Kenali 3 Gaya Belajar Anak agar Belajar di Rumah Menyenangkan

Pengirim: Mr.Sam (Guru SKK Jakarta)

Mendampingi anak belajar di rumah selama 14 hari bisa menjadi tantangan sendiri bagi sejumlah orangtua. Anak yang menganggap momen belajar di rumah sebagai “liburan” ini kerap membuat mereka “ogah” belajar.
Bila di sekolah anak didukung situasi dan lingkungan yang kondusif, di rumah anak terbiasa disuguhkan situasi nyaman dengan banyak mainan hingga tontonan. Sehingga, belajar di rumah bisa menimbulkan tekanan bagi anak maupun orang tua.
Mengacu pada “Buku Seri Pendidikan Orang Tua: Mendampingi Anak Belajar Di Rumah” oleh Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), agar proses belajar di rumah menyenangkan, orangtua bisa menerapkan gaya belajar sesuai kebutuhan anak.
Menerapkan gaya belajar yang tepat tak hanya akan membantu anak lebih mudah memahami pelajaran, tetapi juga membuat situasi belajar menjadi menyenangkan.
“Setiap anak memiliki gaya belajar masing-masing. Orang tua diharapkan mengenal dan memahami gaya belajar anak, sehingga memudahkan dalam mendampinginya belajar di rumah,” tulis buku tersebut.
Berikut 3 (tiga) gaya belajar anak (learning style) yang perlu diketahui orangtua.
Visual
Anak dengan gaya belajar visual lebih suka dan mudah menerima informasi dengan cara melihat. Segala hal yang menarik secara visual akan menjadi fokus dan mudah dipahami. Apalagi bila buku-buku yang dibaca memiliki visual yang menarik. Hanya saja, anak dengan gaya belajar ini biasanya memiliki kesulitan mengikuti pelajaran yang disampaikan secara lisan saja tanpa ada dukungan visual.

Kiat bagi orangtua:
1. Gunakan lebih banyak gambar ketimbang kata-kata.
2. Materi belajar dapat disajikan dalam bentuk komik cerita.
3. Lakukan penataan ruang belajar yang nyaman menggunakan dekoratif hasil karya anak.
4. Sediakan spidol warna untuk menandakan hal-hal yang penting di buku.
5. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi atau berwarna.
6. Gunakan multi-media seperti belajar melalui video yang berhubungan dengan informasi yang harus anak pelajari.
7. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
Auditori
Anak dengan gaya belajar auditori biasanya lebih sensitif terhadap suara dan memiliki minat yang tinggi terhadap musik. Ia menjadi kurang tertarik atau mudah bosan bila harus membaca puluhan halaman. Sehingga, untuk bisa mengingat dan memahami pelajaran, anak dengan gaya belajar auditori akan lebih senang belajar dengan cara berdiskusi, mendengarkan dari guru atau pembimbing.

Kiat bagi orangtua:
1. Ajak anak belajar dengan teknik bercerita.
2. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di keluarga.
3. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
4. Gunakan multimedia seperti video pembelajaran dengan mentor yang interaktif.
5. Minta anak mengeluarkan ide atau pendapatnya secara verbal.
6. Buat rekaman tentang poin-poin penting yang ia pelajari selama sehari. Lalu, minta anak mendengarkannya kembali sebelum tidur.

Kinestetik
Anak dengan gaya belajar kinestetik akan lebih peka menerima informasi baru melalui aktivitas. Anak akan mengingat lama sebuah pelajaran bila ia bisa menyentuhnya dengan tangan atau kaki. Gaya belajar kinestetik tak akan tahan duduk manis berlama-lama mendengarkan atau melihat tutorial pembelajaran. Tak heran bila anak yang memiliki gaya belajar ini akan belajar lebih baik kalau prosesnya disertai kegiatan fisik.

Kiat bagi orangtua:
1. Gunakan alat peraga, misalnya papan tulis kecil sebagai media memecahkan soal. Dengan begitu anak tak hanya akan duduk diam selama belajar.
2. Bila sedang mempelajari sains dan sangat mungkin dipraktikkan, anak dengan gaya belajar kinestetik akan sangat senang belajar.
3. Jangan paksakan anak untuk belajar di meja sampai berjam-jam, ajak anak berjalan-jalan sekitar rumah sambil mengerjakan tugasnya atau ajak ke taman untuk membaca buku.
4. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.