PEMBELAJARAN LINTAS SEKOLAH TEMA : “BELAJAR KEBERAGAMAN”

Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan keberagaman. Keberagaman adalah satu kondisi dalam masyarakat dengan berbagai perbedaan dari segala bidang kehidupan. Kita bisa melihat keberagaman tersebut dari suku, agama, budaya, etnis dan ras. Dimana perbedaan yang ada dalam keberagaman menjadikan Indonesia unik dan dikenal ditengah negara-negara lain. Tentunya, keberagaman yang ada harus diseimbangi dengan sikap toleransi oleh seluruh masyarakat Indonesia agar terciptanya kedamaian antar sesama. Untuk menciptakan toleransi dan penerimaan akan keberagaman perlu adanya sosialisasi dan edukasi di tengah masyarakat. 

Salah satu wadah untuk mendapatkan sosialisasi dan edukasi mengenai keberagaman adalah Pendidikan yang bisa didapatkan dalam sekolah. Untuk mengimplementasikan teori mengenai keberagaman, Selasa (24/8) SMA Kristen Ketapang 1 Jakarta bersama dengan SMA Avicenna Jagakarsa melakukan pembelajaran lintas sekolah dengan membawa tema “Belajar Keberagaman”. Dalam pertemuan singkat yang diadakan oleh guru bidang studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran yaitu Ibu Anita dan Pak Hafid memberikan penjelasan secara singkat mengenai keberagaman dan kondisi bangsa Indonesia saat ini. 

Peserta didik yang mengikuti pembelajaran lintas sekolah berjumlah 47 siswa. Dalam kesempatan belajar bersama, peserta didik dari berbagai latar belakang yang berbeda baik suku, agama, etnis dan ras menjadi satu kesatuan dan melakukan diskusi serta memberikan deklarasi terkait pentingnya toleransi ditengah perbedaan. Pandangan generasi penerus bangsa terkait keberagaman yang ada memberikan dorongan semangat dan menyatakan kebanggaan menjadi anak Indonesia. Dalam diskusi mengenai keberagaman, sejumlah peserta didik memberikan tanggapan terkait latar belakang terjadinya intoleran ditengah bangsa Indonesia. Intoleran merupakan sikap yang tidak menghargai perbedaan yang ada dan dapat menimbulkan paham fanatisme, etnosentrisme dan primordialisme. Intoleran juga timbul karena sikap egois dan kurangnya edukasi mengenai keberagaman. Untuk dapat mengikis paham intoleran dibutuhkan pemahaman mengenai Wawasan Nusantara agar tercipta rasa patriotisme dan nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Pembelajaran lintas sekolah yang terlaksana memberikan contoh nyata kepada peserta didik dalam memandang perbedaan sebagai keindahan dan saling melengkapi satu sama lain. Dalam sesi terakhir pertemuan, sejumlah siswa perwakilan dari masing-masing sekolah memberikan harapannya kepada bangsa Indonesia terkait perbedaan yang ada. Dimana peserta didik berharap bangsa Indonesia semakin bangga akan keberagaman yang ada, memunculkan kembali berbagai budaya dari setiap suku yang ada sampai kepada kancah Internasional, dan menampilkan festival budaya untuk bisa mengenalkan kembali kepada generasi muda akan keberagaman yang ada. 

Keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan indentitas pengenal bagi bangsa Indonesia sendiri, keberagaman haruslah dijadikan sebagai investasi mahal bagi sebuah bangsa terhadap generasi penerus yang akan datang. Melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diharapkan dapat mengenalkan Wawasan Nusantara kepada peserta didik untuk lebih mengenal akan bangsa dan negaranya, mendorong rasa cinta tanah air dan bangga terhadap perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Jika generasi kita mempunyai dasar yang kuat dalam memandang perbedaan sebagai keberagaman yang indah, maka hal tersebut dapat dijadikan sebagai proteksi dan filterisasi terhadap berita-berita bohong dan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah bangsa kita. Semoga kedepanya bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju dan memiliki kehidupan yang damai ditengah perbedaan yang ada, memiliki rasa saling memiliki dan menghormati satu sama lain bahkan menjaga agar tetap bersatu dalam perbedaan.