Tuhan merestorasi kembali bangsa-bangsa lain sehingga mereka boleh mengharapkan janji Tuhan yang sama dengan orang Israel. Tuhan memanggil semua bangsa untuk berbagian di dalam pokok pohon zaitun yang sejati, dengan menjadi carang yang dihidupkan kembali. Inilah yang dikerjakan oleh Tuhan, memanggil bangsa-bangsa yang berada di dalam gelap dan takluk kepada kuasa kematian untuk berbagian di dalam terang Kristus dan kuasa kebangkitan Kristus.

Untuk direnungkan:

  1. Seluruh tanda-tanda mujizat adalah gambaran dari kuasa Allah yang dilimpahkan kepada kita. Gambaran tersebut bisa berbeda-beda, tetapi apa yang digambarkan itu selalu sama. Jikalau Tuhan memberikan anak kepada seorang perempuan, maka ini adalah gambaran dari belas kasihan Tuhan. Tetapi ini tidak berarti bahwa belas kasihan Tuhan harus ditunjukkan dengan cara yang sama kapan pun. Jika ada keluarga yang tidak diberikan anak, apakah ini berarti Tuhan tidak memberikan belas kasihan kepada mereka? Tentu tidak. Tuhan memberikan belas kasihan, tetapi memakai gambaran yang lain untuk menjelaskan sifat belas kasihan-Nya yang sama. Itulah sebabnya tidak semua orang harus mengalami tanda-tanda yang sama. Ada yang diizinkan mengalami anugerah besar sebagai tanda belas kasihan Tuhan, tetapi ada juga yang tidak. Ada yang mengalami anaknya sakit hingga mati lalu dibangkitkan. Ini tanda kuasa Allah atas maut. Tetapi ini tidak berarti Dia harus membangkitkan semua orang mati dari keluarga orang percaya untuk menyatakan bukti kuasa-Nya. Gambaran yang berbeda dapat saja diberikan, tetapi tetap memberikan pesan yang sama. Marilah kita belajar untuk melihat apa yang digambarkan oleh mujizat yang terjadi di dalam Alkitab lalu mengharapkan supaya sifat Tuhan yang digambarkan oleh tanda mujizat itu boleh kita pahami dan kenali meskipun tidak dinyatakan dengan tanda yang sama dalam kehidupan kita.
  2. Hal kedua yang boleh menjadi perenungan kita adalah kuasa kebangkitan yang Allah nyatakan. Kuasa kebangkitan berarti Tuhan memberikan hidup kepada yang tidak lagi mempunyai hidup. Tuhan memberikan kepada kita tanda-tanda menyatakan kuasa-Nya untuk memulihkan bangsa-Nya. Biarlah kita berharap kepada Tuhan yang tidak pernah kekuarangan kuasa untuk melakukan apa pun. Tuhan tidak kurang kuasa untuk menolong, memberikan pertobatan, memberikan pemeliharaan, dan memberikan pemulihan. Itulah sebabnya kita tidak pernah boleh berhenti berharap kepada Dia untuk hal-hal tersebut. Biarlah dengan tekun kita memohon Tuhan menyatakan kebenaran-Nya dengan kuasa-Nya sambil dengan sabar menantikan, kapankah Tuhan bersedia menjawab doa-doa kita. (JP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *