Renungan Harian 293 (Selasa, 18 Juni 2019)

Yerusalem… Yerusalem…

Devotion from Matius 23:34-39

Setelah menyatakan murka-Nya kepada ahli Taurat dan orang Farisi, Yesus melanjutkannya dengan pernyataan yang menakutkan, yaitu bahwa murka Tuhan akan dinyatakan kepada Israel karena pelanggaran para pemimpin mereka. Apakah hanya karena kesalahan pemimpin saja? Tidak. Tuhan murka kepada umat Israel secara keseluruhan. Tetapi, jika masih ada pemimpin yang baik, maka bangsa Israel masih mempunyai kesempatan untuk diperbaiki dan diarahkan untuk bertobat kepada Tuhan. Tetapi, jika kerusakan Israel ditambah lagi dengan kerusakan para pemimpin, apalagi pemimpin agama, maka kesempatan pun habis. Tuhan menyatakan murka-Nya dengan segera dan dengan tidak ditangguhkan lagi. Apakah Tuhan tidak murah hati? Dia sangat murah hati. Jangan lupa bahwa murka Tuhan dinyatakan setelah Dia sabar sekian generasi terhadap Israel.

Tuhan begitu sabar menanti pertobatan Israel sehingga dia mengirimkan nabi-nabi, para ahli Taurat dan para pengajar yang bijaksana. Tuhan mengirimkan kepada mereka firman, nubuat untuk menegur mereka, tetapi tidak satu pun yang membuat mereka bertobat. Tuhan begitu mengasihi Israel sehingga di kala murka-Nya menyala, Dia malah memilih sebuah tempat di Yerusalem untuk menjadi mezbah di mana murka-Nya menjadi reda (2Sam. 24:16-25). Dia memilih Yerusalem menjadi kota pendamaian bagi diri-Nya dan umat-Nya. Dia memilih Yerusalem menjadi tempat Bait-Nya didirikan. Bagaimana mungkin Israel tetap keraskan hati di tengah-tengah belas kasihan yang Tuhan terus nyatakan? Bagaimana mungkin mereka mengabaikan panggilan Allah mereka untuk mereka pulang kepada Dia? Tetapi itulah yang terjadi. Mereka meremehkan kesabaran Tuhan. Mereka menganggap sepi panggilan-Nya pulang. Mereka menghina orang-orang yang diutus kepada mereka. Mereka bahkan membunuh orang-orang benar yang menegur dosa-dosa mereka.

Karena itulah kesabaran Tuhan sudah mendekati akhirnya. Dia sudah bersiap menghukum Yerusalem. Dia bersiap melakukannya, tetapi masih memberikan kesempatan kepada mereka. Kesempatan apakah yang akan diberikan Tuhan? Tuhan mengirim Yesus Kristus, Anak Tunggal-Nya, untuk memanggil Israel kembali kepada Dia. Betapa besar kesabaran Tuhan. Ketika Israel terus melawan, maka Dia membuang mereka ke dalam tangan bangsa-bangsa lain. Tetapi setelah itu Dia mengembalikan mereka ke tanah perjanjian itu. Sekarang Israel kembali memberontak karena mereka menolak Sang Raja, Anak Allah, untuk memerintah atas mereka. Mereka menghina Dia, fitnah Dia, hakimi Dia, siksa Dia, dan akhirnya membunuh Dia. Israel membunuh Anak Tunggal Allah! Apakah Tuhan murka? Sangat. Apakah Yerusalem segera dihukum? Apakah Israel segera dihancurkan? Tidak. Tuhan mengutus para murid dan para rasul memberitakan kabar kebangkitan Yesus kepada Israel. Mereka mengabarkan berita bahwa Yesus yang telah disalib oleh Israel, sekarang telah bangkit dan menyatakan kemenangan-Nya atas maut. Tetapi para rasul itu ditolak oleh Israel. Mereka segera menganiaya orang-orang Kristen dan mengusir mereka dari tengah-tengah daerah mereka.

Maka Tuhan memberikan kesempatan paling akhir di dalam diri rasul terakhir, yaitu Paulus (1Kor. 15:8). Paulus diutus ke Yerusalem untuk memberitakan Injil Kristus kepada mereka (Kis. 21:10-14), tetapi Yerusalem menolak dia (Kis. 22:21-22). Ketika rasul terakhir sudah ditolak, maka tidak ada lagi pengharapan bagi Yerusalem. Israel bukan lagi terdiri dari bangsa pilihan ini. Israel akan menjadi kumpulan orang percaya dari berbagai bangsa. Mereka tidak lagi istimewa karena begitu banyak kesempatan bertobat yang telah mereka tolak. Yerusalem pun Tuhan hancurkan dan hingga sekarang Bait Suci Tuhan tidak lagi berdiri di Yerusalem. Kota Yerusalem menjadi kota milik banyak bangsa dan tidak pernah lagi raja dari Tuhan memerintah di kota itu.

