Renungan Harian 458 (Sabtu, 30 November 2019)

Pengakuan Petrus

Pengabdian dari Matius 16:13-20

Siapakah Yesus Kristus menurut kamu? Ini adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab jika tidak ada pengakuan iman yang benar. Jika kita sendiri tidak mengimani Dia sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup, maka kita hanya mengulang-ulang rumus pengakuan iman orang lain, tetapi tidak mendukung pengakuan itu sebagai pengakuan iman kita sendiri. Mulut berbicara, tetapi hati, keyakinan, dan seluruh pembicaraan kita tidak membahas tentang apa yang kita akui tersebut. Pertanyaan ini sangat mudah untuk dijawab. Pertanyaan total sangat sulit dijawab dengan pertanyaan benar total apa yang kita percayai dengan dedikasi yang total.

Apakah yang orang lain katakan tentang Tuhan Yesus? Ada yang mengatakan Dia adalah nabi, Yohanes Pembaptis, dan lain-lain. Semua jawaban ini kurang akurat dalam menjawab siapa Yesus. Dia memang nabi. Tapi dia berbeda dari semua nabi yang pernah ada. Lalu siapakah Dia? Dia adalah Sang Mesias, Anak Allah yang hidup. Inilah jawaban yang merangkum dengan tepat siapa Dia. Namun, jika kita hanya mengulangi kalimat ini, pengulangan itu berguna. Kita hanya akan mengatakan, “kata orang Dia Sang Mesias, Anak Allah yang hidup.” Itu kata orang lain, bukan? Bagaimana menurut kita sendiri, siapakah Dia? Apakah kita benar-benar berhasil mencapai Dialah Sang Mesias, Anak Allah yang hidup?

Ketika Tuhan Yesus bertanya tentang orang banyak, tidak ada satu pun di antara orang banyak itu yang mengatakan bahwa Dia adalah Sang Mesias, Anak Allah. Penting karena ancaman yang diberikan oleh para pemimpin agama mereka (Yoh. 9:22). Simon Petrus dengan terus terang mengatakan bahwa Dia Sang Mesias, Anak Allah yang hidup. Pengakuan yang sangat sulit dan akurat. Yesus memang adalah Mesias, Anak Allah. Itu sebabnya Yesus mengatakan bahwa manusia tidak menyatakan hal ini kepada Petrus. Bapa di surgalah yang mengungkapkan kepada Petrus tentang kebenaran ini. Hanya kompilasi Bapa di surga rela diumumkan kepada manusia, barulah manusia dapat mengenal siapa Yesus. Jika bukan karena Allah sendiri yang menyatakan, maka kita akan gagal melihat kemuliaan Kristus yang diungkapkan dengan cara yang tersembunyi bagi orang-orang yang keras hati. Kita semua keras hati. Jika bukan karena Allah melembutkan hati kita untuk melihat cahaya kemuliaan Kristus, tidak satu pun dari kita yang akan ditampilkan. Kita dicelikkan oleh Bapa di surga. Kita boleh untuk mengenal Kristus oleh Bapa di surga. Itulah yang akan membuat Kristus menjadi anugerah saja.

Tuhan Yesus berkata bahwa Petrus harus berbahagia. Dia berbahagia karena ucapan mulutnya adalah wahyu dari Allah sendiri. Wahyu yang diumumkan kepada murid-murid Yesus melalui Simon Petrus. Ternyata ucapan mulut Petrus bukan hanya menjadi perkataan yang lalu begitu saja. Ini menjadi perkataan yang sangat penting, karena setelah perkataan ini, Tuhan Yesus mengubah nama Simon anak Yunus menjadi Petrus (batu). Lebih jauh lagi, kalimat selanjutnya diberikan bukan kepada Petrus, tetapi bagi pengakuan iman gereja di sepanjang zaman. Di atas persetujuan iman seperti inilah gereja Tuhan Yesus akan berdiri.

