Renungan Harian 454 (Selasa, 26 November 2019)

Kuasa Kesembuhan Sang Mesias

Pengabdian dari Matius 15: 29-31

Kedatangan Kristus ke tengah-tengah umat Tuhan adalah karena Tuhan mengasihani umat-Nya. Kehadiran Kristus menjadi anugerah Allah yang sangat besar. Kehadiran-Nya menandakan bahwa Allah masih akan memperbaiki segala kerusakan yang terjadi. Segala penyakit dan kelemahan akan disingkirkan Allah pada saatnya. Dia tidak berkenan atas segala penyakit dan kerusakan di tengah-tengah manusia. Manusia kejatuhan dalam dosa membuat penyakit, kerusakan, dan maut berkuasa di dalam hidup manusia. Tuhan membiarkan manusia terus berada dalam keadaan seperti ini karena mereka sendirilah yang telah meninggalkan Tuhan dan meninggalkan Dia, Sang Pencipta dan Pemelihara seluruh penciptaan. Tuhan tidak meminta manusia hidup dalam penyakit. Dia tidak menyukai segala bentuk sengsara dan berhasil hidup menjadi bagian dalam hidup manusia terus menerus. Sang Buddha Damai Sejahtera membuat kehidupan damai sejahtera berlalu dan meninggalkan manusia.

Semua alasan mengapa Tuhan mengizinkan penyakit dan sengsara menjadi bagian dari kehidupan umat-Nya. Di dalam Yohanes 9: 1-5 Tuhan Yesus mengatakan bahwa seseorang adalah penyakit bukan karena menyebabkan langsung dari dosa sebagai orang atau orang tuanya. Meskipun penyakit dan kematian datang ke dalam kehidupan manusia karena kejatuhan manusia ke dalam dosa, tetapi penyakit dan kematian tidak menjadi akibat langsung dari dosa individu manusia. Semua manusia harus mengatasi penyakit dan kematian karena manusia telah jatuh di dalam kejatuhan Adam, tetapi penyakit dan kematian tidak tentu terjadi sebagai akibat langsung dari dosa yang menyebabkan penyakit dan kematian itu. Sama seperti orang buta di dalam Yohanes 9: 1-5, kebutaan orang itu merupakan hasil langsung dari dosanya atau dosa orang tuanya. Bagaimana jika begitu? Tuhan Yesus memberikan jawaban agar Tuhan Yesus menyetujui pekerjaan-Nya melalui dia. Tuhan nyatakan pekerjaan-Nya melalui orang buta yang disembuhkan, dan Tuhan menyatakan pekerjaan-Nya melalui kesaksian dari orang buta yang disembuhkan itu.

Tuhan mengizinkan penyakit yang harus kita perbaiki, mengharapkan Dia untuk memulihkan segala sesuatu. Tuhan tidak akan menyelesaikan kehidupan penuh dan penyakit, dan karena itu merancang perdamaian sejahtera di dalam Kerajaan-Nya akan segera dilaksanakan-Nya di dalam dunia ini. Untuk mendesain damai di dalam Kerajaan Inggris, Sang Sang Raja datang ke dunia untuk memberikan penyembuhan kepada orang-orang sakit. Maka ke mana Tuhan Yesus pergi, orang-orang sakit selalu menerima Dia. Dan karena Yesus banyak diikuti oleh orang sakit Ke mana Dia pergi, maka pastilah orang-orang sehat dan orang-orang yang berkedudukan tinggi enggan mengambil Dia. Tapi Tuhan Yesus menerima orang-orang sakit itu. Dia tidak menghindari mereka. Dia menerima mereka. Sang Raja datang untuk melenyapkan penyakit dan kelemahan dari umat-Nya. Namun, melenyapkan penyakit dan kelemahan yang menjadi tujuan utama kedatangan pertama Yesus. Tujuan-Nya datang untuk menebus umat-Nya dari dosa dan penghakiman Allah. Dia datang untuk membalas dosa kita karena dosa harus mengembalikan kita dari Allah. Allah diperdamaikan kembali dengan manusia melalui kematian-Nya di kayu salib. Itulah semua orang yang percaya pada Dia yang menerima hidup yang kekal (Yoh. 3:16), tetapi tidak semua orang yang percaya kepada Dia yang memperoleh kesembuhan dari penyakitnya. Apakah ini berarti kita tidak benar-benar beriman? Sama sekali tidak. Kesembuhan kita akan terus terjadi di dalam ciptaan-Nya yang baru nanti. Bagaimanapun damai dengan Allah adalah hal yang terjadi pada kita sejak di dalam dunia yang sekarang ini. Kita tidak perlu menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali didamaikan dengan Allah Bapa. Kita telah berada di dalam keadaan damai, karena kita yang percaya kepada Kristus telah menerima pembasuhan darah-Nya yang telah kita diperdamaikan dengan Allah saat ini. Namun tetap, penderitaan, dan kematian tetaplah menjadi bagian dari hidup yang harus kita hadapi. Ada orang-orang yang mendapatkan kesembuhan, baik yang biasa saja maupun yang tidak biasa, tetapi juga ada orang-orang yang tidak dapat diterima.