Tuhan membuang Yerusalem, tetapi Yesus mengatakan bahwa Dia ingin mengumpulkan mereka dan memberikan keselamatan kepada mereka, tetapi mereka tidak mau. Tuhan menghukum dengan tidak rela (ay. 37-39). Tuhan akan tetap membuat mereka kering dan mati sampai mereka mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, Anak Allah, Sang Mesias, Raja yang kekal selama-lamanya. Kerinduan Tuhan kepada Yerusalem begitu besar. Dia tidak ingin Yerusalem binasa. Tetapi Dia juga telah menetapkan di dalam kedaulatan-Nya bahwa Yerusalem akan hancur. Hancur karena kebodohan mereka sendiri yang menolak panggilan Tuhan Yesus yang berseru kepada mereka. Sampai kapan Tuhan membiarkan mereka? Sampai pada waktu di mana mereka mengakui Yesus. Kapankah ini? Saat kedatangan Kristus kedua kali nanti! Mereka akan terus keras hati sampai mereka harus mengakui karena telah menyaksikan sendiri kedatangan Kristus kedua kali nanti. Pada saat kedatangan-Nya yang kedua semua akan mengakui Dia dan akan sujud menyembah Dia. Yang paling keras hati dan paling giat menentang pun pada akhirnya tidak punya alasan untuk menolak Dia. Tetapi siapa yang mengakui Dia setelah kedatangan-Nya yang kedua, dia tidak akan diselamatkan. Semua lidah akan mengaku bahwa Yesuslah Tuhan, tetapi lidah yang mengakui Dia sebelum kedatangan-Nya yang kedua, dialah yang diselamatkan. Berbahagialah mereka yang percaya walaupun tidak melihat (Yoh. 20:29).

Di dalam ayat 36 dikatakan bahwa Israel telah menjadi tempat di mana orang-orang benar yang Tuhan kasihi dibunuh. Mereka harus menjawab untuk dosa-dosa atas orang-orang benar itu, mulai dari Habel hingga Zakharia (2Taw. 24:20-22). Dosa atas orang-orang benar yang dibunuh harus ditanggung Israel pada angkatan ini? Bagaimana mungkin? Mungkin. Yesus di sini sedang menyatakan dua hal. Hal pertama adalah bahwa dosa Israel begitu besar sehingga Tuhan akan menghukum mereka untuk semua orang benar yang dibunuh. Ini terjadi karena Israel telah memenuhi kota-kotanya dengan darah dari orang-orang benar. Tuhan ingat dan menuntut balas. Tetapi pengertian yang lebih dalam adalah pada salib Kristus. Tuhan akan membalaskan kepada Kristus apa yang dilakukan oleh umat-Nya terhadap orang-orang benar yang dikasihi-Nya. Tuhan Yesus menjadi terdakwa. Dia menjadi penebus yang menanggung dosa-dosa dari pembunuhan-pembunuhan itu. Inilah berita Injil yang agung, yang dinyatakan melalui mulut Yesus sendiri. Angkatan ini akan menanggung dosa manusia sejak zaman Habel (yang tercatat dalam Kitab Kejadian, kitab pertama) hingga Zakharia (yang tercatat dalam Kitab Tawarikh, kitab terakhir di dalam kanon orang Yahudi). Seluruh generasi manusia dosanya ditanggungkan ke angkatan ini, dan angkatan ini yang dimaksud adalah Yesus Kristus sendiri. Dialah wakil dari umat Tuhan untuk menanggung kesalahan. Dialah anak domba paskah yang disembelih demi menyelamatkan anak-anak sulung Israel. Dialah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yoh. 1:29).

Biarlah kesabaran dan panggilan Tuhan juga menarik hati kita. Jika kita masih juga mengeraskan hati dan hidup di dalam cara yang tidak pantas, segeralah berespons kepada panggilan Tuhan. Dia masih memberikan kemurahan, kesabaran, dan panggilan-Nya, jawab panggilan itu sebelum kesempatan habis. Jangan hina kesabaran Tuhan. Hari ini harus jadi hari pertobatan kita. Jangan hina Dia. Sekali lagi, jangan hina Dia. Terima panggilan pertobatan yang Dia serukan bagi kita hari ini. Bersyukur untuk kesabaran yang Dia telah tunjukkan kepada kita hingga hari ini. Sadari bahwa mungkin ini adalah panggilan terakhir agar kita bertobat, jangan sia-siakan anugerah Tuhan. Kiranya Tuhan menggerakkan hati kita semua untuk sungguh-sungguh bertobat dan hidup mengikut Kristus, menyembah Dia, dan meninggikan Dia. (JP)