Sebuah kesempatan siswa SMAK Ketapang Cibubur, Danny kurniawan sebagai salah satu anggota Paskibra

SEBUAH KESEMPATAN

DANNY KURNIA (11 IPS-SKK 3-CIBUBUR)

(PASKIBRA TINGKAT KECAMATAN GUNUNGPUTRI 2019)

Mendapat kabar dan diberi kesempatan masuk dalam tim PASKIBRA tingkat kecamatan Gunung Putri adalah sebuah kebangga buat saya, mungkin untuk sebagian orang tidak bergensi tetapi bagi saya adalah sebuah pembelajaran yang berharga.  Diawal memulai pelatihan ada rasa gugup dan takut, karena saya harus berelasi dengan anak-anak PASKIB ldari sekolah lainnya. Namun saya mampu melewatinya karena mereka pun mengalami apa yang saya alami. Ketakutan saya yang berikutnya karena kami tidak diperbolehkan bercanda, terlambat, lelet, tidak masuk di hari pelatihan dan lain sebagainya. Ketika kami melanggar kami harus siap untuk digantikan oleh calon lainnya. Pada awalnya kami berpikir itu hanya sebuah ‘gretakan’ dari para pelatih agar kami disiplin, sampai akhirnya kami melihat bahwa ada beberapa teman kami yang sudah sangat dekat dengan kami  berhari-hari bersama di pagi harinya harus pulang karena ketidak disiplinannya. Peristiwa itu menjadi cambuk bagi saya, bahwa terpilih ditingkat ini bukan berarti harus menyia-nyiakannya.

Saya harus bertahan dengan segala kekuatan. Setiap hari latihan yang diberikan semakin sulit. Latihan mental dan fisik setiap hari harus saya terima dan jalani. Sampai akhirnya dimalam peneguhan sebelum esok kami menjalankan tugas kami, hampir seluruhnya kami tidak  bisa tidur karena memikirkan bagaimana esok kami menjalakan tugas kami. Apalagi ketika di tanggal 16 Agustus tersebut kami dikukuhkan dihadapan para pejabat pemerintah, orangtua serta para kepala sekolah kami. Itu bukan sesuatu hal yang mudah untuk menahan haru. Di kepala saya terlintas bahwa saya masih diberi kesempatan untuk membanggakan orangtua dan sekolah saya. Tanpa sadar saya meneteskan airmata. Saya terpikir apakah mungkin ini cara Tuhan untuk mempersiapkan saya menjadi TNI/Polisi dimasa datang walaupun sampai saat ini orangtua saya belum mengizinkan, namun saya percaya Tuhan sedang mempersiapkan saya.

Pada 17 Agustus 2019 adalah hari yang sangat menegangkan. Ketika pasukan kami dipersiapkan dan suara mc upacara menyebutkan “Pengibaran bendera Merah Putih” hati ini berdegup kencang satu harapan saya, menyelesaikan tugas ini sampai selesai. Hentakan kaki dan terikan pemimpin pasukan rasanya sama kencangnya dengan detupan jantung saya. Ketika semua mata dan cahaya kamera yang terarah kepada kami serta rasa hormat yang luarbiasa ketika ujung jari telunjuk terangkat untuk memberi hormat pada bendera Merah Putih yang secara perlahan dinaikan. Haru untuk ketiga kalinya tidak dapat dibendung, saya yang sehari-hari termasuk siswa yang pendiam, jarang berbicara namun pada hari ini emosi saya benar-benar terasah. Saya merasakan semua betapa saya bangga dan bersyukur untuk kesempatan ini. Terimaksih untuk kesempatan, terimakasih untuk pelatih Paskib, terimakasih untuk orangtua saya yang hadir dan mendukung saya dengan luarbiasa, terimakasih untuk ketapang 3 yang mendukung dan datang untuk melihat saya menjadi petugas. Terimakasih untuk teman-teman sekelas dan semuanya kalian semua adalah alat Tuhan buat saya untuk semakin bertumbuh. Dirgahayu Indonesia!

 

DannyKurnia (11 IPS-SKK3 Cibubur)