Renungan Harian 386 (Kamis, 19 September 2019)

Penginjil Palsu

Devotion from Kisah Rasul 19:11-20

Dalam bacaan hari ini kita mengetahui adanya orang-orang di Efesus yang dipermainkan oleh kuasa jahat ketika mereka “mengabarkan Injil”. Tentunya mereka terpengaruh oleh tanda-tanda yang dikerjakan oleh Paulus. Ayat 11-12 mengatakan bahwa tanda-tanda mukjizat Paulus di Efesus benar-benar luar biasa. Bahkan barang-barang yang pernah dipakai Paulus pun membuat orang-orang sakit sembuh dan setan-setan lari. Apakah tanda sedemikian hebat ini pasti berpengaruh baik? Ternyata tidak. Tanda-tanda mukjizat selalu berguna untuk membuat orang-orang menyadari otoritas para saksi Kristus. Mereka yang menyaksikan Kristus bangkit dan membawa berita itu sebagai saksi mata sering kali Tuhan berikan tanda-tanda mukjizat besar (Ibr. 2:3-4). Tetapi tidak berarti setiap orang yang bisa mengerjakan tanda-tanda ajaib otomatis menjadi saksi yang benar. Jangan gampang dipengaruhi oleh mukjizat! Saksi-saksi Kristus di abad pertama bekerja dengan tanda mukjizat yang sangat banyak. Tetapi ini tidak berarti setiap tanda mukjizat harus diterima. Pengertian akan ajaran yang benar harus menjadi pembeda yang harus diketahui semua orang percaya. Jika tidak dia akan gampang diombang-ambingkan oleh ajaran yang kacau-balau (Ef. 4:13-14). Bacaan hari ini juga mengingatkan kita tentang bahayanya mengagumi mukjizat tanpa memedulikan doktrin yang benar. Orang-orang Kristen yang mengagumi mukjizat dan mengatakan doktrin tidak penting adalah orang-orang yang berbahaya bagi kekristenan. Inilah orang-orang yang akan membawa kekristenan gampang sekali dikacaukan oleh ajaran yang rusak. Kerusakan ajaran akan merusak gereja. Kerusakan gereja membuat kerusakan dunia tidak lagi bisa diobati. Bertobatlah dan kembalilah ke ajaran yang benar!

Ayat 13 mengatakan bahwa ada orang-orang yang sangat menyukai sihir dan hal-hal supranatural berusaha memakai nama Tuhan Yesus sebagai mantra. Ini adalah tipe orang-orang yang mau Kristen tetapi tidak mau membuang kuasa masa lalu mereka. Orang-orang seperti ini berpikir bahwa apa yang mereka dulu miliki begitu menguntungkan sehingga mereka enggan membuangnya. Ini bukanlah pertobatan sejati. Pertobatan sejati akan menganggap hina segala bentuk pemberontakan kepada Tuhan, termasuk kekaguman akan kuasa-kuasa lain yang bukan dari Tuhan. Mengapa kuasa gelap begitu menarik? Kuasa gelap hanyalah kuasa remeh yang sangat mudah dihancurkan oleh Roh Kudus. Tetapi orang-orang yang masih mendua hati antara kehidupan lamanya dan mengikut Yesus, selalu akan takluk kembali oleh godaan hidup lamanya. Orang-orang di dalam ayat 13 ini, yaitu 7 anak imam kepala Yahudi bernama Skewa, yang terbiasa bermain dengan kuasa sihir, ingin menjadi pengusir setan seperti yang mereka lihat Paulus lakukan. Maka mereka memanfaatkan nama Tuhan Yesus dan memperalat nama yang mahamulia itu untuk kepentingan mereka sendiri. Betapa besar dosa orang-orang seperti ini. Dan sangat banyak hamba Tuhan sekarang yang memanfaatkan nama Tuhan untuk memukau jemaat demi popularitas mereka sendiri. Bagaimana mungkin orang-orang seperti ini akan luput dari hukuman! Mereka tidak takut kepada Tuhan, biarlah Tuhan sendiri yang hantam mereka agar mereka bertobat. Anak-anak Skewa ini juga berkeliling dan mencoba mengusir setan untuk mengimitasi Paulus dan berharap bisa berbagian di dalam popularitas yang sama seperti Paulus.

