Renungan Harian 508 (Minggu, 19 Januari 2020)

Bersaksi Bagi Dunia

Devotion from Yohanes 15:18-27

Murid-murid yang dikasihi Yesus bukan lagi milik dunia. Mereka milik Yesus dan bukan lagi milik dunia ini. Tetapi kalimat Tuhan Yesus ini tidak banyak dipahami oleh sebagian orang Kristen. Orang-orang yang salah menafsirkan ayat 18 dan 19 menganggap bahwa Yesus sedang mengajarkan keterpisahan antara surga dan bumi, antara Kristus dan dunia, dan antara orang-orang Kristen dan lingkungan sekitarnya. Orang-orang Kristen harus bersikap eskapis, melarikan diri dari dunia dan lingkungan sekelilingnya. Tetapi apakah demikian? Tidak. Jika benar dunia dan orang Kristen terpisah, maka tidak ada alasan bagi dunia untuk membenci orang Kristen. Mengapa pemimpin-pemimpin Yahudi membenci Yesus? Apakah karena Yesus tidak peduli agama Yahudi? Apakah karena Yesus dan orang Yahudi terpisah? Tidak. Justru karena Yesus menginvasi wilayah mereka, maka mereka marah. Yesus menginvasi wilayah penafsiran hukum sabat mereka (Yoh. 5:16-17), Yesus menginvasi pengertian Bait Allah mereka (Yoh. 2:19-21), Yesus menginvasi pengertian mereka tentang identitas mereka sebagai keturunan Abraham (Yoh. 8:40-44), Yesus bahkan menginvasi pengertian eskatologis di dalam pengharapan kedatangan Kerajaan Allah mereka (Yoh. 3:5), Yesus menginvasi pengertian mereka tentang Mesias, Sang Raja (Yoh. 5:25; 10:36), dan yang terakhir, Yesus bahkan menginvasi pengertian mereka tentang Allah (Yoh. 10:30). Yesus bukan hanya menginvasi hal-hal ini, Dia juga menginvasi pengikut-pengikut orang-orang Yahudi (Yoh. 4:1-3), bahkan menginvasi Kerajaan Romawi (Yoh. 18:33-37)! Dunia membenci Yesus karena Dialah yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai yang berhak menerima seluruh dunia ini. Dialah yang akan mengalahkan dan merebut dunia ini. Tentu saja dunia membenci Dia sebagai yang akan menyerang dan menghancurkan seluruh tatanan yang bobrok di dalam dunia ini. Kedatangan-Nya untuk menghancurkan keadaan lama yang cemar inilah yang membuat dunia yang cemar sangat membenci Dia dan ingin menghancurkan Dia. Apakah kesalahan Dia? Mau menghancurkan dunia? Tidak. Dia justru menghancurkan kuasa yang menghancurkan dunia. Dia menyelamatkan dunia dari dosa. Di dalam dosa hanya ada kehancuran. Kehancuran karena serakah, karena iri, karena dendam, karena hawa nafsu, karena ketidakadilan. Jika dosa tidak dihancurkan, maka dunia pasti hancur. Jika ingin menghancurkan dosa, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengerti betapa besar Tuhan membenci dosa. Tuhan Yesus menghancurkan dosa dengan memperkenalkan kasih. Umat milik Kristus mengalahkan dunia karena mengerti apa yang disebut mengasihi. Mereka mengerti apa yang dituntut dari Tuhan dan mereka sanggup menjungkirbalikkan dunia ini dengan kasih, kesetiaan, dan kebenaran Tuhan. Tetapi mereka tidak memperkenalkan kasih dengan pasif. Mereka berkhotbah di depan banyak orang, memberitakan Injil di depan para gubernur dan raja, mengubah keadaan adil di tengah masyarakat, bahkan akan terus bertumbuh di dalam pengaruh dan teladan. Tetapi dunia yang penuh dosa tidak suka Kerajaan Allah yang dibawa oleh murid-murid Yesus. Murid-murid Yesus, sama seperti Yesus, juga adalah orang-orang yang akan memperbarui dunia ini, menyingkirkan dosa dan kejahatan, dan menggantikannya dengan Kerajaan Kristus. Inilah yang menyebabkan dunia membenci pengikut Yesus.

Tetapi kebencian seperti ini adalah kebencian yang tidak beralasan (ay. 25). Ada dua alasan mengapa kebencian dunia ini sangat tidak beralasan:

  1. Yang pertama adalah karena Allah yang mengutus Yesus Kristus adalah yang berhak menerima seluruh bumi. Allah adalah Raja atas seluruh bumi. Dia berhak menyatakan takhta-Nya di bumi. Dia yang berhak atas seluruh bumi, ternyata ditolak oleh orang-orang di dunia ini. Dia ditolak karena Anak-Nya yang diutus-Nya telah ditolak. Barang siapa menolak Yesus, dia sedang menolak Bapa di surga yang mengutus Yesus. Jika Sang Pemilik mengklaim apa yang menjadi milik-Nya, dapatkah orang-orang yang menumpang pada milik-Nya itu menolak Dia? Jika seorang pemilik kebun anggur mengklaim hasil kebunnya, bolehkah pegawai-pegawai kebun anggur itu menolak Dia? Tetapi inilah yang terjadi ketika Yesus datang. Dunia menolak Dia padahal Dia diutus oleh Pemilik dunia ini. Dia sendiri adalah Sang Pencipta yang mengunjungi ciptaan-Nya, dan ciptaan-Nya tidak mengenal Dia, menolak Dia, dan mau menyingkirkan Dia. Ini terjadi karena ciptaan-Nya sudah merasa diri mereka adalah ilah-ilah yang berhak atas dunia ini. Mereka merasa dunia ini milik mereka dan dapat diperlakukan seenaknya. Mereka boleh hidup di dunia ini dengan sembarangan, menolak Tuhan, melakukan kecemaran, dan menikmati berkat-Nya sambil menyingkirkan Dia dari dunia ini. Tuhan tidak mungkin disingkirkan. Kerajaan-Nya tidak mungkin dikalahkan. Dia akan mengklaim kembali apa yang menjadi milik-Nya dan semua orang yang sudah memberontak akan ditaklukkan-Nya.

