Kelahiran Anak Daud

Devotion from :

Matius 1:18-25

Bacaan kita hari ini mengisahkan tentang kelahiran dari Pribadi ke-2 dari Allah Tritunggal, yaitu Sang Anak Allah, melalui seorang anak dara. Ini adalah berita kelahiran yang paling penting di dalam sejarah manusia. Kelahiran yang telah dinubuatkan ribuan tahun sebelumnya. Kelahiran yang akan memberikan dampak ribuan tahun sesudahnya, bahkan hingga ke dalam kekekalan. Kelahiran ini jauh lebih penting dari kelahiran putra mahkota kerajaan mana pun di seluruh dunia sepanjang sejarah. Roh Kudus menurunkan Pribadi ke-2 itu, Sang Allah Anak, ke dalam rahim seorang perempuan. Dia menjadi manusia, dikandung di dalam rahim seorang perempuan, dan lahir dari seorang perempuan. Tetapi walaupun kelahiran ini adalah kelahiran terpenting di dalam alam semesta ciptaan Tuhan, ternyata peristiwa yang terjadi di seputar kelahiran itu di dunia ini tidaklah megah. Inilah kisah kelahiran yang begitu sederhana menurut ukuran dunia ini.

Kisah kelahiran itu dimulai di dalam ayat 19-20. Dikisahkan tentang dilema seorang pemuda bernama Yusuf karena tunangannya mengandung sebelum mereka menikah. Dalam bagian ini dikatakan bahwa Yusuf ingin menceraikan tunangannya, Maria, secara diam-diam. Dia tidak ingin ada keributan yang akan mencemarkan nama baik Maria walaupun, menurut anggapan Yusuf, Maria telah berzinah dengan laki-laki lain. Bagian ini dilanjutkan dengan ayat 20-21 di mana malaikat Tuhan memberikan penjelasan kepada Yusuf tentang sebab-sebab kehamilan Maria. Penjelasan malaikat ini bukan hanya menjadi keterangan bagi Yusuf, tetapi juga menjadi keterangan bagi kita semua tentang siapakah Anak yang akan lahir ini. Dia adalah Yesus, nama Yunani dari Yehoshua, atau Yoshua, yang artinya “Tuhan menyelamatkan.” Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa dan murka Tuhan. Maka Yusuf pun taat dan tetap mengambil Maria menjadi istrinya. Kisah mengenai pengorbanan Yusuf dan Maria menjadi pasangan yang dipakai Tuhan untuk menurunkan Anak-Nya sebagai manusia, merupakan kisah mengharukan dari sepasang manusia yang taat ketika dipakai Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya. Ketaatan yang menjadi kontras dari pemberontakan umat Tuhan.

Hal berikutnya adalah penjelasan tentang nama “Yesus” sebagai Dia yang akan menyelamatkan umat-Nya. Bukankah Dia Raja yang akan mengambil kembali takhta Daud? Ya. Dia menjadi Raja yang sejati, yang adalah gembala bagi bangsa-Nya. Itulah sebabnya Dia datang untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa. Ketika umat-Nya sedang berada dalam pembuangan, maka Sang Raja sejati itu datang bersama-sama dengan mereka untuk menyelamatkan mereka. Sang Raja sejati itu menyelamatkan umat-Nya, bukan membuangnya ketika mereka ada di dalam pencobaan. Tuhan menebus umat-Nya dari liang kubur. Inilah keagungan berita Injil itu, yaitu kerelaan Sang Gembala untuk datang menyelamatkan domba-Nya yang telah terjerumus ke dalam jurang.

Di dalam ayat 22-25 tercatat penggenapan nubuat Perjanjian Lama di dalam Yesaya 7:14. Allah akan menyelamatkan umat-Nya meskipun umat-Nya seharusnya berada di dalam pembuangan. Inilah nubuat Nabi Yesaya kepada seorang bernama Ahas, raja Yehuda yang jahat. Di tengah-tengah ancaman Tuhan bagi umat-Nya karena kejahatan Ahas (Yes. 7:1-25), ternyata Tuhan masih memberikan pengharapan untuk pertobatan mereka. Tuhan akan memperbaiki umat-Nya. Penyertaan Allah untuk memperbaiki umat-Nya secara fisik digenapi dengan kehadiran Anak Allah menjadi manusia. Untuk menggenapi nubuat ini Yusuf harus menjadi istri Maria. Dia harus memberikan status sebagai Anak Daud kepada Yesus, dan hal itu hanya dapat dilakukannya jika dia adalah ayah dari Yesus. Yusuf menikahi Maria, menjadikan Yesus anaknya, sehingga sebutan Anak Daud menjadi milik-Nya secara kelahiran, dan kelahiran dari Maria yang adalah anak dara membuat Dia menggenapi nubuat Yesaya, yaitu mengenai tanda dari seorang perempuan yang masih perawan. Inilah nubuat tentang kelahiran Tuhan Yesus yang penuh dengan penggenapan janji bagi Israel di tengah-tengah pembuangan. Berarti Israel masih berada di dalam pembuangan. Mengapa demikian? Bukankah mereka telah kembali ke tanah perjanjian itu? Bukankah mereka telah memiliki Bait Suci? Bukankah mereka telah memiliki imam? Tidak peduli apa yang mereka telah miliki, tetapi jika Sang Anak Daud, yang akan lahir dari anak dara, belum datang, maka Israel sebenarnya masih dalam pembuangan. Kristus adalah satu-satunya cara Israel dapat dipulihkan kembali sebagai umat Tuhan.

