Renungan Harian 449 (Kamis, 21 November 2019)

Air Hidup

Devotion from Yohanes 7:37-52

Di puncak perayaan, Yesus mengajarkan tentang air hidup. Yesus akan memberikan air hidup kepada barang siapa yang haus. Orang Israel tidak kenal Allah mereka, dan karena itu mereka tidak tahu asal usul Yesus. Tetapi tetap ada kaum sisa yang dipelihara oleh Allah. Mereka inilah yang disiapkan Allah untuk datang kepada Yesus Kristus. Bagaimana Allah mempersiapkan mereka? Salah satunya adalah dengan memberikan hati lemah lembut menerima pengajaran dari Tuhan, dan yang senantiasa merindukan Tuhan. Di dalam Mazmur 42, hal yang paling dirindukan pemazmur bukanlah kejayaan bangsanya. Dia juga tidak merindukan kekuatan militer ataupun pulihnya ekonomi Israel. Dia sangat merindukan Tuhan. Setiap hari yang membuat air matanya jatuh adalah karena orang-orang berkata, “di manakah Tuhanmu?” (Mzm. 42:4). Kerinduan mereka yang paling besar bukanlah tradisi, bukanlah ke-Yahudi-an mereka, bukanlah kemegahan, kehebatan, dan kejayaan mereka. Kerinduan mereka yang paling besar adalah kehadiran Allah. Sungguh, setiap orang yang Allah siapkan untuk datang kepada Yesus Kristus adalah orang-orang yang haus akan Allah. Jiwa mereka merana jika tidak ada Allah. Jiwa mereka menderita jika Allah meninggalkan mereka. Ini adalah orang-orang yang mengharapkan kasih Allah lebih daripada pemberian Allah. Mengharapkan kehadiran Allah dibandingkan kelimpahan dunia. Orang-orang ini tidak sama dengan orang-orang yang menentang Yesus. Mereka marah karena Yesus merombak tradisi mereka. Orang-orang ini terus mengeraskan hati dan akan binasa karenanya. Tetapi orang-orang yang lain memiliki kerinduan yang besar akan Tuhan. Orang-orang inilah yang akan mendengarkan perkataan Tuhan Yesus dan akan menikmati Roh Kudus yang akan Yesus berikan untuk melegakan dahaga mereka dan memuaskan kerinduan mereka akan kehadiran Tuhan.

Ayat 39 menjelaskan bahwa air hidup yang Yesus maksudkan adalah Roh Kudus. Roh Kudus akan memberikan kelimpahan bagi orang-orang yang merindukan Allah, karena Roh Kudus ini akan menyatakan kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya sampai Allah datang ke bumi dan kemuliaan-Nya memenuhi bumi. Tetapi saat itu Roh Kudus belum dicurahkan oleh Kristus. Setelah Yesus disalib, mati, dan dibangkitkan; kemudian diangkat di tempat yang mahatinggi, setelah itulah Roh Kudus akan diberikan. Roh Kudus akan melanjutkan penyertaan Allah yang dinikmati umat Allah melalui kehadiran Yesus Kristus. Roh Kudus akan memberikan kelimpahan, penyertaan, kasih, dan sukacita karena Allah hadir di tengah-tengah umat-Nya. Akankah janji ini berguna bagi orang-orang yang sombong, duniawi, keras hati, menginginkan berkat lebih daripada menginginkan Allah? Tidak akan! Janji ini sama sekali tidak menarik bagi mereka. Mereka ingin raja yang berkuasa menaikkan status Israel menjadi penguasa atas seluruh Mediterania, Mesir, Mesopotamia, bahkan atas kerajaan-kerajaan utara. Mereka ingin Yahudi menjadi jaya. Mereka ingin Israel menjadi besar. Mereka ingin menjadi yang paling utama di dunia ini, tetapi mereka tidak ingin Allah. Allah tidak pernah dianggap penting oleh mereka. Roh Kudus akan memberikan kelimpahan melalui kehadiran Allah. Relasi, kasih, kehadiran, inilah yang dinikmati oleh umat yang sejati, tetapi diremehkan oleh umat yang palsu.

Untuk apakah Sang Mesias datang? Sang Mesias datang untuk memberi berkat yang hanya akan dinikmati oleh umat-Nya yang sejati. Ini tidak berarti Dia sengaja memberikan berkat-Nya kepada umat-Nya yang khusus dengan cara yang rahasia, sehingga semua yang lain tidak memahami-Nya. Dia memberikan ajaran-Nya secara bebas, kepada orang banyak, tetapi orang-orang yang keras hati tidak mungkin mau rendah hati datang kepada Dia dan menjadi percaya. Mereka terlalu sombong untuk mengakui Yesus. Tetapi umat-Nya yang sejati akan menikmati kebenaran yang Dia bagikan. Kalaupun belum segera tahu, mereka perlahan-lahan akan makin mengetahui dan akan terus dipimpin oleh Tuhan melalui Roh Kudus-Nya untuk mengajarkan umat-Nya yang sejati makin mengenal Allah. Tidak ada orang dengan hati yang tulus akan dibuang oleh Tuhan. Orang-orang yang berhati tulus, murni mau mencari Tuhan, rindu melihat wajah-Nya, mereka ini akan datang kepada Kristus. Bapa akan memanggil domba-domba-Nya untuk datang kepada Sang Gembala.

