Perumpamaan tentang Penabur (2)

Devotion from Matius 13:1-29 dan 13:18-23

Kita akan melanjutkan pembahasan tentang perumpamaan mengenai penabur. Ayat 7 mengatakan bahwa sebagian benih jatuh di tengah-tengah semak duri. Ayat 22 mengatakan bahwa ini adalah firman yang jatuh ke hati orang yang menerimanya dengan baik. Tetapi ketika harta dan kebutuhan keuangan menghimpit, dia pun segera meninggalkan imannya. Orang-orang yang menanti-nantikan Kerajaan Allah datang, tetapi sambil menengok kembali ke belakang ke harta yang banyak dan jaminan hidup yang kuat, orang-orang ini akan segera memilih dunia ini ketimbang memilih Yesus Kristus. Tentu mereka menerima pemberitaan firman Tuhan sebagai kebenaran, tetapi mereka menolak menghidupinya kalau itu harus dibenturkan dengan harta dunia ini. Tuhan Yesus mengingatkan bahwa mereka yang merupakan anak-anak Kerajaan Allah telah menerima harta yang paling baik di dalam kerajaan itu. Tetapi mereka yang menolak untuk memercayainya, dan memilih untuk merasa aman dengan apa yang ditawarkan dunia ini, mereka adalah orang-orang yang berhati seperti tanah yang ditumbuhi semak duri. Yesus berkali-kali menegur tentang kekhawatiran seperti ini. Mengapa takut tidak dipelihara? Mengapa takut tidak cukup? Mengapa takut kehilangan kenikmatan yang dapat diperoleh dengan uang yang banyak? Karena menganggap bahwa harta dunia ini harus dikejar terlebih dahulu, baru mengejar kebenaran di dalam Kerajaan Allah. Tetapi Tuhan Yesus justru mengajarkan sebaliknya. Cari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya (Mat. 6:33). Tuhan akan memberikan harta yang Dia izinkan kita dapatkan. Tuhan juga tidak melarang kita bekerja dan menikmati hasil kerja keras kita selama pekerjaan itu dilakukan dengan hati yang takut akan Tuhan. Tetapi jika hasil kerja itu menjadi pusat konsentrasi hidup kita, maka kita akan menjadi mati di dalam hidup kita ini. Kita mencari hal-hal yang kurang penting dengan mengabaikan hal yang secara mutlak merupakan hal terutama di dalam hidup, yaitu menyembah Tuhan dan melayani Dia di dalam hidup kita.

Injil Matius terus menekankan bahwa mengikut Tuhan Yesus memerlukan pengorbanan. Mengikut Tuhan Yesus harus melepas sesuatu yang sebelumnya merupakan hal terpenting di dalam hidup kita. Tetapi bagian ini mengingatkan kita bahwa orang-orang yang sudah melepas segala sesuatu ternyata masih dapat digoda oleh hal lain yang belum pernah dia dapatkan sebelumnya. Orang yang belum pernah merasakan hidup berkelimpahan harta mungkin akan tergoda untuk meninggalkan Tuhan ketika cicipan menjadi orang kaya boleh dia rasakan. Orang yang belum pernah terdesak secara keuangan mungkin akan meninggalkan Tuhan ketika pertama kali dia mengalami terhimpit secara keuangan. Itu sebabnya Injil Matius menekankan bahwa menjadi umat Tuhan sangat sulit. Menjadi Israel sejati sangat sulit. Dia akan menjadi pusat serangan Iblis dan dia akan masuk ke dalam kesulitan-kesulitan yang besar sehingga dia akan undur dari Tuhan. Tidak ada janji palsu di sini. Tuhan tidak janjikan kesembuhan, kekayaan, dan kesuksesan di dalam karier. Tuhan meminta pengikut-Nya rela kehilangan kesehatan, kekayaan, dan kesuksesan di dalam karier. Tuhan menyembuhkan orang sakit, tetapi meminta orang sehat untuk rela sakit. Tuhan memberikan banyak ikan kepada Petrus tetapi setelah itu Petrus meninggalkan semua itu untuk mengikut Yesus (Luk. 5:6-11).

