Renungan Harian 362 (Senin, 26 Agustus 2019)

Kebangkitan Anak Daud #2

Devotion from Kisah Rasul 13:32-41

Bagian berikut dari khotbah Paulus ini menekankan kuasa Kristus sebagai Mesias yang dibangkitkan oleh Allah. Yesus Kristus, Anak Daud, tidak ditaklukkan oleh kematian. Allah menaklukkan kematian melalui kematian-Nya. Inilah tanda yang Tuhan nyatakan kepada umat-Nya bahwa Yesuslah Sang Mesias. Jika orang-orang masih meragukan bahwa Yesus adalah Sang Mesias sebelum Dia bangkit, maka keraguan itu masih beralasan. Tidak mungkin Sang Mesias – yang dijanjikan Tuhan – mati, sebelum apa yang Tuhan kehendaki Dia kerjakan terjadi. Tuhan Yesus memang mati, tetapi kebangkitan-Nya pada hari ke-3 menjadi tanda yang telah dinubuatkan oleh para nabi. Khotbah yang dinyatakan oleh Paulus ini mirip dengan apa yang dinyatakan oleh Petrus di dalam Kisah Rasul 2. Khotbah pertama Petrus yang tercatat adalah mengenai Anak Daud yang mati dan bangkit, sebagaimana dinubuatkan di dalam Mazmur 16:10. Pada bagian ini pun kita melihat khotbah pertama Paulus yang dicatat, dan sama seperti Petrus, Paulus pun mengutip Mazmur 16:10 dan menggunakannya sebagai bukti bahwa Sang Mesias memang harus mati terlebih dahulu, tetapi Dia tidak akan dibiarkan tetap di dalam kematian. Inilah tanda yang tidak mungkin bisa disamai oleh siapa pun. Tidak ada orang yang dapat mengklaim dirinya adalah Sang Mesias jika bangkit dari antara orang mati adalah tandanya. Tetapi Yesus dari Nazaret bangkit. Dialah satu-satunya yang dapat memenuhi tanda yang dituntut dari Mazmur 16.

Tuhan telah mempersiapkan orang-orang Yahudi dengan nubuat-nubuat tentang Sang Mesias. Baik melalui Taurat, Kitab Para Nabi, ataupun Mazmur, semua berbicara tentang Kristus. Tidak ada alasan untuk menolak Dia sebagai Juruselamat. Di dalam bagian akhir dari khotbah Paulus ini kita dapat melihat tiga hal yang memuncak kepada kebangkitan Kristus. Yang pertama di dalam ayat 33, bahwa Allah berkenan kepada Dia, menyatakan-Nya sebagai Anak-Nya, dan memberikan perkenanan-Nya itu dengan membangkitkan Dia. Allah mengasihi Dia lebih daripada siapa pun. Siapakah yang diperkenan Tuhan lebih daripada Tuhan Yesus? Jika ya, apakah tandanya? Apakah Allah membangkitkan orang lain dari kematian dan menyatakan perkenanan-Nya di dalam nubuat? Seluruh pernyataan kasih, perkenanan, dan relasi yang demikian dekat diberikan oleh Allah kepada Sang Mesias. Allah menyatakan Sang Mesias sebagai Anak-Nya. Dan karena Allah berkenan kepada Dia, maka Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Allah tidak membiarkan Dia tetap berada di dalam kematian.

Hal kedua ada di dalam ayat 35, Allah menyatakan kemenangan Sang Mesias ini dengan disaksikan oleh orang-orang kudus-Nya. Allah mau menyatakan kemuliaan Sang Mesias hanya kepada orang-orang yang Dia perkenan. Tidak semua orang boleh menyaksikan. Tidak semua orang Allah izinkan mengenal siapa Sang Anak itu. Itulah sebabnya siapa pun yang menyaksikan Dia bangkit, atau yang beriman kepada-Nya melalui pemberitaan para saksi, atau yang beriman kepada-Nya melalui berita Injil yang disampaikan kepadanya, adalah orang-orang yang mendapatkan anugerah sangat limpah! Tuhan menyatakan kemuliaan Sang Anak dengan dua cara. Cara pertama adalah pernyataan kebangkitan-Nya dan kemenangan-Nya atas maut. Cara kedua adalah kemuliaan dari kedatangan-Nya yang kedua kali. Kedatangan kedua akan membuat seluruh dunia jatuh ke dalam penghakiman-Nya. Siapa yang baru menyadari kemuliaan Kristus dan baru mengakui Dia sebagai Raja setelah kedatangan-Nya yang kedua kali, dia tidak akan bisa luput dari penghakiman Kristus. Tetapi siapa yang percaya kuasa kebangkitan-Nya di dalam kedatangan-Nya yang pertama, yaitu kedatangan untuk menebus manusia dengan cara merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, maka orang-orang ini adalah orang-orang yang diselamatkan. Orang-orang yang akan luput dari murka dan hukuman Allah. Allah Bapa memanggil sebagian orang, menyatakan kebangkitan Anak-Nya, dan menjadikan orang-orang ini anak-anak-Nya di dalam Kristus Sang Anak Allah. Inilah tanda kedua yang Paulus jadikan sebagai peringatan bagi orang-orang Yahudi.

