Renungan Harian 302 (Kamis, 27 Juni 2019)

Dosa Besar para Imam

Devotion from Matius 26:1-5

Matius mencatat kebusukan yang paling besar di dalam sejarah. Kebusukan para pemimpin agama Yahudi yang berencana untuk membunuh Yesus. Mereka berniat untuk mematikan Dia karena mereka tidak lagi bisa membiarkan Dia terus di dalam pengajaran yang bagi mereka sangat sesat dan menghina tradisi Yahudi. Yesus Kristus dianggap sebagai seorang yang penuh dosa. Berita mengenai Dia begitu beraneka ragam. Dia dianggap lahir dari perzinahan (Yoh. 8:41). Dia juga direndahkan karena dianggap berasal dari Nazaret. Dia juga dianggap menyebarkan penyesatan di tengah-tengah rakyat. Ajaran-Nya dianggap berbahaya karena dinyatakan dengan merombak tatanan dari masyarakat Yahudi. Dia dianggap sebagai orang yang akan membawa kehancuran bagi Israel (Yoh. 11:48). Dia juga mengumpulkan masa begitu banyak. Bahkan ketika masuk Yerusalem, semua orang di Yerusalem segera menyambut Dia dan memuji Dia dengan pujian-pujian yang mengagungkan Allah dan Sang Mesias-Nya. Karena ketakutan kepada popularitas Yesus yang makin besar, maka para pemimpin agama yang penuh dengan perasaan iri hati ini bersekongkol untuk membunuh Dia.

Pemimpin agama mengatur plot untuk membunuh orang! Alangkah rusaknya Israel pada waktu itu! Tuhan Yesus bersih. Dia tidak berdosa. Dia tidak memiliki cacat apa pun. Dia tidak pernah bersalah kepada siapa pun. Dia menyatakan kebenaran, dan Dia secara total mendedikasikan hidup-Nya kepada Allah demi kepentingan manusia. Dia rela mati bagi manusia, bahkan bagi manusia yang membenci Dia sekalipun. Betapa berbedanya Yesus Kristus dengan para pemimpin agama yang korup. Yesus Kristus memberikan nyawa-Nya bagi orang lain, pemimpin agama Yahudi membuat plot untuk membunuh orang lain demi kedudukan mereka. Yesus Kristus rela menderita demi memberikan berkat bagi orang lain, pemimpin agama Yahudi ingin membuat Yesus menderita, bahkan mati, untuk diri mereka boleh hidup di dalam kenyamanan. Yesus mengganggu kenyamanan orang-orang ini, maka orang-orang celaka ini ingin menyingkirkan Yesus.

Inilah dunia yang telah penuh dengan orang-orang berdosa. Dunia yang semakin rusak karena orang-orang berdosa makin menyatakan keberdosaannya dengan berani dan tanpa merasa bersalah sedikit pun. Orang-orang ini tidak pernah takut Tuhan. Mereka bahkan berani menjadi pemimpin agama tetapi sangat fasik hidupnya. Sekarang pun banyak pemimpin agama adalah orang-orang terkotor di dunia. Mereka bisa sekejam para pembunuh. Mereka bisa serakus para koruptor besar. Mereka bisa selicik para pemimpin mafia. Inilah sebabnya Tuhan membuang Israel dan Yehuda. Para pemimpin politik dan pemimpin agama telah begitu rusak, sehingga mereka tidak lagi bisa diperbaiki. Jika para pemimpin juga sudah begitu rusaknya, maka tidak ada lagi harapan untuk bisa memperbaiki seluruh bangsa. Bangsa kita pun berada di dalam kehancuran kalau para pemimpin agama sudah berlaku sama kotornya dengan pemimpin politik. Jika agama sudah dijadikan jubah untuk dosa-dosa seperti perampokan, pembunuhan, dan kekejaman-kekejaman yang lain, harapan apakah yang dimiliki oleh sebuah bangsa untuk bertobat?

