Renungan Harian 464 (Jumat, 6 Desember 2019)

Domba Milik Kristus

Pengabdian dari Yohanes 10: 26-33

Siapakah yang dapat mempercayai Yesus? Hanya dia yang diberikan anugerah oleh Bapa untuk percaya kepada Kristus. Orang-orang ini mengenal Yesus dan mendapatkan apa yang Yesus Kristus berikan dengan limpah bagi umat-Nya. Orang-orang ini dapat mendengar perkataan hikmat yang paling agung sepanjang sejarah, yaitu perkataan hikmat Kristus. Perkataan yang melebihi perkataan Salomo (Luk. 11:31)! Perkataan dari Dia yang merupakan nikmat Allah yang menciptakan segala sesuatu (Kol. 1:16; 2: 2, 3). Perkataan yang begitu agung, manusia tidak layak untuk menerimanya. Namun, perkataan Tuhan yang didengar oleh orang Israel. Tapi apakah orang Israel mendengar? Tidak. Mereka menentang menutup telinga mereka dan melawan Yesus! Sampai jumlah lamakah Tuhan harus bersabar kepada umat-Nya yang seperti ini? Tuhan memberikan kepada mereka terang, tetapi mereka lebih suka gelap. Tuhan memberikan kepada mereka cinta kasih, tetapi mereka lebih suka tipu daya dunia. Tuhan memberikan kepada mereka Anak-Nya, dan mereka memberikan salib dan paku untuk Dia! Tuhan memberikan kepada mereka hikmat Allah melalui Anak-Nya, dan mereka lebih suka kebodohan.

Namun, pekerjaan Yesus Kristus tidak mungkin gagal (Ya. 52:13, 55:11). Allah Bapa tetap akan mendukung orang-orang yang percaya dan setia kepada perkataan Kristus. Mereka bukan hanya mendengarkan perkataan Yesus, mereka juga menaatinya sampai ke bumi untuk Kristus. Merekalah orang-orang pilihan yang akan mulai membawa nama Kristus ke seluruh dunia dan yang akan memunculkan orang-orang percaya di seluruh bagian bumi ini. Mereka mendengar suara Yesus. Mereka mendengar suara Yesus bukan karena membantah, bukan karena suara itu terlalu keras sehingga mereka tidak sanggup memalingkan telinga mereka. Tidak! Mereka mendengar karena mereka ingin mendengar. Mereka mendengar karena mereka membicarakan Yesus Kristus. Mereka inilah orang-orang pilihan itu. Merekalah domba-domba milik Kristus yang diberikan oleh Bapa kepada Anak-Nya, yaitu Kristus. Domba-domba yang akan menikmati hidup kekal, yaitu hidup yang penuh dengan kelimpahan karena rasa terima kasih dan penyertaan Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang mengerti tentang Kristus. Orang-orang yang dikasihi dan akan senantiasa dijaga oleh Kristus. Kristus akan mempertahankan kelompok orang ini dengan segenap kasih dan kekuatan-Nya. Ingatlah hal ini baik-baik! Kristus yang menerima kelompok orang ini dan akan membantu mereka dengan segenap kasih dan kekuatan-Nya. Dia tidak akan pernah menerima orang-orang ini diambil dari-Nya. Bapa di surga pun tidak akan mau pergi apa pun atau siapa pun pun yang bisa merebutnya dari Kristus. Dosa, Iblis, dan maut tidak akan berhasil. Dan jika tiga ini pun tidak bisa merebut kita dari Kristus, adakah hal lain lagi yang sanggup merebut kita dari Kristus? Tidak. Kenapa tidak? Karena Allah Bapa dan Kristus sendiri yang menjamin agar kita selamanya milik Kristus!

Apakah ini perkataan yang sangat indah? Tuhan Yesus akan membuat apa pun yang ada di dalam kekuasaan-Nya (yang tidak terbatas itu!) Untuk mempertahankan kita semua tetap menjadi milik-Nya. Kita menjadi milik-Nya karena kasih, dan hanya kekuatan kasih yang sejati, yang penuh dengan afeksi yang murni yang memberi hidup yang kaya kepada kita. Kasih Kristuslah yang membuat segala sesuatu bagi umat-Nya. Kasih Kristuslah yang membuat umat Allah menikmati Allah dengan sempurna dan menikmati. Bagaimanaakah umat Tuhan merespons hal ini? Domba-domba Kristus mendengarkan, percaya, dan menikmati janji-Nya ini, tetapi umat-Nya yang lain, yang tidak pernah sungguh-sungguh memiliki hati umat yang sejati, mereka yang sedang berjuang perkataan ini. Bahkan lebih lagi, mereka memberontak terhadap Kristus. Mereka mengeraskan hati dan membenci Yesus! Setiap kalimat yang Dia katakan untuk memberkati umat-Nya selalu berjuang dan dengki mereka. Pemimpin umat manusia Inilah mereka semua!

Yesus menghargai kesehatian antara Dia dengan Bapa-Nya di surga dalam persetujuan umat-Nya. Baik Yesus maupun Bapa-Nya di surga, meminta umat-Nya dengan kasih yang sama, kuasa yang sama, afeksi yang sama, dan kemuliaan yang sama. Bukan hanya Yesus yang mendukung domba-domba-Nya. Ini juga berkat domba yang sama. Yesus Kristus dan Bapa adalah satu. Setara dalam mencipta pekerjaan, setara dalam menebus, dan setara dalam relasi terima kasih dengan manusia. Bapa dan Kristus adalah satu. Jika kita di dalam Kristus, maka pastilah kita berada di dalam Bapa. Orang-orang Yahudi. Mereka ingin menyetujui kekudusan Allah dengan membenci Anak-Nya yang berhak disetarakan dengan Allah. Tapi seluruh tanda-tanda yang membuktikan Yesus benar-benar Anak Allah telah menyatakan. Dia mengerjakan semua tanda-tanda yang telah Tuhan nyatakan di dalam Perjanjian Lama. Dia membuktikan perkataan-Nya dengan tindakan yang penuh kuasa. Segala sesuatu yang membuktikan Yesus adalah Anak Allah telah membuktikan, tetapi mereka tidak mau melihat. Mereka tidak bersukacita karena kabar baik yang Allah nyatakan ini, mereka malah ingin melempar Yesus Kristus yang membawa kabar baik untuk mereka.

Untuk direnungkan:
Domba-domba milik Kristus dikasihi oleh Kristus dan memenangkan Kristus. Tidak ada apa pun yang akan menyelamatkan diri mereka dengan ini. Mengapakah kita menjadi orang Kristen? Apakah karena kita menikmati kenikmatan dikocok oleh-Nya sebagai domba-domba-Nya? Ataukah kita hanya berpartisipasi dalam sistem kepercayaan yang sudah selesai dan sudah menjadi tradisi yang kuat. Mungkin karena kita diwariskan kekristenan oleh orang tua kita? Mungkin karena dari lahir kita hanya tahu tradisi ini? Namun, jika kita tidak mendukung, maka Kristus yang membuat kita benar-benar ingin menjadi Kristen. Janganlah menjadi orang Kristen seperti ini. Ketahuilah yang sangat menentukan keinginan Allah untuk mendukung dan kita terus dekat dengan Anak Allah. Ketahuilah betapa besar kasih sayang dan keteguhan hati Allah dan Kristus untuk menjadikan kita milik Kristus. Kristus tidak memuji kita dengan “terima kasih” yang dingin dan datar. Lalu mengapa kita memberikan perasaan yang dingin dan datar kepada Dia? Kristus tidak berarti kita dengan komitmen yang dangkal dan berubah-ubah. Dia menghargai kita dengan kesetiaan-Nya yang kekal. Lalu mengapa kita begitu mudah memberikan hati kita kepada apa pun atau siapa pun tetapi tidak kepada Yesus Kristus? Sang Gembala kita yang mengatakan demikian: “Aku yang mendukung domba-Ku, Aku memberikan hidup kekal kepada domba-domba itu. Aku akan meminta mereka dengan yang sangat besar tidak perlu yang sanggup mengambil mereka dari Aku. Aku tidak ingin ada yang bisa merebut mereka dari menjadi milik-Ku selamanya. ” Kristus tidak memuji kita dengan “terima kasih” yang dingin dan datar. Lalu mengapa kita memberikan perasaan yang dingin dan datar kepada Dia? Kristus tidak berarti kita dengan komitmen yang dangkal dan berubah-ubah. Dia menghargai kita dengan kesetiaan-Nya yang kekal. Lalu mengapa kita begitu mudah memberikan hati kita kepada apa pun atau siapa pun tetapi tidak kepada Yesus Kristus? Sang Gembala kita yang mengatakan demikian: “Aku yang mendukung domba-Ku, Aku memberikan hidup kekal kepada domba-domba itu. Aku akan meminta mereka dengan yang sangat besar tidak perlu yang sanggup mengambil mereka dari Aku. Aku tidak ingin ada yang bisa merebut mereka dari menjadi milik-Ku selamanya. ” Kristus tidak memuji kita dengan “terima kasih” yang dingin dan datar. Lalu mengapa kita memberikan perasaan yang dingin dan datar kepada Dia? Kristus tidak berarti kita dengan komitmen yang dangkal dan berubah-ubah. Dia menghargai kita dengan kesetiaan-Nya yang kekal. Lalu mengapa kita begitu mudah memberikan hati kita kepada apa pun atau siapa pun tetapi tidak kepada Yesus Kristus? Sang Gembala kita yang mengatakan demikian: “Aku yang mendukung domba-Ku, Aku memberikan hidup kekal kepada domba-domba itu. Aku akan meminta mereka dengan yang sangat besar tidak perlu yang sanggup mengambil mereka dari Aku. Aku tidak ingin ada yang bisa merebut mereka dari menjadi milik-Ku selamanya. ” Lalu mengapa kita memberikan perasaan yang dingin dan datar kepada Dia? Kristus tidak berarti kita dengan komitmen yang dangkal dan berubah-ubah. Dia menghargai kita dengan kesetiaan-Nya yang kekal. Lalu mengapa kita begitu mudah memberikan hati kita kepada apa pun atau siapa pun tetapi tidak kepada Yesus Kristus? Sang Gembala kita yang mengatakan demikian: “Aku yang mendukung domba-Ku, Aku memberikan hidup kekal kepada domba-domba itu. Aku akan meminta mereka dengan yang sangat besar tidak perlu yang sanggup mengambil mereka dari Aku. Aku tidak ingin ada yang bisa merebut mereka dari menjadi milik-Ku selamanya. ” Lalu mengapa kita memberikan perasaan yang dingin dan datar kepada Dia? Kristus tidak berarti kita dengan komitmen yang dangkal dan berubah-ubah. Dia menghargai kita dengan kesetiaan-Nya yang kekal. Lalu mengapa kita begitu mudah memberikan hati kita kepada apa pun atau siapa pun tetapi tidak kepada Yesus Kristus? Sang Gembala kita yang mengatakan demikian: “Aku yang mendukung domba-Ku, Aku memberikan hidup kekal kepada domba-domba itu. Aku akan meminta mereka dengan yang sangat besar tidak perlu yang sanggup mengambil mereka dari Aku. Aku tidak ingin ada yang bisa merebut mereka dari menjadi milik-Ku selamanya. ” Lalu mengapa kita begitu mudah memberikan hati kita kepada apa pun atau siapa pun tetapi tidak kepada Yesus Kristus? Sang Gembala kita yang mengatakan demikian: “Aku yang mendukung domba-Ku, Aku memberikan hidup kekal kepada domba-domba itu. Aku akan meminta mereka dengan yang sangat besar tidak perlu yang sanggup mengambil mereka dari Aku. Aku tidak ingin ada yang bisa merebut mereka dari menjadi milik-Ku selamanya. ” Lalu mengapa kita begitu mudah memberikan hati kita kepada apa pun atau siapa pun tetapi tidak kepada Yesus Kristus? Sang Gembala kita yang mengatakan demikian: “Aku yang mendukung domba-Ku, Aku memberikan hidup kekal kepada domba-domba itu. Aku akan meminta mereka dengan yang sangat besar tidak perlu yang sanggup mengambil mereka dari Aku. Aku tidak ingin ada yang bisa merebut mereka dari menjadi milik-Ku selamanya. “

Doa:
Ya Tuhan, saya adalah milik-Mu selamanya. Saya rindu membawa hati saya dengan hancur di hadapan-Mu setelah mengetahui kasih-Mu yang besar bagi saya. Tolonglah saya, ya Tuhan, tolonglah aku bisa menjadi tenang dan penuhkan pertanggungan di dalam tangan-Mu yang tidak akan melepaskanku. Tangan menghibur yang penuh kasih yang hangat dan berkuasa. (JP)