Renungan Harian 459 (Minggu, 1 Desember 2019)

Melihat Tetapi Buta

Devotion from Yohanes 9:35-41

Yesus mendengar bahwa orang buta yang disembuhkan itu diusir keluar dari persidangan orang-orang Yahudi itu. Domba milik Allah diusir oleh gembala palsu, tetapi Gembala yang sejati memanggil dia. Yesus segera memperkenalkan diri-Nya sebagai Sang Anak Manusia (Dan. 7:13). Pengenalan orang buta itu akan Yesus terus bertambah. Awalnya dia mengenal Yesus sebagai “nabi” (ay. 17). Lalu dia menyebut Yesus sebagai orang yang diutus oleh Allah (ay. 33). Sekarang Yesus menyatakan diri-Nya kepada dia sebagai Sang Anak Manusia (ay. 35-37). Orang-orang yang diberi anugerah oleh Tuhan selalu mengalami pertumbuhan di dalam mengenal Tuhan. Sebaliknya, orang-orang yang mengeraskan hati selalu menolak Allah dan selalu memberikan kebencian yang makin bertambah kepada Tuhan. Yang satu makin jelas dan yang lain makin menolak. Yang satu makin berlimpah di dalam mengenal Tuhan, dan yang lain makin mengeraskan hati. Tidak ada keadaan yang tetap. Jika kita adalah orang yang mau datang kepada Tuhan, maka kita akan menjadi orang-orang yang makin bertumbuh di dalam mengenal Dia. Makin berlimpah, makin penuh kasih, dan makin berlimpah di dalam kemenangan atas dosa. Mengapa bisa makin berlimpah? Karena Tuhan, melalui Roh Kudus-Nya, akan memberikan pertumbuhan itu kepada gereja-Nya.

Bagaimanakah seseorang dapat mengenal Tuhan? Hanya jika Tuhan rela menyatakan diri-Nya. Dialah Sang Anak Manusia, yaitu Dia yang telah Tuhan tetapkan untuk menghakimi dunia ini. Raja-raja dan pembesar-pembesar dunia pun akan dihakimi oleh-Nya. Percuma orang-orang Yahudi itu membentuk pengadilan untuk Yesus. Dialah yang pada akhirnya menghakimi mereka. Tuhan menyatakan diri-Nya kepada orang buta itu, tetapi Tuhan menyatakan penghakiman-Nya kepada orang Farisi dan orang-orang Yahudi itu. Tuhan memanggil orang buta yang disembuhkan-Nya itu untuk menjadi pengikut-Nya. Ini adalah panggilan yang lemah lembut dan penuh anugerah. Tuhan mengasihani orang berdosa, dan Tuhan memanggil orang-orang berdosa untuk datang kepada Dia. Tuhan tidak menghakimi orang-orang yang hancur hati. Dia tidak memusnahkan orang-orang yang sadar akan dosa-dosanya dan ingin bertobat. Mereka yang tidak sadar dosa, mereka itulah orang-orang yang akan dihakimi oleh-Nya.

Orang buta yang telah disembuhkan itu, setelah mengenal Yesus sebagai Sang Anak Manusia, segera sujud dan menyembah kepada-Nya. Dia percaya dan menjadi pengikut Yesus. Dia yang tadinya buta, memiliki hati yang melihat. Tuhan bukan hanya menyembuhkan mata orang buta, Dia juga merestorasi hati seseorang. Hati yang sekarang melihat dan percaya bahwa Yesus adalah Sang Mesias. Sang Mesias yang datang untuk memanggil yang terhilang. Orang-orang Farisi gagal melihat hal ini. Mereka tidak tahu bahwa Sang Mesias datang untuk memanggil domba-domba Israel. Di dalam Kitab Daniel pasal 7, juga di dalam Mazmur 2 dikatakan bahwa Anak Manusia itu akan diberikan kuasa dan takhta, dan barang siapa tidak sujud menyembah Dia akan dijadikan tumpuan kaki-Nya. Tetapi Yesus Kristus, walaupun benar Dia adalah Sang Anak Manusia, atau Sang Mesias, tidak datang untuk menghakimi orang-orang berdosa. Di dalam kedatangan-Nya yang pertama ini Dia datang untuk memanggil mereka. Tetapi, kedatangan-Nya yang pertama ini juga akan menghakimi mereka yang merasa tidak berdosa. Penghakiman diberikan terlebih dahulu bagi orang-orang yang merasa melihat. Orang-orang yang tidak sadar bahwa mereka perlu Juru Selamat. Orang-orang yang merasa dirinya sudah sangat baik sehingga sudah memperoleh keselamatan itu. Itulah sebabnya pada bagian akhir pasal 9, ada sebuah ironi terjadi. Yesus datang memberikan pengelihatan bagi orang buta, tetapi Yesus datang untuk membuat buta orang yang merasa melihat. Orang-orang berdosa, inilah orang-orang buta itu. Orang-orang yang sadar betapa besar dosa mereka dan betapa besar mereka memerlukan Kristus. Tetapi orang-orang yang mengaku melihat, atau yang merasa melihat, ini adalah orang-orang yang akan dihakimi oleh Yesus. Mereka tidak sadar bahwa dengan keadaan rohani seperti ini, sebenarnya mereka buta dan terkurung di dalam dosa. Mereka diperdaya oleh status sosial yang diberikan oleh orang-orang berdasarkan kedudukan beragama mereka. Itu sebabnya Yesus mengatakan bahwa orang buta akan Dia sembuhkan dan berikan penglihatan, tetapi orang yang melihat akan menjadi buta. Dia yang tidak sadar keberdosaannya, dialah yang disebut buta rohani.