Tetapi bagaimana dengan orang-orang lain yang tidak termasuk domba-domba-Nya? Mereka gagal memahami perkataan Yesus dan sibuk dengan diskusi bodoh mereka. Perhatikan ayat 45, ketika para penjaga yang seharusnya menangkap Yesus menyadari siapa Yesus, mereka tetap diam dan tidak bergerak untuk menangkap Dia. Mereka takut karena mereka sadar ada sesuatu yang sangat berbeda dari Yesus Kristus. Perkataan Kristus begitu penuh dengan kuasa, sehingga mereka dapat mengerti keagungan kuasa itu. Mungkin mereka tidak bisa mengerti secara pengetahuan, karena pengetahuan mereka yang sederhana, tetapi mereka dapat memahami kuasa yang ada pada Kristus. Ini berbeda dengan para imam dan orang-orang Farisi. Mereka gagal memahami pengertian yang Yesus ajarkan, dan mereka juga menolak untuk mengakui kuasa yang ada pada Yesus. Mereka terus menolak Dia. Firman Yesus yang benar dan limpah, kuasa Yesus yang melampaui siapa pun, semua ini mereka tolak atas satu alasan saja, yaitu karena Yesus berasal dari Galilea! Ini sajakah alasan mereka menolak Yesus? Ya. Apakah perkataan Yesus bahwa Dia berasal dari Bapa di surga tidak mereka perhatikan? Tidak. Apakah kuasa-Nya, pengajaran-Nya, mukjizat-Nya, dan semua perbuatan-Nya yang lain mereka perhatikan? Tidak. Lalu apa? Masakan menolak Yesus hanya karena Dia pernah tinggal di Galilea? Ya. Inilah alasan yang mereka kemukakan untuk menolak Yesus. Betapa bodohnya mereka! Tuhan memberikan kelegaan bagi yang haus akan Dia, tetapi orang-orang bodoh ini tidak bisa menikmatinya, karena mereka tidak pernah merindukan Tuhan. Mereka hanya merindukan orang Yudea, bukan Galilea. Dia dari surga atau bukan tidak penting. Asalkan jangan dari Galilea. Dia benar atau tidak juga tidak penting. Jika Dia dari Galilea, tolak saja Dia. Itu sebabnya kedatangan Kristus hanya akan menghibur domba-domba-Nya. Yang tidak termasuk domba-domba-Nya, tidak akan tergerak untuk datang kepada Dia.

Untuk direnungkan:
Tuhan Yesus sangat mengasihi Israel, tetapi hanya umat-Nya yang sejati yang akan menikmati kasih-Nya. Meskipun demikian Tuhan Yesus tetap memberikan firman-Nya, dorongan-Nya agar Israel bertobat, dan kuasa, pengajaran, semuanya bagi Israel, bagi orang yang lembut hati dan mendengar, maupun bagi orang yang keras hati dan menghina, bahkan ingin membunuh Dia. Apa yang Dia kerjakan menunjukkan betapa besar kasih-Nya. Mengajar untuk menyelamatkan orang yang mau membunuh Dia, ini benar-benar kesabaran yang sempurna. Tetapi segala kelimpahan ini akhirnya hanya dapat dinikmati oleh domba-Nya yang sejati.

Kiranya Tuhan melatih hati kita dan menumbuhkan kerinduan akan Dia senantiasa. Kiranya Tuhan mengubah hati kita sehingga seluruh keberadaan kita, pikiran, kehendak, kesenangan, gairah, pengharapan, dan segala hal lain yang ada di dalam hati, semua diubahkan untuk berfokus kepada Allah saja. Inilah satu-satunya cara kita dapat menikmati kehadiran Kristus dan Roh Kudus yang dikirim oleh-Nya. Hati yang merindukan Tuhan, merindukan firman-Nya, merindukan berdoa kepada Dia, merindukan Dia segera memuliakan nama-Nya di seluruh bumi, merindukan untuk menyembah Dia, merindukan agar seluruh bumi menyembah Dia, merindukan Dia dipermuliakan oleh segala makhluk, merindukan agar surga dan bumi sujud kepada-Nya, ini semua akan dipuaskan oleh Tuhan. Apakah yang memuaskan jiwa kita? Mobil? Baju? Gaji? Kekasih? Keluarga? Semua ini bukan hal yang paling utama. Berikanlah hati kita kepada Tuhan. Hanya ini yang dapat membuka mata kita tentang betapa mulianya Kristus. Hanya ini yang dapat membuat hati kita berlimpah karena kehadiran Roh Kudus yang menyertai kita sampai Kristus datang kembali nanti. (JP)