Orang-orang Majus

Devotion from:

Matius 2:1-12

Setelah Tuhan Yesus lahir, sambutan yang dicatat di dalam Injil Matius adalah sambutan dari orang-orang Majus. Mereka ini adalah orang-orang yang ahli di dalam perbintangan. Mereka berasal dari daerah sungai Efrat yang mendapatkan pengaruh dari ilmu nujum dan astrologi warisan budaya Babel dan Persia. Tetapi entah mengapa, pengaruh dari ilmu kafir itu ternyata membuat mereka mengambil kesimpulan bahwa ada raja agung yang akan lahir. Dari manakah pengetahuan mereka dapat menuju kepada kesimpulan sedemikian? Mungkin karena baik kebudayaan Babel maupun Persia pernah dipengaruhi oleh orang-orang Israel yang dibuang di daerah mereka. Itu adalah salah satu kemungkinan, walaupun tidak ada bukti yang cukup kuat untuk menunjukkan pengaruh Yahudi di dalam pemikiran orang-orang majus ini. Tetapi, walaupun tidak ada bukti langsung, kita tidak bisa menyanggah bahwa pengaruh orang-orang Israel di Babel dan Persia sangat besar. Pengaruh dari orang-orang seperti Daniel dan kawan-kawannya sangat besar di Babel. Pengaruh dari orang-orang Yahudi juga sangat besar di dalam sejarah raja-raja Persia (Est. 6:1-3; Ezr. 1:1-4; Neh. 1:11-2:8). Bukan hal yang sulit bagi pengaruh Perjanjian Lama untuk masuk dan bercampur ke dalam kebudayaan Babel dan Persia. Maka mereka menemukan bahwa ternyata ada bintang yang muncul sebagai tanda bahwa sang raja besar akan lahir, dan bintang itu menuntun mereka untuk berjalan ke barat, ke arah Israel.

Orang-orang Majus, ahli perbintangan itu, dipengaruhi oleh kebudayaan Babel dan Persia, tetapi ternyata ilmu mereka mengarah kepada kelahiran Tuhan Yesus. Namun walaupun setiap kebudayaan manusia akan mengarahkan orang kepada kebenaran, tetapi selalu gagal mencapai garis finis. Ayat 4 dan 5 mengatakan bahwa untuk tiba kepada kebenaran yang final harus melalui firman Tuhan. Para majus tahu ada “raja” akan lahir, tetapi hanya Taurat yang mengatakan di mana “Sang Raja” akan lahir.

Di dalam ayat 6, para ahli Taurat menjawab pertanyaan Herodes dengan mengutip nubuat dari Mikha. Nubuat ini menyatakan bahwa Yesus Kristus dan Daud sama-sama dibangkitkan dari Betlehem. Jika demikian, mengapa Mikha berkata tentang seorang pemimpin yang akan datang dari Betlehem? Bukankah Daud telah mati? Apakah Daud yang dimaksudkan oleh Mikha? Tentu bukan Daud, sebab Daud hidup ratusan tahun sebelum nabi Mikha. Berarti Mikha sedang berbicara tentang keturunan Daud yang lain yang akan muncul dari Betlehem, dan keturunan ini adalah Yesus. Ternyata Daud hanyalah gambaran dari Yesus Kristus. Sang Pemimpin yang lahir di Betlehem adalah Kristus. Tidak ada satu pun anak Daud yang tercatat lahir di Betlehem. Hanya Kristus sajalah yang dengan tepat memenuhi nubuat ini. Tuhan membuat Kaisar Agustus memberikan perintah untuk sensus penduduk yang mewajibkan semua orang pulang untuk mendaftarkan dirinya di daerah asalnya, sehingga Yusuf harus pulang ke Betlehem dan bertepatan dengan kedatangannya ke Betlehem itulah Maria melahirkan Yesus, Anak Daud (Luk. 2:1-7).

Ayat 7-9 menggambarkan kelicikan Herodes. Dia berpura-pura ingin menyembah Sang Raja yang baru lahir itu, padahal niat hatinya adalah untuk membunuh saingannya. Seperti Saul mendengki Daud karena membahayakan takhtanya, demikian juga Herodes membenci Kristus yang membahayakan takhtanya. Dia tidak tahu bahwa Kristus tidak hanya akan mengambil alih kerajaan yang dikuasai Herodes saja, tetapi Dia akan menjadi raja atas semesta alam. Kepura-puraan ini bahkan menipu orang-orang majus itu sehingga mereka perlu diberitahu oleh malaikat tentang kejahatan di dalam hati Herodes itu (ay. 12).

