Renungan Harian 294 (Rabu, 19 Juni 2019)

Penganiayaan Besar

Devotion from Matius 24:1-14

Ketika para murid mengagumi megahnya Bait Suci, Yesus malah memberikan nubuat mengenai kehancurannya. Keruntuhan inilah yang ditanyakan di dalam ayat 3. Kapankah kehancuran Bait Suci akan terjadi? Pertanyaan ini disambung dengan pertanyaan tentang tanda-tanda menjelang kesudahan dunia. Maka, bagian selanjutnya yang begitu sulit dan menakutkan ini merupakan jawaban dari Yesus tentang dua pertanyaan tadi. Kapankah waktu kehancuran Bait Suci, dan apakah tanda-tanda kedatangan kembali Kristus? Tanda yang Yesus nyatakan adalah bahwa umat Tuhan akan mengalami kesulitan yang sangat besar dan Yerusalem sendiri akan hancur. Semua nubuat ini telah terbukti di dalam sejarah. Yesus mengatakan bahwa Bait Allah akan dihancurkan. Ini terjadi di tahun 70 Masehi ketika Romawi mengepung dan menghancurkan Yerusalem. Tahun 36 Masehi ada seorang Samaria yang terkenal dan memiliki banyak pengikut yang mengaku dirinya adalah Mesias. Lalu mendekati tahun 70 Masehi juga banyak muncul orang-orang yang mengaku sebagai Sang Mesias yang dijanjikan Tuhan. Kelaparan besar terjadi di Israel pada tahun 46 Masehi dan sangat memengaruhi kehidupan di Yerusalem. Tahun 61 Masehi terjadi gempa bumi yang besar, dan tahun 66-73 Masehi adalah tahun konflik sangat besar dengan Romawi karena pemberontakan Yudea yang terjadi berkali-kali. Inilah yang menjadi tanda-tanda yang akhirnya memuncak pada kehancuran Bait Suci.

Tetapi Tuhan Yesus mengatakan di dalam ayat 8 bahwa semua itu belum merupakan tanda-tanda berakhirnya zaman. Semua adalah tanda-tanda yang akan memuncak pada penghancuran umat Tuhan, penghancuran kota Yerusalem, dan penghancuran Bait Suci. Meskipun tanda-tanda ini begitu dahsyat, tetapi Yesus memberikan peringatan untuk hal yang lebih menakutkan lagi. Ayat 11 mengatakan akan ada banyak nabi palsu, penyesat, dan orang durhaka. Begitu banyaknya kecemaran hidup dan kedurhakaan sehingga kebanyakan orang akan kecewa dan mengalami kepahitan hingga tidak lagi mampu mengasihi (ay. 12). Apakah semua orang akan disesatkan, menjadi durhaka, dan menjadi dingin di dalam kasih? Tidak. Sebab tetap ada orang yang sanggup mempertahankan kehangatan kasih, kehidupan yang sopan dan kudus, dan ajaran yang benar. Mereka inilah yang akan bertahan dan meneruskan berita Injil hingga ke bangsa-bangsa di seluruh dunia.

Bukankah hingga kini bencana alam tetap terjadi? Bukankah hingga kini mesias-mesias palsu terus menerus bermunculan? Bukankah hingga kini ajaran sesat, kebobrokan hidup, dan ketidakpedulian antara satu orang dengan orang yang lain masih terus ada? Reaksi yang sangat mungkin terjadi pada manusia adalah kasih yang menjadi dingin. Tetapi kita mau belajar dari gereja Tuhan di dalam permulaan penyebarannya. Gereja begitu hangat, bersemangat, memelihara ajaran yang sehat, dan hidup di dalam kasih dan kesopanan. Gereja hidup dengan cara yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang-orang di dunia. Mereka menjadi komunitas yang begitu berbeda di tengah-tengah dunia ini meskipun mereka kecil dan tidak dianggap.