Tetapi yang terjadi adalah nama Tuhan Yesus yang mereka mau manipulasi tetap menjadi sangat populer, namun mereka sendiri justru dipermalukan dengan sangat. Dalam ayat 15 setan itu mengatakan bahwa mereka mengenal (dan gentar) kepada nama Yesus, tetapi mereka tidak melihat orang-orang ini sebagai orang-orang milik Yesus. Siapa yang mau memanipulasi nama Yesus akan dipermalukan seperti ini. Setan pasti akan mempermainkan dan menaklukkan orang-orang penipu seperti ini. Ayat 16 dikatakan bahwa orang yang kerasukan setan itu mengalahkan mereka bertujuh secara fisik, menelanjangi mereka, melukai mereka, dan mengusir mereka. Mereka ingin mengusir setan dan setan itu yang mengusir mereka! Maka orang-orang ini dipermalukan dengan sangat, tetapi nama Yesus justru semakin dikagumi. Sebab dari mulut orang yang kerasukan setan itu, yang sanggup menelanjangi dan mengalahkan tujuh orang laki-laki itu, keluar kalimat yang menyatakan mengenal Tuhan Yesus dan Paulus. Nama Kristus dan Paulus hamba-Nya semakin tersebar, sedangkan nama dari orang-orang yang ingin cari nama bagi diri sendiri dipermalukan dan direndahkan.

Orang banyak yang menyaksikan ini menyadari bahwa sihir semacam itu ternyata tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Mereka pun ketakutan dan bertobat dari sihir dan cara hidup yang terikat dengan kuasa-kuasa jahat. Efesus, sama seperti kota besar pada waktu itu, adalah kota yang sangat subur untuk praktik-praktik perdukunan dan sihir. Tetapi setelah menyadari betapa tidak berdayanya kuasa-kuasa demikian, mereka pun bertobat dan meninggalkan semua itu. Tidak ada kuasa yang sanggup bertahan ketika kuasa Roh Kudus tiba. Tidak ada orang yang sanggup mempermainkan kuasa Roh Kudus. Itulah sebabnya orang-orang Kristen yang percaya kepada Kristus harus menghormati nama Kristus, tidak memanipulasi nama itu demi keuntungan pribadi, tidak menggunakannya seperti mantra untuk membawa keberuntungan, dan tidak menganggap nama itu sebagai pengganti jampi-jampi sihir. Itu sangat menghina Tuhan dan sangat membangkitkan murka-Nya. Orang-orang Kristen juga harus menyadari bahwa tidak ada kuasa setan, kuasa jahat, ataupun kuasa sihir yang sanggup bertahan di hadapan kuasa Roh Kudus. Tidak ada sihir yang akan menimpa orang-orang kepunyaan Allah sendiri. Tidak ada kuasa yang akan mengalahkan pengabar-pengabar Injil yang membawa nama Yesus dengan penuh hormat dan kesungguhan. Mukjizat yang dikerjakan oleh Paulus membuktikan hal ini.

Untuk direnungkan:
Jika kita mau sujud kepada Kristus, beriman kepada-Nya dan memberikan dedikasi total hidup untuk Dia, maka kita tidak akan bermain-main dengan nama Kristus. Berhentilah menggunakan nama-Nya untuk hal-hal yang berkait dengan nasib baik. Orang-orang Kristen yang memakai seruan “dalam nama Yesus” untuk kelancaran usaha, dagang, dan hal-hal kafir lainnya yang dilakukan para penyembah berhala agar usaha mereka lancar, mereka sedang menghina Tuhan Yesus. Ini hal pertama yang harus kita ingat. Kita tidak lebih besar daripada Kristus, dan karena itu kitalah yang harus tunduk di bawah nama itu.

Hal kedua yang menjadi perenungan kita adalah betapa besar kuasa Allah yang menyertai dan menuntun orang-orang percaya untuk hidup kudus bagi Kristus. Tuhan memimpin kita untuk menjadi seperti yang Dia inginkan. Tuhan memimpin kita untuk merombak, menghancurkan, dan menata kembali pola pikir kita yang sebelumnya penuh dikuasai hawa nafsu dan keserakahan. Gila harta, gila uang, gila melampiaskan hawa nafsu, semua kegilaan dosa ini akan dihancurkan oleh Tuhan, sehingga kita mengakui hanya Dia sajalah yang berkuasa atas hidup kita. Berbahagialah kita jika kita menyadari hal ini. Kuasa Tuhan yang melampaui semua ikatan dosa akan memberikan kemenangan kepada kita sekalian. Datanglah kepada Kristus, memohon dan berdoa bagi pimpinan-Nya bagi kita agar kita dapat sungguh-sungguh kembali kepada Dia dan tidak lagi hidup di dalam dosa kita.

Hal ketiga yang perlu kita ingat adalah bahwa orang berdosa dipermainkan oleh kuasa jahat, tetapi kuasa jahat dipermainkan oleh kuasa Allah. Allah mempermainkan dan membinasakan kuasa jahat. Kuasa jahat tidak layak mendapatkan rasa takut kita. Takutlah kepada Allah dan kita tidak perlu lagi takut kepada apa pun yang lain. Sujudlah kepada Allah dan kita akan punya kekuatan untuk berdiri menghadapi kuasa setan. Takutlah akan Tuhan. Gentarlah kepada Dia yang sanggup menghakimi dan menghancurkan semua musuh-musuh-Nya. Jangan gentar kepada kuasa jahat. Kuasa jahat akan Tuhan permainkan demi kemuliaan nama-Nya. (JP)