Sebenarnya di dalam 1 Korintus 3:11 dibuat sebagai Yesus Kristuslah dasar di mana gereja-Nya berdiri. Kristuslah batu fondasi di mana gereja-Nya didirikan. Mengapa dalam bagian ini Yesus mengatakan bahwa di atas batu (petra) inilah Dia akan mendirikan gereja-Nya? Pada bagian ini, Yesus Kristus memberikan fokus kepada gereja-Nya akan siapa Dia. Dialah sendiri yang menjadi dasar gereja-Nya dan kita semua di atas batu-batu kecil yang digunakan untuk membangun di-Nya. Kita, termasuk Petrus, termasuk fondasi gereja. Kristuslah batu penjuru satu-satunya dari gereja (1Ptr. 2: 4-6). Kita hanyalah bagian-bagian kecil dari gereja yang dibangun di atas satu-satuya dasar, yaitu Kristus. Namun, percaya pada bagian ini tentang diri-Nya, tetapi tentang persetujuan terhadap siapakah Dia.

Gereja harus berdiri di atas dasar pengakuan iman yang benar. Gereja harus berdiri di dalam pengenalan yang benar tentang siapa Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah Kepala gereja yang membeli gereja dengan darah-Nya yang mulia. Jika gereja didirikan di atas dasar persetujuan yang salah, maka gereja itu hanya menjadi organisasi dunia yang tidak berbeda dengan organisasi mana pun yang ada. Tapi gereja. Gereja adalah kumpulan orang yang ditebus dari maut oleh darah Kristus dan diberikan dari dunia ini untuk menjadi umat Allah yang hidup. Jika gereja tidak lagi menerima Yesus Kristus sebagai Anak Allah dan Mesias, maka gereja sudah berhenti menjadi gereja.

Di dalam ayat 18 disahkan gereja yang didirikan Yesus Kristus tidak akan dikuasai oleh alam maut. Gereja adalah kumpulan orang-orang yang telah menang atas maut karena Yesus Sang Juru Selamat telah menaklukkan maut. Inilah kekuatan iman yang sejati yang diberikan kepada gereja-Nya. Alam maut sudah tidak memiliki otoritas atas kita! Betapa besar janji yang Tuhan berikan ini! Di dalam 1 Korintus 15:26, 54, dan 55 disampaikan bahwa maut akan ditaklukkan oleh karya Kristus. Kematian dan kebangkitan-Nya menjadi dasar ditaklukkannya maut. Gereja-Nya akan menjadi anggota tubuh Kristus yang menang atas maut. Gereja-Nya akan menjadi pewaris bumi ini di mana alam maut tidak ada lagi. Maut tidak berkuasa atas kita jadi hukuman pun akan memiliki pengharapan menang di dalam Kristus.

Di ayat 19 Tuhan Yesus mengatakan melalui Petrus, mewakili orang percaya, orang-orang diikat untuk diselamatkan atau dilepas dan dimasukkan ke dalam kebinasaan kekal. Kuasa apakah ini? Seolah-olah otoritas yang diberikan oleh Kristus sekarang diberikan juga kepada gereja-Nya. Namun inilah Tuhan Yesus yang sedang nyatakan, Petrus menjadi contoh bagi semua orang yang mengakui Yesus sebagai Mesias, Anak Allah. Tuhan Yesus memberikan kemenangan atas maut kepada orang-orang yang menerima Dia. Tuhan Yesus juga memberikan persetujuan untuk memenangkan orang-orang lain agar mereka percaya kepada Dia dan bersama-sama dengan kita menerima kemenangan juga atas maut. Gereja Tuhan adalah alat yang dipakai Tuhan untuk memenangkan orang-orang di dunia agar mereka menjadi milik-Nya.

Itulah sebabnya kita harus benar-benar merenungkan posisi iman kita. Benarkah kita sungguh-sungguh Kristen? Jika ada yang bertanya, siapakah Yesus Kristus bagi kita? Apakah dengan segenap hati kita akan menjawab, Dialah Mesias, Anak Allah yang hidup?

Doa:
Tuhan, berkati kami dengan iman yang sejati. Iman yang melihat keagungan Kristus dan yang menggerakkan kami untuk sujud di kaki-Nya. Iman yang melihat kuasa kemenangan atas maut sebagai kuasa yang telah diberikan kepada kami. Iman yang memampukan kami untuk meneladani hidup Kristus dan menggerakkan kami untuk memberitakan Kristus sehingga banyak orang beroleh keselamatan di dalam Dia. Tolong kami dan pakai kami, ya Tuhan. (JP)