Renungan Harian 463 (Kamis, 5 Desember 2019)

Perkataan dan Pekerjaan Kristus

Pengabdian dari Yohanes 10: 19-25

Bagian ini ditutup dengan memutus orang-orang tentang siapakah Kristus. Perdebatan ini akhirnya mendorong mereka untuk meminta kepastian kepada Yesus pada hari raya Hanukkah, penahbisan Bait Suci. Setelah Yesus mengajarkan tentang Gembala yang baik, banyak orang menjadi bingung. Mengapa Sang Gembala harus memberikan nyawa-Nya? Kenapa Mesias harus mati? Tema Mesias yang terbukti sangat sulit diterima oleh orang Israel. Mesias harus jaya dan menang raja-raja seluruh dunia. Seluruh kerajaan harus takluk untuk Israel. Bagaimana mungkin kerajaan-kerajaan takluk jika Sang Mesias Israel harus mati? Itu sebabnya banyak orang mengatakan Yesus kerasukan setan atau gila (ay. 20). Perkataan Yesus sebagai perkataan orang gila bagi mereka yang ingin berperang yang bisa membunuh Goliat dengan sebuah batu. Namun orang lain lagi mengingatkan mereka bahwa Yesus melakukan hal-hal yang sangat spektakuler. Perkataan-Nya seperti orang gila? Seperti orang kerasukan setan? Kalau begitu Mengapa melakukan-Nya seperti orang yang penuh Roh Kudus? Memanggil orang gila atau kerasukan setan Meminta Allah memberikan pengelihat kepada orang yang mulai buta? Ini bukan lagi menyembuhkan penyakit. Ini sama seperti menciptakan mata orang yang dilahirkan sangat kecil itu. Perdebatan ini menbuat banyak orang menjadi bimbang. Perkataan-Nya sangat mengundang kontroversi, tetapi perbuatan-Nya sangat menakjubkan. Haruskah kita tolak perkataan-Nya? Tapi bisakah kita menolak perkataan-Nya dan menerima perbuatan-Nya? Dua hal ini terlihat jelas tentang dua orang yang berbeda. Perbuatan-Nya sangat menandakan bahwa Dia adalah Mesias,

Namun dua hal ini, yaitu mempertentangkan perkataan dan pekerjaan Yesus, bukan masalah besar. Mereka setuju membuat masalah ini, tetapi masalah utama akan teratasi jika mereka dengan hati rendah menerima ajaran Yesus, yaitu ajaran Sang Sang Mesias akan menyampaikannyawa-Nya. Dengan keras hati mereka mempermasalahkan perkataan Yesus. Keras hati merekalah yang menjadi masalah, bukan perkataan Yesus. Jika keras hati mereka hilang, tidak akan ada lagi pertentangan antara perkataan dan tindakan Yesus Kristus. Tapi mereka memilih untuk mempertahankan hati mereka dan membuat perkataan dan pekerjaan Kristus saling bertentangan. Dengan masalah yang dicari-cari di sini mereka datang kepada Yesus dan bertanya meminta kepastian kepada Dia. Mereka pun bertemu Dia di Yerusalem berkumpul merayakan penahbisan Bait Allah. Yesus sedang berjalan di Serambi Salomo (suatu bagian Bait Allah yang baru pada periode Bait Allah kedua – setelah pembuangan dan penghancuran Bait yang pertama). Ini juga adalah tempat yang nanti akan dibeli oleh orang-orang Kristen untuk dibeli dan beribadah. Mereka melihat pemandangan yang sangat agung. Sang Anak Daud berjalan-jalan di daerah yang disebut dengan nama Salomo. Hati mereka sangat tergugah, tetapi memori mereka mengingatkan mereka akan menjawab Yesus tentang Mesias yang diserahkan nyawa. Maka mereka pun meminta Yesus berhenti membuat mereka bimbang. Mereka meminta Yesus dengan tegas menyatakan Dia Mesias atau bukan. Mereka bukan hanya meminta Yesus mengatakan bahwa Dia Mesias. Mereka juga meminta Yesus untuk mengonfirmasi bayangan mereka tentang Sang Mesias. Mereka membahas tentang Yesus tentang Mesias yang berbeda dengan gambaran yang telah mereka bentuk sendiri. “Apakah Engkau Mesias? Nyatakanlah diri-Mu dengan cara yang cocok dengan gambaran kami tentang siapa Sang Mesias itu! ”Begitulah kira-kira yang mereka maksudkan kompilasi mereka bertanya kepada Yesus. Yesus menolak untuk memuji diri-Nya seperti yang mereka mau. Maka Yesus berkata dengan terus terang kalau Dia sudah menyatakan diri-Nya adalah Sang Mesias. Kalimat penggantian Yesus tidak akan Dia ubah. Dia tetaplah Sang Mesias yang Dia gambarkan sebagai Gembala yang menyerahkan nyawa-Nya. Kalimat ini sulit diterima? Jika sulit, bagaimana dengan pekerjaan-pekerjaan mukjizat Yesus? Apakah ini sulit diterima juga? Jika pekerjaan-pekerjaan Yesus meyakinkan mereka, maka perkataan Baik pekerjaan maupun perkataan Yesus adalah satu. Dia mengumumkan dirinya menyatakan diri-Nya melalui perkataan dan pekerjaan-Nya. Sama seperti Allah menyatakan diri-Nya dalam pekerjaan dan perkataan-Nya, demikian juga Anak Allah. Yesus Kristus menyatakan siapa diri-Nya di pekerjaan dan perkataan-Nya.

