Renungan Harian 416 (Sabtu, 19 Oktober 2019)

Menjadi Anak-anak Allah

Devotion from Yohanes 1:10-13

Sang Firman itu telah datang dan menjadi daging. Dia datang kepada dunia yang diciptakan oleh-Nya. Tetapi Dia tidak datang dengan otoritas penghakiman yang penuh kuasa. Sebaliknya, Dia datang dengan lemah lembut. Begitu lemah lembut sehingga Dia membiarkan diri-Nya ditolak oleh dunia yang diciptakan-Nya. Dunia ini ada karena diciptakan oleh-Nya. Sang Firman itulah yang menyatakan dengan otoritas dan kuasa sehingga apa yang dapat kita lihat ini terjadi. Seluruh keberadaan berhutang sepenuhnya kepada Sang Firman ini. Dialah yang berbicara sehingga segala sesuatu jadi. Dialah yang menciptakan manusia. Dialah yang membuat tempat bagi manusia. Dialah yang menopang hidup manusia. Bahkan Dialah yang menopang seluruh keberadaan yang menopang manusia. Tetapi Dia datang kepada dunia yang telah memberontak kepada-Nya. Semakin kudus seseorang, semakin dunia membencinya. Semakin kemuliaan Allah dinyatakan, semakin dunia menolaknya. Walaupun kemuliaan Allah dan pemeliharaan-Nya terus diberikan kepada dunia ini, tetapi dunia ini tidak pernah merasa perlu mencari dan menyembah Allah yang telah memelihara mereka. Dunia membenci Allah yang sedang menopang dia. Dunia menghina Allah yang sedang memberkatinya dengan cahaya kemuliaan-Nya. Dunia menolak Allah yang datang untuk memberkati dia.

Ayat 11 mengatakan bahwa Sang Firman itu datang kepada milik kepunyaan-Nya. Israel! Israellah milik Tuhan yang dipelihara dan dipimpim oleh-Nya secara langsung. Jika seluruh bangsa hanya menikmati anugerah umum Tuhan yang diberikan kepada semua orang di bumi ini, maka Israel menikmati banyak hal yang lebih daripada itu. Israel diberikan firman, ibadah, nabi-nabi, Taurat, penyertaan, Bait Suci, imam-imam, dan lain-lain. Israel adalah milik Tuhan yang Tuhan sangat kasihi. Tetapi apa yang menjadi fokus kasih Tuhan ternyata juga menjadi fokus murka-Nya. Israel menolak Dia, bahkan berkali-kali menolak Dia. Israel menyembah berhala, mengabaikan firman-Nya, menyiksa dan membunuh nabi-nabi yang berfirman demi nama Tuhan, melakukan kekerasan dan ketidakadilan, serta menghina kehadiran-Nya dengan berlaku cemar dan najis. Dosa mereka terus bertambah hingga ketika Sang Firman itu, yaitu Sang Mesias datang pun, mereka menolak Dia. Israel senantiasa mengeraskan hati dan menolak Tuhan, sehingga ketika janji Tuhan membebaskan mereka tiba pun tidak mereka sadari. Mereka terus memberontak kepada Allah dan menolak utusan-Nya yang paling mulia, yaitu Sang Firman. Sang Firman ditolak oleh milik-Nya sendiri. Milik yang Dia kasihi. Milik yang untuknya Dia rela datang dan mengorbankan diri-Nya. Milik yang tidak pernah menghargai kasih-Nya dan menganggap sepi pertolongan dan belas kasihan-Nya.

Tetapi barang siapa menerima Dia akan diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah. Apakah maksudnya ini? Maksudnya ialah bahwa tidak seorang pun dapat menjadi anak-anak Allah tanpa kuasa atau otoritas dari Allah. Pilatus mengatakan bahwa dia berkuasa atas hidup atau matinya Yesus Kristus (Yoh. 19:10), tetapi dijawab bahwa tidak ada kuasa yang dapat berlaku atas Yesus jika bukan diberikan dari atas. Demikian juga di awal Injil ini dinyatakan bahwa tidak ada yang sanggup menjadikan seseorang anak Allah kecuali kuasa Allah sendiri. Kuasa yang Allah berikan karena seseorang menerima Sang Firman itu. Ini berarti bahwa keadaan manusia terkutub menjadi hanya dua saja. Yang satu adalah orang-orang mati yang berada di dalam kegelapan dan terus menolak anugerah Tuhan. Sedangkan yang lain adalah orang-orang yang diberikan kuasa dari Allah untuk menjadi anak-anak Allah. Kita hanya bisa menjadi orang mati yang berada di dalam kegelapan, atau anak dari Allah, Sang Sumber Terang. Maukah kita menjadi anak Allah? Tetapi walaupun mau, sanggupkah kita menjadikan diri kita anak Allah? Tidak ada yang sanggup menjadikan kita anak-anak Allah. Hanya kuasa Allah saja yang sanggup. Kuasa Allah saja yang sanggup membuat Allah rela memandang kita dengan penuh kasih, seperti seorang bapa kepada anak. Kuasa Allah saja yang sanggup memisahkan kita menjadi milik-Nya sampai selama-lamanya. Tidak ada kekuatan dan kemampuan dari mana pun yang dapat menjadikan kita anak-anak Allah, dan ini berarti tidak ada kemampuan dan kekuatan dari mana pun yang sanggup membatalkan keberadaan kita sebagai anak-anak Allah. Hanya karena kuasa Allah saja kita dimenangkan dari dunia ini dan menjadi anak-anak Allah.