    Tetapi mungkinkah orang-orang di dunia ini menolak Yesus karena mereka tidak tahu kalau Dia diutus oleh Allah? Andai saja mereka tahu, pasti mereka terima Dia. Tetapi karena dunia tidak tahu kalau Dia diutus oleh Allah, maka dunia menolak Dia. Semua pemikiran ini tidak mungkin. Mengapa tidak mungkin? Karena Yesus sudah menyatakan tentang siapa diri-Nya dan berkali-kali mengingatkan bahwa Bapa-Nya yang di surga yang mengirim Dia (ay. 24-25). Jika Dia tidak menyatakan diri-Nya melalui pengajaran dan tanda-tanda, mungkin dunia salah mengenal siapa Dia. Tetapi sekarang dunia tidak punya dalih karena Yesus sudah menyatakan apa yang perlu untuk membuat dunia mengenal bahwa Dia diutus oleh Allah. Jadi dunia menolak Yesus walaupun Yesus telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa Dia diutus oleh Allah, Pemilik seluruh dunia ini.

  2. Hal yang kedua adalah Yesus tidak datang untuk membinasakan siapa yang melawan Allah. Yesus datang untuk menebus orang-orang yang sudah melawan Allah. Penebusan Yesus ditawarkan kepada dunia. Yesus, Sang Hakim, ternyata tidak datang untuk menghakimi (Yoh. 3:17; 12:47). Dia datang untuk menawarkan penebusan bagi orang-orang yang melawan Allah. Apakah Dia bukan Sang Hakim yang akan menghakimi seluruh dunia? Dia adalah Sang Hakim tersebut! Tetapi walaupun Dia adalah Sang Hakim itu, Dia datang untuk menawarkan penebusan kepada dunia dan menggenapinya dengan mati di kayu salib. Dunia tidak punya alasan untuk membenci Yesus. Walaupun Yesus datang untuk menghancurkan kejahatan, tetapi bagi orang-orang jahat ditawarkan pertobatan dan keselamatan melalui penebusan Kristus. Yesus datang untuk membongkar kesalahan dunia ini tetapi Yesus juga datang untuk menebus dunia ini dengan tawaran pengampunan-Nya. Kerajaan Allah berhak untuk mengambil alih takhta di bumi dan melemparkan semua orang ke dalam penghukuman, tetapi ternyata Kerajaan Allah datang untuk menawarkan pengampunan terlebih dahulu.

Demikian juga kita, para pengikut Yesus. Kita dibenci walaupun kita adalah utusan Kristus. Kita adalah utusan Bapa, karena di dalam Kristus kita melanjutkan pekerjaan yang dilakukan Kristus untuk memenangkan dunia ini bagi Kerajaan Allah. Kita melakukannya dengan membawa berita Injil. Perjuangan mengembangkan kebudayaan, menghidupi hidup yang akan menjadi pengaruh melalui keteladanan, dan menyebarkan berita Injil yang dilakukan bersama oleh seluruh komunitas Kristen. Perjuangan ini dilakukan dengan kasih, kebenaran, dan tawaran pengampunan. Tetapi apakah dunia mendengar ini? Tidak. Dunia tetap membenci orang-orang Kristen karena dunia tetap menolak Allah sebagai Pemilik bumi ini. Mereka tetap menolak walaupun orang-orang Kristen tidak memberikan alasan yang mengizinkan mereka menolak Allah. Kristus Sang Raja akan datang kembali, dan Dia akan menghancurkan segala hal yang jahat dan segala penghujatan semua manusia. Dan di dalam menanti kedatangan kedua-Nya ini, orang-orang Kristen membawa tawaran bagi mereka untuk mengakui Raja mereka dan menerima Dia. Dengan cara apakah orang-orang Kristen melakukan hal ini? Dengan bersaksi sebagai murid Kristus dan dengan saling mengasihi. Kerajaan ini tidak datang dengan senjata dan kekuatan militer. Kerajaan ini datang dengan mengubah orang-orang berdosa menjadi pengikut Kristus. Inilah panggilan yang harus kita kerjakan dengan segiat mungkin. Semakin giat kita, semakin keras dunia akan menentang. Semakin ditentang oleh dunia, semakin kuasa Roh Kudus memimpin dan menguatkan kita untuk menjalankan tugas dari Sang Mesias. Kiranya Tuhan memanggil dan menggerakkan kita untuk menginvasi dunia dengan tawaran pengampunan, tawaran berita Injil, dan dengan teladan hidup di dalam kasih. (JP)