Lalu contoh ke empat adalah orang yang setelah mendengar firman, dia mengerti apa yang Tuhan inginkan dari dia. Orang ini akan berbuah berpuluh-puluh kali lipat. Hasil yang Tuhan Yesus gambarkan, 30, 60, 100 kali lipat adalah hasil yang luar biasa besar. Biasanya pemilik ladang berharap pada hasil yang beberapa kali lipat. Jarang ada yang berharap bisa mendapatkan hasil besar hingga 10 kali lipat. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan hasil dari orang yang mendengar dan mengerti adalah 30, 60, bahkan 100 kali lipat. Siapakah yang dimaksud dengan orang yang mengerti ini? Mereka adalah orang-orang yang setelah mendengar firman, akan menanggap dan melakukan apa yang Tuhan inginkan. Merekalah orang-orang yang akan Tuhan pakai untuk kerajaan-Nya dan Tuhan mengatakan bahwa hasil sebesar 30-100 kali lipat akan dihasilkan oleh orang yang setia kepada Tuhan. Bayangkan betapa besarnya ini! Jika kita mau memahami apa yang Tuhan sedang kerjakan, lalu dengan sepenuh hati terlibat di dalamnya, menjadi orang-orang yang mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka Tuhan akan mengerjakan pekerjaan-Nya dengan hasil yang sangat limpah. Ini janji Tuhan. Tidakkah kita rindu ini terjadi? Betapa sering kita mendengar janji yang begitu agung tetapi kita abaikan. Mengapa diabaikan? Karena kita terlalu egois. Kalau Tuhan janji kekayaan bagi kita, kesehatan bagi kita, kesuksesan bagi kita, baru kita senang. Tetapi kalau Tuhan menjanjikan kelimpahan di dalam pengaruh Kerajaan Allah di dunia, maka kita menanggapinya dengan dingin. Inikah yang disebut dengan orang Kristen? Sekumpulan orang egois yang terus teriak-teriak minta berkat, sehat, kaya, sukses bagi diri? Jika seperti demikian kekristenan itu, maka hari ini juga saya akan pindah agama. Betapa jauhnya kekristenan model ini dengan dedikasi dan kerelaan berkorban dari ajaran beberapa agama-agama lain! Tetapi ini kekristenan palsu. Kekristenan sejati berjuang demi Kerajaan Allah. Kekristenan sejati menyangkal diri demi Kerajaan Allah. Demi Kristus dan Kerajaan-Nya kita berjuang, meninggalkan apa yang kita anggap penting, dan Tuhan akan berkati dengan 30, 60, bahkan 100 kali lipat hasil bagi Kerajaan-Nya.

Tuhan Yesus mengatakan firman yang jatuh di tanah yang subur akan memberi hasil dengan luar biasa limpah. Bagaimana kita tahu kita termasuk golongan yang mana? Dari pekerjaan yang Tuhan sedang kerjakan melalui kita. Adakah berbuah dengan limpah? Buah yang limpah adalah salah satu tanda. Jika kita belum berbuah dengan limpah, mohonlah kepada Tuhan keberanian untuk berjuang bagi Tuhan dan kerelaan untuk berkorban bagi Dia. Biarlah kita mempunyai kerinduan untuk gereja Tuhan bisa terus bertumbuh, berkembang, menjadi pengaruh yang besar di dunia ini. Biarlah kita mempunyai kerinduan untuk memperjuangkan hal ini juga di dunia kerja, atau dunia sekolah/kampus, atau masyarakat sekitar kita. Kerajaan Allah dan kebenarannya harus disebar melalui Injil, penyebaran doktrin yang sejati, dan kebenaran yang dihidupi serta dinyatakan di dalam panggilan kita. Maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah mendengar firman, memahami apa yang sedang Tuhan kerjakan, dan menghidupi apa yang kita telah pahami itu.

Ada orang yang berkorban uang, waktu, kesehatan, terus kerja keras untuk Kerajaan Allah dan kebenarannya boleh terus disebar di dunia ini. Ada juga orang-orang yang terus lihat diri dan hidupnya sendiri. Jangan mau jadi orang yang tidak pernah merasakan Tuhan bekerja. Dan Tuhan tidak akan pernah bekerja memakai orang egois yang berpusat pada diri dan keluarga serta kenikmatan sendiri. Mari kita minta supaya hati kita menjadi tanah yang subur. Tanah yang subur tidak pernah gagal memberikan pertumbuhan yang baik pada pohon yang ditanam di dalamnya. Tanah yang subur tidak pernah gagal mempertumbuhkan benih yang ada di atasnya. Tanah yang subur tidak pernah gagal memberikan hasilnya pada waktunya. Biarlah ketika firman Tuhan dinyatakan kepada kita, hati kita menerimanya, memahaminya, dan biarlah hati kita mendorong diri kita untuk bekerja bagi Kerajaan Allah. Bagi Sang Raja dan Kerajaan-Nya!

Untuk diingat:

  1. Kiranya kita boleh menjauhkan diri dari kekhawatiran duniawi. Jangan takut akan masa depan! Takut kalau kita tidak setia kepada Tuhan, itulah takut yang suci. Tetapi takut akan masa depan, itu adalah takut yang tidak perlu. Jangan kejar kekayaan. Kejar dipakai Tuhan, itulah yang baik. Kekayaan itu hal kecil yang sementara. Dipakai Tuhan, itulah hal agung yang kekal.
  2. Kiranya kita menjadi alat di tangan Tuhan untuk pekerjaan Tuhan. Biarlah ketika Tuhan memakai kerelaan kita, dedikasi kita, dan ketulusan kita, kita diizinkan melihat buah yang 30, 60, dan 100 kali lipat. Alangkah bahagianya orang yang menyaksikan Tuhan bekerja melalui dirinya, perkataannya, dan hidupnya. Segala kemuliaan bagi Tuhan saja!

Doa:
Tuhan, jauhkan kami dari kekhawatiran tentang harta. Jauhkan kami juga dari hati yang cemar dan serakah. Kami ingin diperkenan Tuhan dan bertanggung jawab untuk menyenangkan hati Tuhan. Kami mau beri yang terbaik dan kami mau beri seluruh kerelaan kami berkorban hanya bagi Tuhan saja. Terimalah, ya Tuhan, dan teguhkan dengan kekuatan Roh-Mu saja. (JP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *