Kemegahan Salomo

Devotion from :

1 Raja-raja 9:1-28

Di ayat 3 Tuhan berfirman kepada Salomo bahwa Dia telah mendengarkan doa dan permohonan Salomo. Oleh sebab itu Tuhan berkenan untuk menguduskan rumah yang dibangun Salomo bagi Tuhan. Tuhan juga akan membuat nama-Nya melekat pada Israel karena rumah itu dan mata-Nya akan selalu mengawasi sepanjang masa. Tetapi semua janji Tuhan itu ada syaratnya. Perjanjian dari Tuhan adalah Dia akan memelihara, menguduskan, dan membuat nama-Nya ada pada Israel, bahkan memberikan hati-Nya untuk Salomo dan Israel. Tetapi Salomo juga harus setia memegang perjanjian kepada Allah, yaitu dengan setia beribadah hanya kepada Allah. Salomo tidak boleh sujud menyembah kepada ilah lain. Hanya Allah saja! Jika Salomo atau keturunannya yang menjadi raja kemudian tidak setia, maka Tuhan mengancam akan menghancurkan Bait Suci itu dan membuang Israel ke tempat bangsa-bangsa lain. Tuhan akan membuat mereka menjadi celaan dan seluruh bangsa akan heran mengapa bangsa besar seperti Israel bisa mengalami kehancuran sedemikian dahsyat. Tuhan juga akan membuat bangsa-bangsa mengetahui alasan mengapa Israel hancur. Bangsa-bangsa lain akan tahu kalau Israel tertimpa bencana karena ketidaksetiaan mereka.

Inilah pengertian mengenai perjanjian. Kedua belah pihak harus setia. Perjanjian akan mengikat kedua pihak dengan kesungguhan hati menjalankan apa yang dijanjikan. Demikian juga dengan perjanjian antara Allah dan manusia; harus ada tindakan nyata bagi pelanggaran perjanjian itu. Salomo dan keturunannya yang akan menjadi raja kemudian harus menaati perjanjian ini. Bagaimana dengan gereja? Gereja pun sama. Harus ada kepala perjanjian yang menaati perjanjian dengan sungguh-sungguh. Siapakah kepala perjanjian bagi gereja? Tuhan Yesus. Dialah yang hidup di tengah-tengah manusia tetapi Dia hidup dengan setia dan tanpa cacat. Dialah yang setia menjalankan perjanjian maka kita semua sekarang memperoleh keselamatan kita. Tuhan Yesus menyelamatkan bukan hanya karena kerelaan-Nya untuk mati di kayu salib, tetapi juga dengan kekuatan-Nya untuk hidup bagi Allah. Hidup sambil memikul salib hingga akhirnya benar-benar dipaku di atas kayu salib. Karena ketaatan-Nya yang sempurna sebagai manusia itulah, kita semua tidak dibuang oleh Tuhan.

Israel telah mendapatkan hak istimewa dari Tuhan dengan anugerah demi anugerah yang terus menerus diberikan. Tetapi Tuhan telah memberikan peringatan bahwa kalau raja mereka, Salomo, tidak setia, maka Dia akan membuang Israel. Perhatikan di dalam ayat 4 bahwa Daud tetaplah raja yang menjadi contoh bagi seluruh Israel. Daud menjadi kepala dinasti dan Anak Daud yang sejati yaitu Kristus, akan menjadi puncak penggenapan pemanggilan Daud.

Setelah mengikat perjanjian dengan Salomo, Tuhan mengerjakan bagian-Nya dengan memberkati Salomo. Ayat 10-28 memberikan catatan mengenai betapa kayanya Salomo. Salomo diberkati dengan relasi dengan salah satu negeri yang kaya, yaitu Tirus. Salomo juga membuat taraf hidup orang Israel demikian tinggi sehingga tidak ada orang Israel yang harus menjadi pekerja rodi (ay. 22). Ini bangsa impian yang sulit dicapai, bahkan untuk standar modern sekarang. Israel tanpa pekerja kasar yang rendah! Mereka mempunyai rakyat yang demikian terdidik dan terlatih sehingga mereka tidak lagi melakukan pekerjaan rodi. Salomo mempunyai kekuatan militer yang amat besar baik di darat maupun di laut, lalu dia juga mengirim para penjelajah untuk menyelidiki bagian lain dari bangsa-bangsa yang ada di bumi. Pembahasan mengenai kekayaan Salomo akan dilanjutkan dengan lebih detail pada pasal 10 nanti. Tetapi bagian ini memberikan laporan bahwa Allah sudah memberkati Salomo dengan limpahnya. Dia tidak gagal menjalankan bagian-Nya di dalam perjanjian ini. Sekarang Tuhan menuntut agar Salomo setia kepada-Nya. Tidak ada lagi alasan apa pun yang dapat diberikan untuk memberontak kepada Tuhan. Tidak ada yang memberkati Israel selain Allah saja, dan karena itu tidak ada yang boleh disembah oleh Israel selain Allah saja.

