SMA KRISTEN KETAPANG 1 JAKARTA Berlaga di Lomba Karya Ilmiah (LKI) Tingkat Nasional 2019 PUSAIR

Gambar 1. Tim dari SMA Kristen Ketapang 1 Jakarta berfoto bersama prototype sistem fitofiltragi
Sumber foto: Albert David Kurniawan

Pada tanggal 26-29 April 2019 telah diselenggarakan final Lomba Karya Ilmiah (LKI) 2019 tingkat Nasional untuk siswa SMA, SMK, dan MA. Lomba ini diselengarakan oleh Pusat Penelitan dan Pengembangan Sumber Daya Air (PUSAIR), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dari bulan Februari-April 2019. Lomba ini sudah diadakan yang ke 12 kali dan ini kali pertama tim dari SMA Kristen Ketapang 1 mengikuti dan berhasil masuk menjadi finalis. Tim dari SMA Kristen Ketapang 1 menjadi satu-satunya finalis dari DKI Jakarta.

Final lomba ini diselenggarakan di Bandung dan Jakarta. Berdasarkan data dari panitia lomba, penyelenggara menerima 637 makalah dari 434 Sekolah Menengah Atas (SMA), 90 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 113 Madrasah Aliyah (MA) yang berasal dari 32 Provinsi di Indonesia dengan melibatkan 1718 siswa/siswa.

Tim dari SMA Kristen Ketapang 1 Jakarta beranggotakan Ian Martadisastra, Albert David Kurniawan, dan Nicholas Christandy Onggosusilo. Ketiganya berasal dari siswa kelas XI MIPA. Siswa tersebut membuat makalah mengenai perancangan sistem fitofiltragi untuk pengolahan air bersih di daerah perkotaan.

Perancangan desain sistem fitofiltragi sebagai penyedia air bersih dan energi alternatif berbasis kearifan lokal di perkotaan meliputi bak pengendapan, bak fitoremediasi, filtrasi dan bak penampung penyaringan, serta pembangkit listrik mikrohidro. Jadi, fitofiltragi berasal dari kata fitoremediasi, filtrasi, dan energi alternatif.

Gambar 2. Juri, Guru Pembimbing dan Finalis LKI 2019 Pusair berfoto bersama
Sumber foto: Nico Tasiam

Air dari parit akan melalui bak pengendapan untuk diendapkan dari partikel kasar. Selanjutnya, air akan masuk ke bak fitoremediasi. Fitoremediasi pada penelitian ini menggunakan tanaman Pistia stratiotes (kayu apu). Setelah dilakukan fitoremediasi, maka akan masuk ke tabung filtrasi kemudian masuk ke bak penampungan. Air dari bak penampungan akan keluar dan memutar pembangkit listrik mikrohidro.

Berdasarkan hasil penelitian, kualitas fisik air parit sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan menggunakan sistem fitofiltragi meliputi parameter fisik dan kimia. Sebelum dilakukan sistem fitoflitragi kondisi air parit adalah warna air parit keruh, sedikit berbau khas air parit, TDS sebesar 397 ppm, suhu 270C, dan pH 6,9. Setelah dilakukan sistem fitoflitragi kondisi air parit adalah warna air menjadi lebih jernih, tidak berbau, TDS sebesar 307 ppm, suhu 310C, dan pH 8,2.

Gambar 3. Tim dari SMA Kristen Ketapang 1 Jakarta berfoto bersama di Museum Geologi Bandung
Sumber foto: Albert David Kurniawan

Pada lomba kali ini, tim dari SMA Kristen Ketapang 1 berhasil menduduki peringkat 6. Tim dari SMA Kristen Ketapang 1 merasa senang bisa ikut berpartisipasi dalam lomba ini dan mendapat dukungan dari pihak sekolah. Selain itu, pihak penyelanggara juga sangat baik dalam menyelenggarakan lomba.

“Lombanya asik karena bisa bertemu dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Selain itu kita juga bisa diajak untuk berpikir kritis dalam menjawab pertanyaan dari juri-juri dan bertanggungjawab atas apa yang sudah kita buat”, kata Nicolas.

Karya Ilmiah merupakan wujud implementasi kurikulum 2013.Hal ini karena dalam membuat karya ilmiah dibutuhkan multidisiplin ilmu serta bertujuan untuk mengembangkan kemampuan keterampilan (psikomotorik). Tidak kalah penting yaitu sikap siswa yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan spiritual.

Author: Fajar Adinugraha
Instagram: fajar.adinugraha
Publication date: 01 Mei 2019 pukul 17.50 WIB.