Untuk direnungkan:
Jika kita ingin mengenal siapa Yesus, kita harus belajar untuk dirombak oleh Kitab Suci. Banyak hal yang kita miliki di dalam pikiran kita ternyata salah. Yesus Kristus menyatakan diri-Nya dengan penuh kuasa dan kebenaran. Dia tidak akan bisa mengubah-Nya demi orang-orang yang salah mengerti Dia. Tapi Yesus Kristus juga tidak pernah membiarkan orang di dalam mengerti Dia. Itulah sebabnya Dia senantiasa mengajar bangsa Israel untuk dapat mengenal Dia dengan benar. Tidak satu pun orang Israel yang memiliki izin yang benar akan siapa Kristus jika dia tidak diundang Allah berfirman tentang siapakah Kristus. Firman Allah lebih berkuasa dari tradisi dan segala bentuk lainnya. Ini bukan berarti Firman Allah akan selalu menentang tradisi dan bentuk lain dari dunia ini, Tapi ini memang berarti otoritas dan otoritas pada firman Tuhan, bukan yang lain. Banyak hal indah akan Tuhan perkenalkan kepada kita dan hanya kita saja yang mau hati rendah diajar oleh-Nya. Andai saja orang Israel tidak keras hati, mereka akan mengerti pengertian yang sangat indah, yang sebelumnya tidak mereka mengerti, yaitu pengertian tentang Sang Mesias Israel yang penuh terima kasih dan kerelaan berkorban. Ada begitu banyak gambaran tentang siapa Mesias, tetapi Israel kompilasi mempersempit diri dengan hanya mengambil satu atau dua gambaran tentang siapa Mesias, maka mereka gagal mengenal Sang Mesias kompilasi Dia menjelaskan diri-Nya. Andai saja orang Israel tidak keras hati, mereka akan mengerti pengertian yang sangat indah, yang sebelumnya tidak mereka mengerti, yaitu pengertian tentang Sang Mesias Israel yang penuh terima kasih dan kerelaan berkorban. Ada begitu banyak gambaran tentang siapa Mesias, tetapi Israel kompilasi mempersempit diri dengan hanya mengambil satu atau dua gambaran tentang siapa Mesias, maka mereka gagal mengenal Sang Mesias kompilasi Dia menjelaskan diri-Nya. Andai saja orang Israel tidak keras hati, mereka akan mengerti pengertian yang sangat indah, yang sebelumnya tidak mereka mengerti, yaitu pengertian tentang Sang Mesias Israel yang penuh terima kasih dan kerelaan berkorban. Ada begitu banyak gambaran tentang siapa Mesias, tetapi Israel kompilasi mempersempit diri dengan hanya mengambil satu atau dua gambaran tentang siapa Mesias, maka mereka gagal mengenal Sang Mesias kompilasi Dia menjelaskan diri-Nya.

Kitab Suci berkuasa untuk menyusun kembali pikiran kita tentang siapa Allah dan apa yang Dia kerjakan di dalam alam ciptaan-Nya ini. Oleh sebab itu marilah kita senantiasa rela membentuk. Terkadang Kitab Suci sangat indah dan sangat dirasakan. Namun, terkadang ini sangat berat dan merombak pola pikir yang lama. Tema-tema di dalam Kitab Suci tidak selalu menyambut hati. Jika hati kita busuk, picik, sombong, dan kotor, maka berita Kitab Suci akan terasa berat kompilasi semua sifat busuk itu dibersihkan. Mari meminta kerendahan hati agar kita membuat oleh Kitab Suci, dan membuat itu membuat kita semakin mengenal Tuhan dan memakai Dia.

Doa:
Ya Tuhan, Allah kami, tolong kami untuk melihat yang Engkau kerjakan di dalam diri kami melalui firman-Mu. Biarlah perkataan-perkataan sulit, sulit diterima, dan berbeda radikal dengan pengertian kami saat ini bisa kami terima dengan hati yang rela. Kami mau belajar beriman ya Tuhan. Kami mau belajar mengenal Engkau dengan benar. Kami ingin mengenal dengan benar, ya Tuhan, bukan mengenal dengan mudah, atau mengenal dengan cara yang menyenangkan. Berikan kami hati yang lengkap dengan ucapan syukur kami sedang disusun oleh Tuhan untuk mengenal Tuhan dengan benar dan limpah. (JP)