Untuk direnungkan:

  1. Bacaan kita hari ini menjelaskan tentang Salomo sebagai raja Israel yang kesetiaannya akan memengaruhi keadaan seluruh bangsa. Tuhan memakai cara ini sehingga pada waktu Kristus datang, kehidupan-Nya yang akan memengaruhi keadaan seluruh kaum. Tuhan memberikan ancaman dengan keras kepada Salomo supaya dia tidak gagal. Tetapi apakah yang terjadi bila dia gagal? Bila Salomo memilih untuk meninggalkan Tuhan, maka bangsa itu akan dibuang! Betapa beratnya kalau kesetiaan atau ketidaksetiaan kita memengaruhi banyak orang. Alangkah sulitnya tanggung jawab yang harus dipikul. Tetapi yang sering kali kita lupakan adalah bahwa sebenarnya jika kita berdosa, orang-orang di sekeliling kita juga akan terpengaruh. Kita memang bukan Salomo yang mencerminkan Kristus. Dan yang pasti kita juga bukan Kristus, yang kesetiaan-Nya memengaruhi seluruh kaum pilihan sepanjang zaman. Tetapi orang sekitar kita tidak mungkin tidak dipengaruhi oleh kejatuhan kita. Suami yang jatuh ke dalam dosa perselingkuhan akan mengorbankan istrinya, pasangan selingkuhnya, dan juga anak-anak yang akan kehilangan orang tua teladan yang dapat mereka jadikan patron. Jangan egois! Jangan hanya pikir kesenangan sendiri! Dosamu akan memengaruhi orang lain juga!

  2. Tuhan memberkati Salomo dengan limpahnya. Tuhan lebih dulu memberi, kemudian menuntut Salomo setia kepada Tuhan. Demikian juga ketika Tuhan menjalin relasi dengan kita. Tuhan lebih dulu memberi, barulah Dia menuntut kita untuk setia. Dia lebih dulu memberikan Anak Tunggal-Nya untuk menjadi penebus kita. Apakah yang lebih berharga dari Kristus? Jika tidak ada yang lebih berharga, bukankah itu berarti segala sesuatu harus siap ditinggalkan demi mendapatkan Kristus? Karena itu, jika Tuhan sudah memberikan berkat sedemikian limpah, bukankah layak jika Dia menuntut kesetiaan kita? Hitung berkat dalam hidup kita: Diberi kesempatan hidup, boleh mendapatkan pendidikan yang baik, memiliki orang tua , dan berbagai anugerah yang dengan limpah telah kita terima. Jika Tuhan sudah sedemikian memberkati kita, maka kita harus sungguh-sungguh mempersiapkan diri dan memakai waktu yang ada dengan sebaik mungkin untuk menjalani hidup yang setia kepada Dia dan panggilan-Nya.

  3. Tuhan memberikan konsekuensi dan ancaman pembuangan jikalau Salomo tidak setia. Ini hal penting untuk kita ketahui. Tuhan memelihara umat-Nya tetapi juga mendisiplin umat-Nya. Disiplin bagi umat Tuhan selalu ada dua. Yang pertama adalah disiplin individu-individu umat-Nya yang berdosa. Di dalam Kristus tidak ada penghukuman (Rm. 8:1), tetapi ini tidak berarti di dalam Kristus tidak ada teguran dan disiplin dari Tuhan (Ibr. 12:6). Penghukuman bagi umat-Nya terjadi jika kepala dari umat-Nya gagal setia kepada Tuhan. Adam adalah kepala dari seluruh umat manusia, dan oleh karena itu seluruh umat manusia jatuh ke dalam dosa ketika Adam jatuh ke dalam dosa. Kristus adalah kepala dari umat-Nya, yaitu gereja, dan karena itu kesetiaan Kristus yang tanpa cela dan kerelaan-Nya untuk mati bagi dosa membenarkan semua umat-Nya yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya. Daud, Salomo, dan raja-raja Israel dan Yehuda lainnya adalah kepala dari umat-Nya, yaitu Israel. Kegagalan mereka berarti penghukuman bagi seluruh bangsa. Penghukuman inilah yang Tuhan akan berikan kalau Salomo atau keturunannya yang akan menjadi raja kemudian gagal untuk mempertahankan kesetiaan kepada Allah. Adakah penghukuman bagi gereja? Bukankah kepala gereja, yaitu Kristus, tidak gagal menjalankan panggilan-Nya? Benar, tetapi Sang Kepala Gereja, yaitu Kristus sendiri yang akan menghakimi anggota-Nya yang tidak setia. Jika ada gereja lokal yang mulai melupakan panggilan, maka Kristus sendiri yang akan mengambil kaki dian dari gereja lokal itu dan memindahkannya ke tempat lain (Why. 2:4-5). Karena itu marilah kita sebagai orang Kristen berhenti menjalani hidup Kristen yang suam-suam kuku, yang seadanya, yang cukup puas dengan semangat hidup suci dan melayani Tuhan yang sangat rendah. Marilah menyala-nyala di dalam kerinduan menyenangkan hati Tuhan kita dan bangkitlah di dalam kerohanianmu! Sampai kapan terus menerus menikmati hidup yang berdosa? Kembalilah kepada Tuhan dan layanilah Tuhan! (JP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *