Apakah akan Kami Peroleh?

Devotion from Matius 19:27-30

Tuhan Yesus menjanjikan harta di surga kepada orang muda yang kaya (ay. 21), dan bagian ini melanjutkan ajaran yang ingin disampaikan Matius, yaitu bahwa janji harta di surga ini juga diberikan kepada murid-murid yang sudah mengikuti Dia. Didahului dengan pertanyaan Petrus, Yesus menjawab dengan janji yang begitu indah bagi setiap orang yang rela meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Dia. Mungkin Petrus bertanya karena ingin membandingkan antara dia dan para murid dengan anak muda yang kaya itu. Anak muda itu menolak meninggalkan hartanya dan akhirnya pergi meninggalkan Tuhan Yesus. Sedangkan dia dan para murid meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Yesus. Dengan perasaan unggul karena lebih rela mengikut Yesus, dia bertanya apakah yang menjadi upahnya dan para murid lain karena sudah rela mengikut Yesus? Tuhan Yesus menjawab Petrus melampaui apa yang diharapkan. Tuhan Yesus mengatakan bahwa mereka akan mendapatkan kemuliaan bersama-sama dengan Kristus!

Di dalam Daniel 7:22 dikatakan bahwa Allah sendiri akan menjadi Raja dan orang-orang kudus-Nya memerintah bersama-sama. Dan di dalam Daniel 7:13-14 dikatakan bahwa Sang Anak Manusia, Dialah yang akan diberikan takhta dan kuasa atas segala bangsa di dunia. Kekuasaan-Nya adalah kekuasaan yang kekal dan tidak akan lenyap. Ini berarti Allah Bapa akan menyatakan Kerajaan-Nya, dan Dia mengangkat Sang Anak Allah, yaitu Yesus, untuk mengambil kuasa atas seluruh ciptaan-Nya. Lalu Yesus Kristus sendiri, ketika dinyatakan sebagai yang berhak menerima segala kuasa, Dia akan dinyatakan bersama-sama dengan orang-orang tebusan-Nya. Inilah kemuliaan yang akan dinyatakan pada saat kedatangan Anak Manusia kedua kalinya nanti. Kemuliaan yang akan meninggikan Yesus Kristus dan orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Ini berarti Yesus bersama dengan para murid akan datang sebagai hakim atas seluruh dunia. Bagaimana mungkin kita semua bisa bertakhta bersama-sama dengan Dia? Kita yang berdosa dan cemar, kita tidak mungkin mendapatkan tempat bersama-sama dengan Dia di atas takhta. Tetapi tempat ini kita peroleh karena jasa Kristus, bukan karena kemampuan atau kelayakan kita. Kita semua diberikan anugerah mendapatkan kemuliaan bersama-sama dengan Yesus. Bertakhta bersama-sama dengan Dia dan menghakimi suku Israel berarti menempati tempat sebagai hakim atas bangsa-bangsa bersama-sama dengan Dia.

Setelah memberikan janji yang begitu besar, Tuhan Yesus masih melanjutkan dengan dua hal lagi, yaitu bahwa setiap orang yang meninggalkan ladang dan keluarganya akan memperoleh upah yang dianugerahkan oleh Kristus di dalam hidup kita yang sekarang ini. Upah apakah? Yang pertama adalah pemeliharaan Tuhan. Sudah tinggalkan ladang untuk mengikut Tuhan? Kalau ladang itu tidak lagi kita tangani, bagaimana mungkin kita dapat terpelihara hidup kita? Tetapi Tuhan berjanji akan memberikan pemeliharaan-Nya. Itu bernilai begitu besar karena Dia adalah pemilik segala sesuatu. Jika Dia yang menciptakan segala sesuatu, maka itu berarti segala sesuatu adalah milik Dia. Mengapa khawatir? Bukankah pemeliharaan Tuhan bernilai seratus kali lebih tinggi daripada ladang?

Lalu hal kedua yang Tuhan janjikan adalah siapa yang meninggalkan keluarga, relasi, dan daerah asal demi melayani Tuhan, maka Tuhan tidak akan membiarkan orang itu sendirian. Tuhan akan memperkenalkan mereka dengan orang-orang lain yang akan menjadi saudara-saudara mereka. Tuhan akan memanggil ke dalam komunitas yang penuh kasih dan yang sama-sama melayani Tuhan. Inilah keluarga di dalam Allah, yang dibeli dengan tebusan darah Yesus Kristus yang mulia. Tuhan menjanjikan pernyataan damai sejahtera-Nya bahkan ketika para murid masih di bumi ini. Setelah itu di dalam ayat ke 29 dikatakan bahwa setiap orang yang mengikut Dia akan mendapatkan hidup yang kekal. Dipermuliakan bersama-sama dengan Kristus, mendapatkan hingga 100 kali lipat lebih baik daripada apa yang telah ditinggalkan, dan memperoleh hidup yang kekal. Semua ini benar-benar janji yang begitu melimpah yang Tuhan berikan.