Kita yang hidup pada zaman ini dapat melihat hal-hal yang dinyatakan oleh Yesus sebagai hal-hal yang masih sangat relevan hingga hari ini. Orang-orang yang mau meninggikan diri dengan menyatakan bahwa dirinya adalah mesias tidak pernah habis. Orang-orang seperti ini terus bermunculan dengan egoisme yang sangat besar, ingin menjadi penyelamat seluruh manusia, dan selalu merasa dirinya berjasa besar bagi orang lain. Orang-orang seperti ini juga memiliki bakat yang begitu besar sehingga mampu mengumpulkan pengikut-pengikut fanatik yang sangat militan dan berjumlah banyak. Orang-orang ini akan sangat menyesatkan. Kedatangan Sang Mesias kedua kalinya nanti akan terlihat sangat jelas. Dia akan datang disertai para malaikat, diiringi bunyi sangkakala yang memekakkan telinga, dan diiringi juga oleh orang-orang kudus-Nya yang kembali untuk mengalami kebangkitan tubuh mereka. Akankah peristiwa ini disalah mengerti? Akankah peristiwa seperti ini gagal ditangkap oleh dunia ini? Tidak. Mesias yang sejati, ketika Dia datang kedua kalinya nanti, akan membawa era yang baru, zaman yang baru, yaitu zaman di mana Kerajaan Allah dinyatakan dengan sempurna. Tetapi orang-orang lain yang tidak memiliki tanda-tanda kedatangan dari surga dengan disaksikan oleh orang hidup dan orang mati, mereka ini adalah nabi-nabi palsu, mesias palsu, dan mesias yang rindu masuk di dalam bidang politik untuk menaikkan taraf hidup. Kristus yang sejati akan diratap, disembah, dan dipuja, baik oleh orang hidup maupun orang mati.

Selain itu kedurhakaan dan ajaran sesat juga tidak pernah hilang dari dunia ini sebelum Kristus memulihkan segala sesuatu. Ajaran yang begitu simpang siur, yang hanya bertujuan untuk memopulerkan seseorang yang hanya ingin membuat sensasi, telah merusak begitu banyak orang yang sebenarnya dapat dimenangkan bagi Tuhan kita. Apakah para pengajar tidak sadar betapa besar kerusakan yang mereka dapat timbulkan jika mereka tidak sungguh-sungguh tunduk kepada kebenaran dan hanya mau mengajarkan kebenaran, bukan kreativitas pemikiran kita sendiri.

Kedurhakaan juga sangat berkuasa memuat orang-orang hambar di dalam kasih. Egoisme, gaya hidup menyendiri, media internet dan media sosial, semua berlomba-lomba menghantam manusia agar merasa tidak memerlukan siapa pun. Kecanduan terhadap internet, media sosial, maupun games sebenarnya sedang mengarahkan manusia ke dalam suatu ilusi bahwa dia tidak memerlukan siapa pun untuk bersenang-senang. Perhatikan betapa salahnya kalimat ini: Manusia tidak memerlukan orang lain. Ini kalimat yang sangat salah! Lalu kalimat itu juga menunjukkan bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk bersenang-senang. Dengan demikian manusia menjadi pemburu kesenangan dan tidak mau direpotkan dengan memerhatikan dan mengasihi sesama. Tetapi Tuhan sendiri menyatakan bahwa orang Kristen tidak pernah boleh hidup seperti ini. Gereja adalah tubuh Kristus dan anggota-anggota keluarga Allah. Gereja harus memelihara kasih dan kehidupan yang berkenan kepada Tuhan. Apakah tanda kasih dan pengaruh dari gereja? Berita Injil. Injil akan disebarkan terus oleh gereja Tuhan. Para rasul, dan orang-orang Kristen mula-mula, mereka akan terus bertahan. Yerusalem hancur, Bait Suci dirobohkan, tetapi akan terdapat kaum sisa dari umat Tuhan, yaitu orang-orang Kristen. Mereka inilah yang akan menjadi tunas yang baru (Yes. 6:13). Tunas yang kudus dan mengasihi dunia ini. Itulah sebabnya mereka terus memberitakan Injil. Mereka ingin meninggikan Kristus, Juru Selamat mereka, dan mereka mengasihi dunia yang terus durhaka dan kehilangan kasih ini.

Gereja mula-mula di bawah pimpinan para rasul telah mengalami semua yang Tuhan Yesus nyatakan di sini, dan mereka berhasil menyebarkan Injil hingga ke seluruh dunia. Biarlah kita Tuhan pelihara jikalau kita mengalami kondisi yang sama. Kiranya Tuhan jaga kita dari ajaran para nabi palsu. Kiranya Tuhan juga menjauhkan kita dari gaya hidup yang hanya mau bersenang-senang. Kiranya Tuhan menjauhkan kita dari kedurhakaan. Kiranya juga Tuhan terus memberikan kehangatan cinta kasih yang tidak pernah padam, dan kiranya kasih inilah yang mendorong kita terus memberitakan Injil di tengah-tengah dunia ini. Bukan penganiayaan fisik, bukan juga penindasan yang akan merusakkan orang-orang Kristen. Darah orang Kristen yang tertumpah malahan akan menjadi benih untuk pertumbuhan gereja. Tetapi kehilangan kasih, ajaran palsu, dan hidup cemar, itulah yang paling berbahaya. Berdoa sungguh-sungguh supaya kasih kita tidak menjadi dingin, supaya Tuhan pelihara kita dari ajaran palsu, dan supaya Tuhan kuatkan kita untuk tidak jatuh di dalam kecemaran hidup dunia. (JP)