Hal ketiga yang menjadi tanda adalah penebusan dosa yang digenapi di dalam kebangkitan Kristus. Dosa membuat setiap orang harus mati. Tetapi penebusan Kristus membuat setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh pembebasan dosa. Pembebasan dosa tidak diperoleh dari menjalankan hukum Musa. Hukum Musa adalah peraturan yang membimbing orang-orang yang telah diselamatkan oleh Allah. Hanya orang-orang yang telah ditebus saja yang memiliki motivasi yang benar menjalankan Taurat. Mengapa demikian? Karena orang-orang yang telah ditebus memiliki kasih dan kekuatan dari penerimaan Allah untuk menjalankan Taurat. Mereka yang belum diterima oleh Allah, bagaimana mungkin mempunyai kekuatan untuk menjalankan Taurat. Itulah sebabnya hanya orang-orang yang telah ditebus saja yang memiliki kekuatan untuk menjalankan Taurat. Bagaimana dengan orang-orang yang hidup sebelum Kristus datang? Mereka ditebus dengan cara beriman kepada Allah di Surga. Siapa yang beriman kepada Allah di Surga, dirinya akan diperhitungkan sebagai orang yang dibenarkan, dan dosa-dosanya termasuk di dalam yang akan ditebus oleh Sang Mesias ketika Dia datang untuk menjadikan diri-Nya korban bagi penebusan dosa.

Untuk direnungkan:
Marilah kita merenungkan tiga hal pada hari ini. Hal pertama adalah Kristus yang diperkenan Allah membuat kita semua dapat diperkenan Allah di dalam iman kepada Kristus. Kita yang percaya kepada Kristus, kita diperkenan oleh Allah sama seperti Dia telah memperkenan Kristus. Yesus Kristus menebus kita dengan cara mengambil dosa dan penghukuman kita, supaya kekudusan dan perkenanan Allah boleh kita miliki. Di dalam Tuhan Yesus kita semua telah diperkenan oleh Bapa kita di Surga. Jika kita telah diperkenan dengan cara yang sangat penuh anugerah seperti ini, biarlah hidup kita benar-benar ditundukkan kepada kehendak Tuhan sehingga tidak ada lagi hal-hal di dalam hidup kita yang tidak benar-benar dibersihkan dan dikuduskan bagi Tuhan. Jangan menghina pengorbanan dan kasih Kristus.

Hal kedua adalah menjadi orang-orang kudus Tuhan yang mengimani kuasa dan pekerjaan Tuhan yang mulia. Kita tidak menyaksikan Dia bangkit, tetapi kita beriman kepada Kristus yang telah bangkit, sebagaimana disaksikan oleh para saksi. Tuhan menyatakan kebenaran-Nya dan kita percaya kepada-Nya. Kita percaya melalui berita para saksi tentang siapakah Kristus itu. Kesaksian yang bukan bersumber dari pikiran manusia, tetapi berasal dari Roh Allah sendiri. Tuhan tidak datang menjadi manusia di dalam kedatangan pertama-Nya untuk menyatakan kerajaan-Nya secara penuh. Dia datang untuk membeli lunas orang-orang yang akan berbagian di dalam kerajaan-Nya terlebih dahulu. Orang-orang kudus-Nya yang kekasih. Kitalah orang-orang itu. Kita yang percaya bahwa Dia telah mati bagi kita dan telah bangkit karena diperkenan Allah. Kita telah dikuduskan oleh Allah, dan tanda pengudusan kita itu adalah bahwa Tuhan tidak membiarkan kita melihat kebinasaan Kristus. Kita mengetahui bahwa Dia bangkit!

Hal ketiga adalah penghapusan dosa kita menjadi sesuatu yang terjadi dengan pasti karena Kristus bangkit. Roma 4:25 mengatakan bahwa Yesus bangkit karena kita telah dibenarkan oleh Bapa. Penebusan Kristus sudah genap kita miliki, maka Yesus bangkit. Sadarkah kita kalau dosa kita telah dihapus? Sadarkah Saudara? Tidak ada seorang manusia pun yang dapat memiliki hidup damai sejahtera di dalam dosa. Tidak mungkin! Demikian juga kita tidak mungkin dapat hidup damai di dalam dosa. Bisakah kita membebaskan diri dari dosa? Tidak. Hanya Dia yang telah dibangkitkan Allah, Dialah yang sanggup. Sekarang Dia telah membebaskan kita dari dosa. Masihkah kita bertindak bodoh dengan berbuat dosa lagi? Jika hidup damai sejahtera telah Tuhan berikan karena ada pembebasan dari dosa, mengapa kita masih mencemarkan diri lagi dengan berbuat dosa? (JP)