Maka para majus itu dituntun oleh bintang hingga di dalam ayat 10-11 dikatakan bahwa bintang itu menunjuk rumah (bukan kandang) tempat Yusuf, Maria, dan bayi Yesus tinggal. Bagaimana bintang itu dapat menunjuk rumah tempat bayi itu berbaring? Mungkin dengan cahaya yang tertutup oleh awan dan hanya menyisakan suatu sorot yang menerangi rumah itu. Betapa tekun orang-orang majus itu mencari Tuhan yang lahir di Betlehem. Mereka berjalan begitu jauh dan mempersiapkan pemberian yang sangat tepat menggambarkan pelayanan Tuhan Yesus di bumi. Mereka mempersembahkan emas, lambang kemuliaan yang dengan tepat menggambarkan kemuliaan Tuhan Yesus. Mereka juga mempersembahkan kemenyan, yang melambangkan doa yang dipanjatkan kepada Allah. Tuhan Yesus memanjatkan doa syafaat bagi para pengikut-Nya dan karena itu bagian ini menunjukkan iman para majus itu untuk menggambarkan karya ini dengan pemberian kemenyan. Hal terakhir yang mereka persembahkan adalah mur. Ini merupakan rempah-rempah untuk menguburkan orang mati. Mereka memberikan persembahan ini sebagai tanda bahwa Tuhan Yesus akan mati di dalam menggenapi panggilan-Nya untuk menebus umat Tuhan. Bagaimana mungkin mereka memiliki ketepatan yang sedemikian baik untuk menggambarkan tentang panggilan Tuhan? Bagaimana mungkin orang-orang kafir ini memiliki wahyu yang bahkan tidak dipahami oleh orang Israel sendiri tentang kematian dan kebangkitan Kristus? Alkitab tidak memberi tahu kita bagaimana orang-orang Majus itu mengetahuinya. Tetapi yang lebih penting adalah pesan dari Injil Matius sendiri bahwa ternyata ada orang-orang dari seberang sungai Efrat yang dianggap orang kafir yang tidak mengenal Allah sebaik orang Israel ternyata lebih peka ketika rencana Tuhan digenapi di dalam kedatangan Yesus Kristus. Tuhan memberikan kepekaan rohani yang jauh lebih baik kepada orang-orang majus ini.

Untuk direnungkan
Dalam bagian ini kita akan merenungkan tentang tiga kelompok orang. Kelompok pertama adalah orang-orang majus yang sangat giat mencari tempat kelahiran Sang Raja untuk mereka boleh datang dan menyembah Dia. Orang-orang Majus ini menjadi contoh yang mempermalukan semua golongan Israel yang merasa diri lebih dekat dengan Tuhan dari siapa pun. Para majus menyelidiki dengan saksama ketika ada fenomena langit yang tidak biasa. Mereka akhirnya memutuskan untuk berangkat dan tanpa mengenal lelah terus mencari tempat di mana Kristus dilahirkan. Seberapa giatkah kita mencari dan mengenal Tuhan? Begitu banyak pelayanan yang diberikan oleh orang-orang Kristen tanpa adanya dedikasi yang tinggi dan niat memberikan yang terbaik. Kita menyanyikan pujian seadanya, dengan pujian berkualitas rendah yang banyak ditampilkan pada saat ini, kita tidak menganggap penghakiman Tuhan adalah sesuatu yang harus membuat kita gentar. Tuhan akan panggil orang kafir untuk mempermalukan cara kita mencari Dia dan melayani Dia, dan memberikan ketekunan yang menjadi teladan bagi kita untuk kita teladani.

Golongan kedua adalah Herodes Agung. Ini adalah raja yang penuh dengan kelicikan. Semua koneksi yang dimilikinya dengan pembesar-pembesar di Roma telah membuat dia memegang pemerintahan di daerah Yudea. Herodes, walaupun memiliki banyak keahlian, terutama untuk memugar Bait Suci orang Israel menjadi bait dengan kemegahan dan luas, yang jauh lebih besar dari Bait Suci yang dibuat oleh orang Israel saat kembali dari pembuangan. Kedudukan dunia, nama besar, dan semua permainan politik yang dia lakukan menunjukkan bahwa dia adalah tipe pemimpin dunia yang pasti akan dihakimi oleh Allah. Banyak pemimpin-pemimpin sekarang seperti ini. Menjilat kuasa di atasnya tetapi tidak menghormati Tuhan. Para pejabat harus takut akan Tuhan! Para pemimpin, dari presiden hingga pemimpin di kelurahan harus takut akan Tuhan! Makin kita menggilai kekuasaan, nama baik, penerimaan lingkungan kita, dan uang, maka kita akan segera mengabaikan Tuhan dan menganggap semua tawaran kuasa dan kedudukan, juga harta, menjadi tuan kita.

Golongan ketiga adalah ahli-ahli Taurat. Mereka rajin menyelidiki segala sesuatu. Mereka rajin menghafal Kitab Taurat, mempelajari tafsiran-tafsiran atas Taurat, bahkan ahli di dalam mengajar Taurat. Tetapi meskipun demikian, mereka tidak punya kepekaan rohani, Mereka tidak tahu ketika anugerah telah datang kepada mereka. Mereka tahu, tetapi tidak menyambut. Mereka tahu karena terdapat di dalam Kitab Suci yang mereka selidiki, tetapi mereka tidak tergerak untuk menyambut kedatangan Sang Mesias. Inilah kelompok orang yang hanya berbicara tentang tema-tema theologis, studi dengan sangat teliti dan bergelar tinggi, tahu begitu banyak hal, tetapi tidak mampu membuat sinkron antara apa yang dia ketahui dengan pernyataannya di dalam hidup mereka. Pengetahuan yang tidak dinyatakan di dalam hidup adalah bukan pengetahuan dari Alkitab. Mari belajar, mari sungguh-sungguh mengerti, dan mari sungguh-sungguh menyatakan kepada Allah pengertian itu dengan hidup yang berkenan kepada Dia.

Doa:
Tuhan, tolong kami menjadi orang-orang yang terus mencari kebenaran tentang Tuhan kami. Berikan kami kehausan dan kerinduan untuk mendekat kepada-Mu lebih daripada kehausan dan kerinduan akan hal-hal yang lain. Biarlah kami memiliki iman yang sejati dan dorongan yang giat untuk menghidupi apa yang kami imani. Tolong kami, ya Tuhan, untuk menjadi orang Kristen yang sejati dan peka terhadap kehendak Tuhan. (JP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *