Renungan Harian 318 (Sabtu, 13 Juli 2019)

Kuasa Para Saksi

Devotion from Kisah Rasul 1:1-11

Setelah Kristus bangkit dari kematian, sesaat sebelum naik ke surga, Dia memberikan janji yang sangat besar bagi murid-murid-Nya. Dia berjanji akan memberikan kuasa Roh Kudus yang melampaui segala sesuatu. Kuasa yang begitu besar, tetapi begitu sering diabaikan oleh orang-orang Kristen saat ini. Kuasa dari Allah sendiri, tetapi begitu sering disalah mengerti dan berusaha dimanfaatkan oleh orang-orang Kristen palsu saat ini. Mengapa kita sering salah mengerti dan mengabaikan janji ini? Karena kita pun selalu lupa menjalankan hal yang harus ada supaya kuasa Roh Kudus dicurahkan dengan limpah, sesuai dengan yang dijanjikan Yesus sendiri. Tidak ada kuasa dan penyertaan Roh Kudus bagi orang-orang yang menolak untuk menyaksikan nama Kristus. Kita hanya ingin mendapat sesuatu dari Tuhan, tetapi kita tidak mau hidup dengan cara yang Dia tetapkan bagi kita. Kita hanya ingin segala kenikmatan yang Tuhan bisa berikan, tetapi kita tidak ingin melakukan segala yang seharusnya kita berikan kepada Tuhan.

Kuasa Kebangkitan
Di dalam ayat 8 Lukas mencatat perkataan Tuhan Yesus yang menunjuk para murid menjadi saksi, dan karena itu akan mendapatkan penyertaan kuasa Roh Kudus. Dipanggil menjadi saksi, inilah alasan mengapa mereka memperoleh kuasa Roh Kudus. Kuasa Roh Kudus menjadi jelas, relevan, dan dirasakan kepenuhannya oleh para murid karena mereka menyadari dan menjalankan panggilan Tuhan kepada mereka untuk menjadi saksi. Kuasa apakah yang diberikan Roh Kudus kepada mereka? Yang pertama adalah kuasa kebangkitan. Kristus telah bangkit, dan ini adalah bukti nyata kuasa Allah bagi Kristus dan juga bagi kita semua (Rm. 8:11). Kristus telah mengalahkan maut! Jika hanya Dia yang mengalahkan maut maka kita semua akan mengagumi Dia, menyembah Dia, memuja Dia, tetapi tidak mendapatkan kuasa yang bekerja pada Dia. Bukankah Roma 8:11 dengan jelas mengatakan bahwa Roh yang sama yang telah membangkitkan Kristus juga akan membangkitkan tubuh kita yang fana ini? Kristus bangkit bukan hanya untuk dikagumi saja, tetapi juga untuk menjadi contoh, menjadi yang sulung, dan menjadi pengharapan yang kita imani akan terjadi pada kita juga (bandingkan 1Kor. 15:20-22). Renungkan sejenak hal ini. Kita dipanggil untuk menjadi saksi kebangkitan Kristus bukan hanya dengan perkataan, bukan pula hanya dengan mengabarkan apa yang kita lihat, tetapi dengan mengabarkan berita yang telah kita terima sendiri di dalam hidup kita. Berita kuasa kebangkitan di dalam Kristus dan di dalam kita sendiri!

Alangkah besar dosa kita jika kita mengabaikan fakta ini. Diberikan anugerah kuasa Roh Kudus yang melampaui maut, tetapi tidak hidup seperti kita sungguh-sungguh memiliki kuasa tersebut. Kita mengimani bahwa Kristus telah bangkit, tetapi kita memutuskan kaitan antara iman kita dengan hidup kita. Kita terlalu sering melakukan dosa-dosa ini. Kita mengimani bahwa Allah adalah pemilik seluruh hidup kita, tetapi kita memutuskan kaitan antara iman itu dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita mengimani bahwa Kristus adalah Tuhan atas seluruh aspek hidup kita, tetapi kita memutuskan kaitan antara iman itu dengan tetap memberikan ketaatan kepada diri dan dunia, bukan kepada Tuhan Yesus. Kita mengimani Dia bangkit, tetapi kita memutuskan kaitan antara kebangkitan Dia dengan hidup yang penuh kemenangan. Betapa kasihan orang-orang seperti kita ini, yang walaupun memiliki janji yang sedemikian besar dan penuh kuasa, tetapi menjalani hidup yang demikian kerdil dan terus takluk. Takluk kepada dosa, takluk kepada kenikmatan daging, takluk kepada sifat egois, takluk kepada sifat serakah, takluk kepada ketakutan, takluk kepada dunia ini. Bukankah lebih masuk akal jika orang yang hidup seperti ini adalah orang yang memang sejak awal tidak diberi anugerah apa pun? Tetapi kita yang telah diberikan kuasa kemenangan atas maut, di manakah kuasa kemenangan itu?

Kuasa di dalam Tindakan
Kuasa selanjutnya yang dikerjakan Roh Kudus di dalam diri para murid adalah membawa kuasa dari segala tanda-tanda Kerajaan Allah di dalam pemberitaan mereka. Mereka melakukan tanda-tanda mukjizat seperti membangkitkan orang mati, menyembuhkan penyakit, dan mengusir setan-setan untuk menunjukkan bahwa Kerajaan Allah datang di dalam kuasa damai sejahtera yang sejati. Kuasa ini bukan hanya suatu pameran tanda-tanda ajaib untuk menarik perhatian orang. Kuasa ini berarti Tuhan berencana memulihkan dunia ini ketika Kerajaan-Nya dengan sempurna didirikan di atasnya. Kuasa ini juga berarti Tuhan tidak ingin adanya kekacauan, penyakit, setan, dan segala kerusakan yang terjadi sebagai akibat dosa. Pada saatnya nanti semua kerusakan akibat dosa akan disingkirkan oleh Tuhan dan seluruh dunia ini dipulihkan oleh Tuhan (2Ptr. 3:13). Demikian juga ketika Tuhan menyatakan kuasa Roh Kudus di dalam pelayanan para murid. Tuhan menyatakan bahwa berita ini bukan saja berita keselamatan jiwa manusia, tetapi juga berita Kerajaan Allah yang akan mengubah seluruh ciptaan-Nya menjadi baik. Kuasa ini terus akan Tuhan nyatakan, tetapi Tuhan tidak harus memakai cara yang sama selalu. Jika Tuhan memberikan para murid kesempatan untuk melakukan tanda-tanda mukjizat dengan cara yang bersifat supranatural, itu adalah hak-Nya. Tetapi Dia tidak wajib memberikannya kepada semua orang. Kita salah kalau kita berpikir bahwa tanda-tanda itu wajib dimiliki di dalam cara yang supranatural. Tetapi kita juga salah kalau berpikir bahwa kuasa Roh Kudus sudah tidak lagi dinyatakan selimpah pada zaman Kisah Rasul. Roh Kudus tetap bekerja melakukan pekerjaan-Nya dengan limpah. Pekerjaan yang membawa kuasa dosa tunduk dan hancur di bawah kuasa damai sejahtera dan kebaikan. Tetapi jangan memberikan fokus pandangan kita hanya kepada mukjizat kesembuhan dan tanda-tanda supranatural. Coba latih mata kita untuk memandang kepada kuasa perubahan yang Tuhan terus kerjakan dengan limpah melalui Roh Kudus-Nya. Tuhan bekerja membenahi pemerintahan yang korup. Tuhan bekerja mengembalikan selera akan keindahan sejati di dalam jiwa manusia. Tuhan bekerja memberikan kebangunan rohani dan pertobatan yang besar. Tuhan bekerja membuat masyarakat menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran. Tuhan bekerja membuat kemajuan budaya manusia digunakan untuk hal-hal yang mendatangkan damai sejahtera bagi banyak orang. Hal-hal inilah yang harus kita lihat, nantikan, harapkan, dan doakan dengan sungguh-sungguh. Mengapa kerinduan kita yang terbesar adalah melihat pertunjukan sulap supranatural? Mengapa kita tidak rindu yang natural ini disempurnakan oleh Tuhan sehingga menjadi pernyataan kemuliaan kekal Allah?

Kuasa di dalam Perkataan
Hal berikutnya yang Roh Kudus kerjakan di dalam diri para murid adalah kuasa pemberitaan firman. Firman Tuhan yang berkuasa itu dinyatakan dan tidak seorang pun bisa mencegah orang-orang pilihan-Nya kembali kepada Tuhan. Tuhan berbicara melalui para murid. Dia menyatakan kebenaran-Nya melalui suara para murid yang dengan beban yang berat memberitakan Injil Kristus ke seluruh bangsa. Roh Kudus bekerja di dalam pemberitaan firman untuk menghancurkan keangkuhan manusia (2Kor. 10:5) seperti palu menghantam tembok yang hendak dirobohkan. Seruan para rasul tidak pernah membuat tenang. Seruan firman yang mereka nyatakan akan membuat orang berdosa gelisah hatinya. Seruan firman yang mereka nyatakan menghasilkan pertobatan yang sejati. Seruan firman yang mereka nyatakan menggembalakan jemaat mula-mula yang baru didirikan. Seruan firman yang mereka nyatakan menempelak orang berdosa dan membuat marah banyak pemimpin agama dan politik yang munafik. Apakah seruan seperti ini juga yang kita harapkan terus disuarakan di dalam gereja kita? Jika suara dari gereja makin mengecil, makin diabaikan, makin ditinggalkan, maka kita sedang berada di dalam keadaan celaka. Roh Kudus tidak pernah gagal menyatakan kuasa firman Tuhan. Jika sebuah gereja kehilangan kuasa ini, maka itu berarti Roh Kudus sedang meninggalkan gereja itu dan memindahkan kaki dian karya-Nya ke gereja yang lain (Why. 2:5). Apakah ini yang menjadi doa dan permohonan kita kepada Tuhan? Yaitu bahwa Tuhan tidak mengambil kuasa Roh Kudus-Nya dari seruan firman di atas mimbar gereja kita? Doakan dengan sungguh-sungguh supaya para pengkhotbah benar-benar memberitakan firman Tuhan dengan bersandarkan kepada kuasa Roh Kudus dan dengan bertanggung jawab menyatakan firman dengan cara yang jelas dan tepat.

Kiranya kita semua diberikan warisan yang agung dari gereja pada zaman para rasul, yaitu kuasa Roh Kudus yang menyatakan kemenangan atas maut, yang menyatakan perubahan dan pembawa damai sejahtera di bumi, dan yang menyatakan seruan firman yang penuh kuasa dari mimbar gereja Tuhan.

Doa:
Ya Bapa di surga, mohon berikan kepada kami kesempatan untuk terus mengalami kelimpahan dari kuasa Roh Kudus. Berikan kami keberanian hidup yang melampaui maut. Berikan kami tekad dan kerelaan bekerja keras demi mendatangkan damai sejahtera dan kebaikan bagi orang lain di dunia ini. Berikan juga gereja-Mu kuasa pemberitaan firman-Mu, sehingga gereja-Mu terus Engkau pakai untuk menyatakan Kristus, Anak Tunggal-Mu, dan juga menjadi suara hati nurani bagi bangsa kami. (JP)