Tuhan Yesus, digerakkan oleh belas kasihan, pemulihan mereka yang datang mencari Dia sampai ke atas bukit. Begitu banyaknya orang sakit yang memohon jumlah orang yang mengerumuni Yesus menjadi begitu banyak. Tuhan melihat mereka dan tergerak oleh belas kasihan. Dia berbelaskasihan untuk keadaan kita. Belas terima kasih inilah yang mendorong Dia untuk rela datang dan tinggal bersama-sama dengan kita. Belas kasihan inilah yang menggerakkan Dia untuk menyembuhkan mereka yang sakit. Belas terima kasih inilah yang membuat Dia rela dihina, disiksa, dan dipaku di atas kayu salib.

Setelah Tuhan Yesus menyembuhkan mereka semua, takjublah orang-orang yang menyaksikan. Kuasa Allah dan kedamaian di Kerajaan-Nya sedang dinyatakan! Tuhan benar-benar tidak melupakan manusia. Dia mengingat kita dan memerhatikan kita. Israel tinggal di pembuangan Anak Allah rela tinggal di pembuangan bersama-sama dengan mereka. Karena itu, selain karena didorong oleh belas kasihan-Nya kepada manusia, Yesus Kristus memberikan orang-orang sakit ini sebagai tanda atas Dialah yang diutus Bapa di surga. Dialah Sang Raja yang melenyapkan kelemahan umat-Nya. Dialah Sang Mesias yang diutus oleh Allah. Maka segala hal yang dikerjakan oleh Yesus adalah karena belas kasihan-Nya kepada manusia dan karena ketaatan-Nya bagi kehendak Bapa. Terima kasih untuk semua manusia dan ketaatan yang diberikan kepada Allah,

Tuhan Yesus menyembuhkan mereka yang datang mengambil Dia. Datang bagaimana dengan mereka yang tidak ada peluang datang? Bagaimana dengan mereka yang tidak mendapatkan kesembuhan sementara mereka begitu setia mengikut Tuhan? Yang harus kita pahami untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini adalah karya Yesus yang sempurna dan mengubah segala sesuatu yang baru akan terjadi di langit dan bumi yang baru. Ketika Kerajaan-Nya datang dan memerintah atas seluruh bumi, pada waktu akan menentukan segala penyakit, kelemahan, dan kematian akan ditaklukkan dan tidak akan ada lagi. Segala sesuatu yang dilakukan Yesus dalam menentukan tanda-tanda bahwa Dialah Sang Mesias menentukan pekerjaan-Nya yang final. Kesembuhan, pengusiran setan, dan segala mujizat yang Dia nyatakan adalah untuk menyatakan bahwa nanti, di zaman yang baru, segala kuasa jahat, penyakit, dosa, dan kematian, semua akan ditaklukkan ke bawah kaki Kristus dan dihancurkan oleh-Nya. Inilah yang diminta kita harapkan. Kami tidak ingin mengumumkan sementara menunggu untuk yang terakhir. Karya Tuhan Yesus akan menjadi sempurna saat datang-Nya yang terakhir kali nanti. Sebelum karya akhir ini, Tuhan Yesus ingin kita terus bekerja sampai akhir-Nya benar-benar terjadi di dunia ini. Mujizat kesembuhan memang membuat orang-orang kagum dan memuliakan Allah, tetapi mujizat ini diberikan untuk membantu orang-orang yang disembuhkan itu untuk menantikan Allah yang telah memberikan kesembuhan bagi mereka. Mereka yang memulihkan kesembuhan sebagai pertanda mujizat harus menunggu kesembuhan yang sempurna dari umat manusia yang datang dalam Kristus. Mereka yang tidak mengalaminya,

Doa:
Kami bersyukur karena Yesus Kristus, Tuhan kami, adalah Raja yang berotoritas tinggi, tetapi yang penuh dengan belas kasihan. Bimbing kami, Tuhan, perbaiki kami tidak akan kehilangan pengharapan akan mengembalikan akhir yang akan dikerjakanakanakanakan oleh Tuhan. Ajarkan kami untuk bersabar dan berserah kepada Tuhan di dalam setiap kelemahan dan kesulitan kami. (JP)