Untuk direnungkan:
Yesus Kristus datang untuk memanggil para petobat sejati datang kepada Dia. Tuhan memanggil sebuah umat yang terdiri dari orang-orang berdosa yang sadar akan kecemaran mereka. Orang-orang berdosa yang dosanya dihapuskan karena kerelaan Kristus menanggungnya. Adakah Saudara dan saya termasuk di dalamnya? Sadarkah kita kalau kita orang berdosa yang buta? Buta karena gagal melihat kemuliaan Allah di dalam kekudusan. Gagal melihat jalan dunia yang penuh dengan hawa nafsu dan kelicikan sebagai jalan yang cemar untuk dilakukan. Gagal melihat pentingnya hidup suci. Gagal melakukan apa pun yang Tuhan mau. Bahkan ketika kita berhasil hidup kudus di dalam pandangan orang pun kita sadar akan kegagalan kita. Kegagalan ditambah kemunafikan. Kita terus menerus cemar dan penuh dengan dosa. Kita adalah orang-orang buta yang hanya bisa mengemis. Hanya bisa memohon belas kasihan karena sudah tidak lagi melihat jalan lain. Segala usaha telah dilakukan, dan segala upaya telah dicoba, tetapi segala jalan itu hanya berujung pada keadaan kita yang lama. Tidak ada perubahan. Tidak ada sama sekali! Betapa celakanya kita orang-orang berdosa yang buta ini. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa Yesus datang agar orang buta dapat melihat! Orang yang berada di dalam pembuangan akan diselamatkan! Orang yang berada dalam cengkeraman hawa nafsu dan setan sekarang tiba-tiba memiliki pengharapan. Benarkah ada pengharapan? Siapa sanggup membawa pengharapan itu? Alkitab mengatakan bahwa Sang Anak Manusia yang sanggup! Dia menaklukkan kerajaan setan dan kerajaan maut, Dia pasti akan menaklukkan kebutaan kita! Betapa besar anugerah Tuhan! Kita tidak datang mendapatkan Dia. Kita hanya orang buta, bagaimana mungkin kita dapat melihat Dia, melihat jalan menuju Dia, dan menjalaninya untuk berjumpa Dia? Dialah yang datang kepada kita. Dia datang, menawarkan kesembuhan, menyentuh mata kita dengan penuh cinta kasih, dan menyembuhkan kita.

Tetapi ingatlah satu hal. Dia datang untuk menyembuhkan orang buta! Apakah Engkau melihat? Apakah Engkau orang suci itu, dan bukan pengemis buta yang perlu belas kasihan? Engkau orang benar karena berhasil menjalani kebenaranmu dengan baik? Tidak ada cacat di dalam hidup rohanimu? Jika ya, maka Yesus tidak datang untukmu. Engkau tidak memerlukan dia. Silakan menjalani hidupmu yang tanpa cacat itu tanpa Yesus. Jika seorang menjalani hidup tanpa hati yang hancur karena kesadaran akan dosa, maka tidak akan ada uluran tangan Sang Juru Selamat bagi dia.

Doa:
Tuhan, kami orang-orang buta yang tersesat. Kami perlu Tuhan Yesus. Kami mohon kepada-Mu untuk menolong kami. Kami sadar akan kegagalan kami ya Tuhan. Di tengah gelombang hidup yang penuh dengan kegagalan untuk menyenangkan hati-Mu, kiranya Kristus datang. Kiranya Kristus memberikan tangan kasih-Nya, mengulurkannya pada mata kami dan memberi kami terang. Berilah kami terang, ya Terang dunia. Berikanlah kami hati yang melihat Engkau, beriman kepada-Mu, dan menerima keindahan dipimpin oleh Sang Mesias kami, Sang Anak Manusia. (JP)