Untuk direnungkan:
Mari kita memikirkan dua hal berikut ini.

  1. Bagian ini memadukan dengan indah ketaatan dari dua orang yang takut akan Tuhan dengan pernyataan yang sangat agung mengenai kegenapan janji Allah bagi pemulihan Israel. Dua orang sederhana yang menjalankan bagian yang Tuhan percayakan kepada mereka dengan taat dan rela. Tuhan membukakan rencana agungnya memulihkan umat-Nya dari pembuangan kepada dua orang ini, yang juga akan menjadi ibu dan ayah dari Yesus, Sang Anak Daud. Ketaatan inilah yang harus kita berikan kepada Tuhan. Ketaatan yang akan dilanjutkan dengan pernyataan dari Tuhan sendiri tentang rencana keselamatan-Nya bagi Israel. Siapakah Yusuf dan Maria? Mereka adalah dua orang sederhana yang tidak termasuk tokoh penting di Israel saat itu. Tetapi mereka adalah orang-orang yang mau taat kepada Tuhan dan Tuhan membukakan kepada mereka hal yang sangat penting di dalam rencana Tuhan. Kepada siapakah Tuhan menyatakan rencana agung ini? Bukan kepada raja, atau pemimpin agama, atau kaum Farisi, atau siapa pun. Tetapi kepada dua orang ini. Mengapa? Karena keduanya taat dan rela menjalankan bagian mereka di dalam rencana keselamatan Allah. Barang siapa mau melakukan, dia akan mengetahui (Yoh. 7:17). Pengertian kita akan rencana keselamatan Allah tidak muncul karena kita rajin belajar. Pengertian ini juga tidak muncul dari berapa banyak buku yang telah kita pelajari. Pengertian ini hanya akan muncul dari kerelaan kita melakukan kehendak Allah. Allah hanya akan membukakan rencana-Nya kepada mereka yang siap mengerjakan kehendak Allah dengan segala kerelaan hati. Maukah kita taat kepada Allah? Bersediakah kita terjun untuk melayani Allah? Jika ya, Tuhan pasti akan membukakan rencana-Nya kepada kita dengan tepat dan limpah. “Yesus, yang akan menyelamatkan umat-Nya akan lahir!” Inilah berita yang dinyatakan oleh malaikat kepada Yusuf yang bersedia menjadi ayah dari bayi ini, dan kepada Maria, yang bersedia menanggung segala kehinaan dan kesulitan mengandung dan membesarkan Yesus.
  2. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia untuk memberikan pemulihan yang sejati. Tidak ada jalan lain kita dapat dipulihkan sebagai umat Tuhan kecuali melalui Yesus Kristus. Yesus tidak datang ke dalam dunia untuk melayani manusia tanpa ada arah dan visi yang jelas. Dia tidak hadir untuk menjadi pemberi hadiah bagi manusia. Dia hadir untuk memperbaiki umat Tuhan agar dapat diperkenan oleh Allah Bapa-Nya. Dia tidak membuat manusia kudus demi kepentingan manusia itu saja. Manusia tidak akan pernah kudus dan pulih dari kecemarannya jika dia tidak dipulihkan relasinya dengan Allah. Israel tidak akan pernah lengkap dan utuh jika dia tidak dipulihkan relasinya dengan Allah. Tuhan Yesus datang untuk memperbaiki relasi kita dengan Allah. Jika kita mengaku telah diselamatkan di dalam Tuhan Yesus, ukuran paling utama bukanlah kepastian kita masuk surga, tetapi kedekatan kita dengan Allah dan relasi kita yang benar dengan Dia. Mari datang kepada Yesus, karena hanya Dia yang sanggup memberikan pemulihan yang sejati bagi kita, yaitu pemulihan yang paling kita perlukan: relasi yang diperbaiki dengan Allah.

Doa:
Tuhan, kami rindu mengenal kehendak-Mu. Kami rindu bukan saja untuk mengenal kehendak-Mu, tetapi juga siap berbagian di dalam rencana-Mu. Berikan kami hati yang rela dan mampu menjalankan kehendak-Mu di dalam hidup kami. Kami juga mohon Tuhan terus mengingatkan kami bahwa Tuhan Yesus menjadi Juru Selamat kami agar kami dapat dipulihkan relasinya dengan Allah Bapa di surga. Tidak ada yang lebih penting dari itu. Tolong kami melihat, memahami, dan terus mengingat hal itu, ya Tuhan. (JP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *