Renungan Harian 529 (Minggu, 9 Februari 2020)

Penutup

Devotion from Yohanes 21:20-25

Ayat-ayat terakhir menunjukkan siapakah orang di balik seluruh Injil ini. Ketika Yesus selesai bertanya tiga pertanyaan-Nya kepada Petrus, Dia memanggil Petrus untuk mengikuti Dia. Ketika mereka sedang berjalan, muncullah Yohanes, murid yang lain, mengikuti mereka dari belakang. Inilah Yohanes, tokoh di balik penulisan Kitab ini. Munculnya Yohanes sangat penting untuk dikisahkan, agar semua orang yang membaca Kitab ini tahu bahwa seluruh kesaksian yang tertulis di dalam Kitab ini adalah kesaksian seorang saksi mata. Dia menyaksikan sendiri apa yang terjadi dan karena itu Injil Yohanes yang dia tulis harus dianggap sebagai catatan dari saksi mata. Dan setelah melihat Yohanes mengikuti mereka, Petrus bertanya tentang nasib Yohanes. Mengapa Petrus menanyakan demikian? Karena Tuhan Yesus baru saja menceritakan tentang cara Petrus akan mati. Petrus ingin tahu apakah semua murid mendapatkan nasib yang sama? Ternyata tidak. Mengapa? Karena Yohanes tidak mati sebagai martir. Tetapi Tuhan Yesus mengingatkan Petrus bahwa keputusan Tuhan atas hidup mati orang lain bukanlah urusan Petrus. Jikalau Tuhan mau membuat Yohanes terus hidup hingga Dia datang kembali pun bukan urusan Petrus. Apakah ini berarti Yohanes terus hidup hingga Yesus datang kembali? Tidak. Tetapi kalimat Tuhan Yesus ini menjelaskan mengapa Yohanes terus hidup hingga usia yang sangat lanjut. Dia terus hidup ketika para rasul yang lain semua telah mati. Semua telah dibunuh dan menjadi martir. Hanya dia yang tersisa dan terus hidup. Mengapa Tuhan membuat dia terus hidup hingga usia lanjut? Supaya dia menyaksikan apa yang dilihatnya di dalam sebuah Kitab. Bahkan lebih dari itu, Tuhan akan memercayakan kepadanya sebuah kitab lain lagi, yang akan mengisahkan peristiwa kedatangan kembali dari Sang Mesias. Yesus akan datang kembali ke dunia ini dan Yohanes menjadi saksi yang mencatatnya di dalam sebuah kitab. Baik Injil Yohanes, maupun Kitab Wahyu adalah dua buku yang ditulis oleh Yohanes. Yohanes menjadi tokoh kunci untuk mengaitkan kehidupan Yesus dan para murid dengan kehidupan kita sekarang. Melalui tulisannyalah kita menyadari bahwa kita berbagian bersama dengan para murid, menikmati Sang Anak Allah yang telah menggenapi pekerjaan-Nya, membawa Kerajaan Allah, membawa surga ke bumi, dan menyempurnakan rencana keselamatan Allah. Ini bukan kisah masa lalu yang tidak relevan. Ini adalah kisah yang terus berkesinambungan hingga hari ini, bahkan hingga hari Tuhan datang kembali nanti. Yohanes menjadi tokoh yang terus menyembunyikan diri di belakang seluruh narasi Injil ini. Seperti Roh Kudus yang menggerakkan dia menulis, dia tersembunyi, tetapi pekerjaannya sangat berkuasa dan meninggikan Kristus supaya kita menjadi milik Dia dan menghidupi di dalam hidup kita apa yang para murid hidupi bersama dengan Yesus di dalam narasi Injil ini. Kiranya Tuhan memberkati kita dengan persekutuan yang penuh kasih dan komitmen yang sempurna dengan Yesus Kristus, Raja, Juru Selamat, Tuhan, dan Anak Allah. Kiranya Tuhan memberkati kita dengan semangat untuk berbagian di dalam perjuangan memperbesar pengaruh Kerajaan-Nya melalui kehadiran gereja-Nya di bumi ini. (JP)