Di dalam gereja pun banyak pemimpin yang jahat dan licik seperti ini. Ada yang menipu jemaat mereka demi memperkaya diri. Ada yang menjilat pemerintah demi mendapatkan posisi penting. Ada yang memanipulasi jemaat demi menjadi dewan rakyat. Inilah kebusukan-kebusukan di dalam gereja. Hanya tinggal tunggu waktu saja hingga mereka menjadi sama jahatnya dengan para pemimpin Yahudi. Para imam memakai jubah agama mereka untuk menyembunyikan pisau berlumuran darah yang mereka pakai untuk membunuh Sang Mesias. Tidak heran kalau Tuhan akan segera menghancurkan kota yang penuh penjahat agama ini. Biarlah kejadian yang dulu terjadi hingga mengorbankan nyawa seorang yang paling agung ini dapat menjadi dorongan bagi kita berdoa demi kebenaran dan keadilan. Kebobrokan sudah terjadi hingga ke tempat yang seharusnya paling takut Tuhan. Orang yang menjadi pemimpin agama justru adalah orang-orang yang paling tidak takut Tuhan. Para imam Yahudi, orang-orang yang menjadi pembawa korban bakaran kepada Tuhan, sekarang akan bersiap-siap menyembelih Anak Domba Allah.

Sampai kapankah dunia kita penuh kejahatan seperti ini? Dunia telah menjadi tempat di mana orang-orang jahat dan licik berebutan tempat menjadi pemimpin. Baik pemimpin politik, militer, maupun, celakanya, pemimpin agama! Orang-orang kejam ini menghabisi orang-orang benar satu per satu. Mereka menyembelih orang-orang jujur dan orang-orang yang berani berbicara tentang kejahatan mereka. Mereka akan menghancurkan siapa pun yang mencegah mereka mengeruk keuntungan lebih besar. Sadarkah kita bahwa dunia kita sebobrok ini? Jangan terus perhatikan hanya diri dan lingkup hidup sempit yang hanya sebatas apa yang kita alami saja. Begitu banyak ketidakadilan terjadi dan kita baru bersuara kalau kita dirugikan. Begitu banyak orang-orang baik dibungkam, bahkan dibunuh, dan kita baru mau sungguh-sungguh berdoa ketika kitalah yang menjadi korban. Biarlah kita boleh melihat apa yang terjadi, lalu berdoa dengan segenap hati agar Tuhan membalaskan segala tindakan jahat dari orang-orang jahat yang kejam dan licik itu.

Doakan juga supaya Tuhan memurnikan gereja-Nya, sehingga orang-orang yang hanya mencari keuntungan, uang, dan kenikmatan diri sendiri diusir Tuhan dari kursi kepemimpinan. Biarlah gereja di mana pun boleh dipimpin oleh orang yang tulus, rela berkorban, mau mengikut Tuhan dengan setia, dan mengerti kebenaran firman Tuhan. Jika orang-orang yang memimpin gereja sama busuknya dengan orang-orang yang memimpin politik, betapa suramnya masa depan bangsa di mana gereja itu berada. Jika Indonesia ingin memiliki masa depan yang lebih baik, maka harapan satu-satunya adalah gereja. Gereja yang tidak kompromi dengan dosa. Gereja yang dengan ketat menjalankan kegiatannya di dalam kebenaran. Gereja yang terus bersuara menyatakan kebenaran bagi bangsa ini. Gereja yang menjadikan dirinya contoh di dalam ketulusan, kejujuran, dan kekudusan. Doakan supaya gereja kita menjadi gereja seperti ini. Doakan supaya diri kita bisa mendorong gereja kita untuk menjadi gereja seperti ini. Doakan supaya hidup kita membuat kita bisa menjadi contoh bagi jemaat yang lain. Doakan supaya seluruh jemaat, seluruh umat Tuhan dapat menjalani hidup dengan cara yang diperkenan Tuhan kita.

Betapa mengerikan jika kita mengabaikan hal ini. Semakin sedikit orang yang berjuang dan berdoa demi gereja Tuhan akan membuat gereja makin lesu, makin dingin, makin sepi, makin memerlukan gerakan yang aneh-aneh dengan musik-musik disko hanya untuk bertahan hidup. Daripada membawa masuk musik disko dan mengubah gereja menjadi mirip night club, mengapa tidak mempergiat doa? Mengapa tidak mempergiat berjuang untuk hidup suci, benar, dan takut akan Tuhan? Tetapi jika kita mengabaikan doa, kekudusan hidup, hati nurani, dan kebenaran Tuhan, maka gereja akan makin dipenuhi dengan para penjahat yang menduduki kursi pemimpin, dan sebentar lagi mereka akan makin kuat, hingga apa yang terjadi pada Yesus, yaitu dibunuh oleh para imam kepala, harus terjadi lagi berulang-ulang di dalam sejarah. (JP)