Renungan Harian 525 (Rabu, 5 Februari 2020)

Melihat dan Mendengar

Devotion from Yohanes 20:24-31

Yohanes mencatat peristiwa penting mengenai kesaksian tentang Yesus pada bagian ini. Yohanes mencatat peristiwa kedua para murid berjumpa dengan Yesus Kristus di dalam Injil ini. Ketika pertama kali Yesus hadir di tengah-tengah mereka, Tomas tidak hadir bersama-sama dengan murid yang lain. Dia belum melihat sendiri Yesus yang telah bangkit. Di dalam bagian tentang para saksi yang akhirnya percaya kebangkitan Yesus ini, Injil Yohanes mencatat tentang tiga kelompok murid yang akhirnya percaya kepada kebangkitan Yesus. Yang pertama adalah yang melihat kubur kosong dan mengingat firman Tuhan. Orang ini adalah Yohanes sendiri. Dia melihat kubur kosong dan menafsirkannya berdasarkan kalimat Yesus yang kembali diingatnya. Yesus pernah berkata tentang hal yang sekarang dia saksikan. Yesus pernah berbicara tentang kebangkitan-Nya. Hal apakah yang paling mungkin menjelaskan fakta kubur kosong beserta dengan kain yang terlipat di dalamnya? Yohanes pernah mendengar firman dari Tuhan Yesus, lalu dia melihat kubur kosong, dia menafsirkan berdasarkan firman yang pernah didengarnya, dan mengambil kesimpulan bahwa Yesus bangkit.

Kelompok murid yang kedua adalah murid-murid yang percaya setelah berjumpa dengan Yesus Kristus. Maria Magdalena dan murid-murid lain yang melihat Yesus di tempat tertutup adalah kelompok ini. Mereka menjadi percaya karena melihat Dia bangkit. Maria menyadari bahwa Yesus telah bangkit setelah dia bercakap-cakap dengan Dia dan mendengar suara-Nya. Murid-murid yang lain juga adalah murid-murid yang percaya kepada Dia setelah Dia bangkit. Perkataan Tuhan tidak tentu mendapat tempat di hati mereka. Hanya setelah mereka melihat bukti di depan mata mereka, barulah mereka percaya bahwa Dialah Sang Mesias. Mengapa Sang Mesias harus bangkit dari antara orang mati? Karena Dia tidak mendirikan kerajaan-Nya di tengah-tengah dunia yang netral, melainkan di tengah-tengah dunia yang jatuh ke dalam dosa. Kerajaan-Nya akan menghancurkan dan membinasakan dosa dan pemberontakan. Hanya mereka yang telah ditebus oleh darah-Nya yang tidak terpinggirkan, tersingkirkan, dan dibinasakan oleh kedatangan Kerajaan ini. Ini berarti Yesus Kristus harus mati untuk mendirikan Kerajaan Allah di bumi. Dia harus suci untuk menyatakan kemuliaan Allah. Dia harus penuh kasih untuk dapat menyatakan relasi yang sebenarnya.

Masih di dalam kelompok kedua ini adalah seperti Tomas, yang menuntut jawaban berupa bukti atas keraguan yang mungkin muncul mengenai kebangkitan Yesus Kristus. “Benarkah Yesus dibangkitkan? Di manakah Dia? Manakah bekas luka-Nya? Sampai aku menyentuh bekas luka-Nya, barulah aku percaya bahwa Dia bangkit.” Itulah kira-kira kalimat yang keluar dari perkataan Tomas. Tomas menolak untuk percaya kecuali Yesus sendiri berdiri di depan dia. Semua murid yang lain dianggap berhalusinasi dan Tomas berkeras tidak mau percaya kesaksian mereka. Tomas meminta bukti bahwa Yesus benar-benar bangkit. Apakah kematian Yesus tidak boleh diberikan dengan bukti? Tentu saja boleh. Tetapi banyak bukti tidak berarti banyak pengertian. Bukti selalu dipercaya berdasarkan pengertian yang telah dimiliki sebelumnya. Orang boleh saja melihat Yesus bangkit dan percaya Dia bangkit, tetapi apakah dia mengetahui makna kebangkitan-Nya? Apakah orang-orang yang menjadi saksi tahu mengapa Yesus bangkit? Belum tentu mereka tahu. Itu sebabnya setelah bangkit, Yesus masih bersama-sama dengan mereka selama 40 hari. Dia perlu memberikan pengertian tentang mengapa Dia harus mati dan bangkit. Saksi saja tidak cukup. Yesus menginginkan saksi yang mengerti bukan hanya fakta bahwa Dia bangkit, tetapi pengertian di baliknya tentang alasan Dia harus bangkit.