Tetapi Tuhan Yesus mengingatkan bahwa segala sesuatu yang diberikan Yesus kepada para pengikut-Nya adalah karena belas kasihan-Nya semata. Dia tidak memberikannya sebagai upah dari kerelaan kita mengikut Dia. Kita meninggalkan segala sesuatu untuk ikut Dia karena itu memang adalah hal yang lebih baik dan lebih agung untuk dilakukan. Tetapi orang yang merasa dirinya memang berhak memperoleh semua hal itu karena memang telah mengikut Yesus sejak dulu, orang inilah orang-orang terdahulu yang akan menjadi terakhir. Orang-orang yang merasa pasti mendapat karena layak, mereka inilah yang Tuhan tidak suka. Tuhan tidak mau ada orang-orang yang merasa superior secara rohani karena telah memutuskan untuk ikut Yesus sebelum yang lain. Setiap kali orang lain direndahkan dan diremehkan, Tuhan akan menyatakan diri sebagai pembela dari orang lain yang direndahkan dan diremehkan itu. Termasuk ketika pengikut-Nya yang lebih “senior” menganggap diri lebih baik daripada yang baru mengikut Dia. Itu sebabnya Yesus mengingatkan Petrus bahwa semua pemberian Tuhan bukanlah upah, atau balas jasa dari kemampuan seseorang dalam mengikut Yesus. Begitu seseorang merasa diri layak atau berjasa, maka dia akan menjadi urutan yang paling kecil dibandingkan dengan yang lain.

Untuk Direnungkan:
Hari ini kita harus mengingat dua hal penting. Hal pertama adalah bahagia besar di dalam mengikut Yesus. Yesus Kristus akan memerintah atas 12 suku Israel. Ini merupakan istilah untuk menjelaskan kedatangan Kerajaan Allah secara sempurna di mana Yesus Kristus memerintah atas seluruh bangsa. Bayangkan betapa besar anugerah bagi kita semua karena kita semua merupakan orang-orang yang akan memerintah bersama-sama dengan Dia. Ditambah lagi hidup yang kekal dan pernyataan penyertaan Tuhan di dalam dunia ini. Semua ini terlalu agung dan mulia. Itulah sebabnya kita harus belajar untuk terus bersyukur kepada Allah. Tidak ada momen di dalam hidup di mana kita bersungut-sungut kepada Dia. Janji yang Tuhan berikan kepada kita jauh lebih besar daripada sekadar tanah Kanaan. Ingat bahwa Israel di padang gurun terus bersungut-sungut kepada Tuhan dan membangkitkan murka Tuhan. Kiranya kita mengingat besarnya anugerah-Nya dan bersyukur senantiasa kepada Dia.

Hal kedua yang menjadi bahan renungan kita adalah tuntutan Tuhan agar kita tidak merasa menjadi yang terutama. Orang-orang yang bertanya, “apakah upah kami?” sangat mungkin terjatuh di dalam dosa ini. Merasa diri layak dan berhak mendapat apa yang Tuhan janjikan. Tetapi janji Tuhan ini anugerah. Tuhan tidak memberikannya sebagai imbal balik karena kita mengikut Dia. Maka biarlah kita senantiasa mengingat hal ini. Kita tidak merasa diri layak didahulukan dan diberi tempat utama. Siapa yang terus cari menjadi yang terutama tidak cocok masuk ke dalam Kerajaan Allah. Kerajaan Allah terdiri dari orang-orang lemah lembut yang tidak pernah terbiasa berjuang untuk diri sendiri. Kerajaan Allah terdiri dari orang-orang yang mudah berbelaskasihan kepada orang lain dan senantiasa memohon belas kasihan Allah karena perasaan tidak layak yang mereka miliki.

Doa:
Tuhan, tolonglah kami untuk melihat kemuliaan yang Tuhan janjikan kepada kami. Biarlah kesadaran akan segala janji Tuhan ini terus menguatkan kami mengikut Tuhan dengan rela dan setia dan dengan penuh ucapan syukur. Beri kami kemampuan juga untuk terus merendahkan diri, menyadari ketidaklayakan kami, sehingga kami hanya terus memohon belas kasihan Tuhan saja. (JP)