Hanya kuasa Allah saja yang menjadikan kita anak-anak Allah. Tidak ada yang lain. Tidak juga kekuatan kebangsaan Israel. Kita tidak menjadi anak-anak Allah karena kita keturunan Abraham secara fisik. Kita bukanlah orang Israel yang menerima kewargaan Israel karena keturunan. Orang Israel secara fisik pun tidak sanggup menjadi anak Allah. Sang Firman datang kepada milik kepunyaan-Nya, yaitu Israel, tetapi bukankah mereka malah menolak Dia? Penolakan mereka membuat mereka dibuang oleh Tuhan. Tidak ada kekuatan yang dapat membuat mereka menjadi anak-anak Allah, kecuali Allah sendiri yang menjadikan mereka anak-anak Allah. Dan Allah hanya akan memberikan kuasa seseorang menjadi anak-Nya jika dia menerima Kristus, Sang Firman. Itulah sebabnya ayat 13 mengatakan bahwa anak-anak Allah ini bukanlah anak-anak secara jasmani. Bukan karena ayah kita adalah anak Allah, maka kita menjadi anak Allah. Orang tua kita tidak akan membuat kita menjadi anak Allah. Mereka dapat menjadi anak-anak Allah yang taat dan setia, tetapi jika kita secara pribadi tidak menerima Kristus, kita tidak mungkin menjadi anak Allah. Demikian juga walaupun orang tua kita menolak Allah dan mengeraskan hati terhadap Dia, ini tidak berarti kita tidak dapat menjadi anak Allah. Jika kita menerima Sang Firman, yaitu Kristus, kita akan diberikan kuasa menjadi anak Allah, walaupun dilahirkan dan dibesarkan oleh keluarga yang tidak mengenal Allah yang benar. Bukan karena siapa yang menjadi orang tua kita membuat kita menjadi anak Allah. Tuhan intervensi dan memberikan kelahiran yang baru, kelahiran yang tidak berasal dari hal yang natural, yaitu dari perkawinan manusia, tetapi kelahiran yang berasal dari Roh, yang terjadi karena kehendak dan kuasa Allah di surga.

Dunia akan terus membenci Allah dan menolak Sang Firman. Tetapi di dalam dunia ada sekelompok orang yang telah mengalami kuasa Allah, yaitu kuasa yang menjadikan mereka anak-anak Allah. Orang-orang inilah yang akan menyatakan kuasa Allah. Kuasa yang menjadikan mereka anak-anak Allah, melahirkan mereka sebagai anak-anak Allah, mempertumbuhkan mereka menjadi anak-anak Allah yang hidup di dalam kuasa Allah, dan memakai mereka untuk menaklukkan dunia yang gelap dan mati ini. Sadarlah akan kuasa Allah ini! Kuasa yang melahirkan, mempertumbuhkan, dan memberikan kemenangan kepada kita di dalam Kristus, Sang Firman.

Doa:
Tuhan, betapa besar dosa kami kepada-Mu jika kami melupakan anugerah-Mu yang penuh kuasa ini, yaitu anugerah yang menjadikan kami anak-anak-Mu. Hanya kuasa-Mu saja yang dapat merebut kami dari dunia, belenggu dosa, dan kegelapannya. Kuasa-Mu membebaskan kami. Kuasa-Mu menjadikan kami anak-anak-Mu. Tidak ada yang lebih mulia daripada ini, ya Tuhan! Berikanlah kami hati yang senantiasa mengagungkan nama-Mu oleh karena kasih-Mu yang penuh kuasa atas kami. Kami anak-anak-Mu, ya Tuhan, tuntunlah kami mengikuti Sang Firman, sebab di dalam Dialah kami memperoleh kuasa menjadi anak-anak-Mu! Tuntun kami menaklukkan dunia ini sebab di dalam diri-Mulah kuasa itu akan terus memimpin kami! Janganlah biarkan kami takluk oleh dosa dan dunia ini ya Tuhan! Biarlah kami sadar bahwa kuasa-Mu yang telah menjadikan kami anak-anak-Mu, adalah kuasa yang lebih kuat dari dunia ini, dan kuasa itulah yang senantiasa memimpin hidup kami. (JP)