READY or NOT…???

(@Meyti-KBTK SKK Jakarta)

Memasuki minggu ke empat sejak diterapkannya kebijakan pemerintah “Work From Home” penulis ingin menunjukkan beberapa  gambar yang berbeda terlebih dahulu.

Berdasarkan gambar di atas,  kita dapat melihat apa yang dihadapi orangtua di rumah dan guru yang mengajar secara online dari rumah. Baik orangtua maupun guru masing masing menghadapi situasi yang  “ ready “ dan  “ not ready “ . Awal dari situasi ini tidak sedikit dari orangtua, guru dan siswa “ panik “ menghadapi perubahan situasi ini dan mengalami stres.

Banyak artikel yang membahas tentang dampak dari pandemi Covid 19 terhadap proses belajar mengajar.Apa yang harus dilakukan dan sikap apa yang harus ada ketika berhadapan dengan pembelajaran sistem daring ini.

Di sisi lain ada banyak hal lucu yang terjadi dan menjadi sorotan di dunia pendidikan. Ada yang mengatakan jika itu bentuk keprofesionalan guru dalam menjalankan tugas dan ada juga opini jika hal itu sebagian bentuk atau cara orangtua dalam mengemban tanggung jawab terhadap anak anaknya.

Apapun itu penulis ingin mengungkapkan beberapa hal lucu yang bisa menjadi inspirasi kita dalam menanggapinya.

Contoh :

  1. Ada dua orang anak sedang berkomunikasi lewat telepon

Anak 1 : Gimana rasanya belajar di rumah ?

Anak 2 : Aku tak sanggup lagi, mamaku lebih galak dari ibu guru di sekolah bawaannya marah marah

melulu……..!

  1. Yang guru katakan “ Anak anak mulai besok kalian belajar di rumah !!

Yang orangtua katakan : “Anak anak mulai besok kalian libur …..!!

  1. Video guru mengajar di depan meja dan kursi tanpa ada seorang anak di dalam kelas. Dengan kepercayaan diri yang besar guru itu mengajar seolah olah anak anak duduk di tempat duduknya masing masing.
  2. Seorang guru ketika dalam situasi work from home handphone selalu standby di tangan.

Masih banyak meme yang ditampilkan dan menjadi viral di media sosial. Sebenarnya hal di atas realita yang dihadapi anak selama di rumah dan juga guru yang tetap menjalankan tugas dalam situasi seperti ini. Ketika anak belajar di rumah orangtua diperhadapkan dengan pekerjaan rumah tangga dan mengajar anak . Di tambah dengan sikap anak yang berbeda ketika belajar di rumah dibanding dengan belajar di sekolah. Cukup menjadi alasan  orangtua tiba tiba berubah menjadi “ Singa “. Demikian juga ketika guru harus standby dengan handphonenya disaat dia mempersiapkan materi yang akan disampaikan bahkan ketika guru tersebut juga melakukan pekerjaan rumah tangga. Sehingga tidak mengherankan ketika sedang  video call atau teleconference guru berpenampilan yang sangat berbeda dengan  ketika mengajar di sekolah.

Itulah seni dalam pembelajaran selama physical distancing baik dari orangtua maupun guru. Apapun yang menjadi kendala anak harus tetap belajar di rumah dengan  suasana yang menyenangkan. 3 cara ini mungkin akan menjembatani yang dihadapi orangtua dan guru saat ini,

  1. Tetap menjadi guru yang berkreativitas.
  2. Menjalin komunikasi yang intens dengan orangtua.

Berdoa semoga pandemi Covid 19 segera berlalu.