Yang berikutnya adalah tipe orang ketiga. Siapakah orang-orang ini? Kita semua, yang percaya kepada Kristus bukan karena melihat. Bukan penglihatan yang memberikan kita iman. Pengenalan akan siapakah Yesus Kristus dan apa yang sedang dikerjakan Bapa di surga adalah hal yang mutlak harus ada di dalam hati anak-anak Tuhan yang sejati. Kenalkah kita akan Yesus? Ya. Jika ya, tahukah kita mengapa Dia harus mati di kayu salib dan bangkit pada hari yang ketiga? Tomas melihat, maka dia pun percaya. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan berbahagialah mereka yang tidak melihat, tetapi percaya. Kitalah orang-orang yang tidak melihat tetapi percaya. Mengapa kita bisa percaya? Karena kepada kita Allah sendiri menyatakan tentang siapakah Kristus. Allah menyatakannya dengan cara apa? Bukankah kita semua tidak pernah melihat Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati? Di dalam ayat 27-29, Tuhan Yesus mengingatkan para murid bahwa Dia, yang memegang kendali atas pemanggilan umat-Nya, akan memanggil orang-orang yang tidak melihat, namun akan percaya. Bagaimanakah caranya orang yang tidak melihat bisa percaya? Dengan Kitab Suci! Itu sebabnya di dalam bagian selanjutnya, yaitu Yohanes 20:24-31, dikatakan tentang tujuan Injil Yohanes ditulis. Mengapa Yohanes mendadak membahas tentang alasan Injil Yohanes ditulis? Karena dia ingin mengingatkan kita semua bahwa umat Yesus Kristus yang sejati akan bertambah banyak dan terus bertambah banyak di seluruh bumi ini bukan karena melihat, tetapi karena membaca Kitab Suci. Injil Yohanes ditulis agar siapa pun yang membacanya memperoleh iman. Iman karena apa? Iman karena melihat bekas luka di tangan dan kaki Yesus Kristus? Bukan. Iman karena mengenal Yesus melalui memahami rencana dan pekerjaan Tuhan dari firman-Nya.

Sudahkah kita mengenal Yesus Kristus? Jika ya, tahukah kita bahwa Dia bangkit? Jika ya, tahukah kita apa makna kebangkitan-Nya? Berbahagialah orang yang tidak melihat tetapi percaya. Mengapa berbahagia? Karena seluruh tulisan yang dimaksudkan untuk membuat orang menjadi beriman akan memberikan pengertian yang utuh. Bukan hanya tentang fakta Yesus bangkit, tetapi juga mengapa Dia bangkit. Tanda-tanda ajaib, bahkan tanda luka di kaki dan tangan pun tidak sekuat mempelajari Kitab Suci. Kitab Suci memberikan penjelasan tentang siapakah Allah dan apakah yang Dia sedang kerjakan di dunia ini. Jadi, percayakah kita bahwa Yesus bangkit? Jika ya, tahukah kita makna kebangkitan-Nya? Jika tahu apa makna kebangkitan-Nya, adakah suatu kerinduan besar untuk menikmati Tuhan terus bekerja menyelesaikan kehadiran Kerajaan-Nya? (JP)