Oleh: Anita Jojor

“Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya”
(Ki Hadjar Dewantara)

Membahas pendidikan tentunya tidak akan habis dan akan selalu menarik selama pendidikan dijadikan sebagai tolak ukur dalam mempengaruhi peradaban dunia. Tentunya ketika seseorang ingin mendapatkan pendidikan banyak jenis yang bisa dipilih. Namun banyak orang yang beranggapan ketika membicarakan pendidikan maka membicarakan mengenai Sekolah sebagai salah satu jenis pendidikan formal saat ini. Ketika sekolah dijadikan sebagai wadah utama dalam mendapatkan pendidikan maka saat itu juga peran Pendidik menjadi hal yang tidak kalah jauh penting dalam memberikan ilmu dari bagian pendidikan tersebut. Paradigma yang sudah terbentuk di kalangan masyarakat ini akhirnya menimbulkan pemahaman bahwa seseorang berkarakter, berkompetisi dan berprestasi maka artinya sekolah dan Pendidik melakukan perannya dengan baik. Namun sebaliknya, ketika seseorang akhirnya tidak berkarakter, tidak berkompetensi dan tidak berprestasi maka peran sekolah dan pendidik dinyatakan gagal.

Ada pemahaman yang keliru memandang peran sekolah dan Pendidik menjadi satu-satunya peran dalam pembentukan diri seseorang. Kita lupa, bahwa dalam pendidikan ada hal yang saling berkaitan satu sama lain dan memberikan sumbangsihnya sehingga menghasilkan manusia yang berkualitas. Dalam tulisan ini kita diingatkan kembali mengenai Tri Sentra Pendidikan yang meliputi Keluarga, Pendidikan dan Masyarakat. Segala pemahaman dan pengetahuan seseorang tentunya didapatkan pertama sekali melalui keluarga. Keluarga akan terus memberikan pembelajaran sepanjang hayat kepada seorang anak selama masa hidupnya sampai akhirnya membentuk keluarga baru dari perjalanan hidup dan aktualisasi diri. Pemahaman dan pengetahuan yang didapat dari keluarga tentu akan membantu sekolah untuk dapat mengembangkan sesuatu yang baik dan mengikis sesuatu yang tidak baik. Sehingga dalam pembentukannya sekolah hanyalah penyempurnaan dari hal yang sudah diberikan dalam keluarga. Hasil penyempurnaan tersebut akan didapatkan selama proses pembelajaran dan akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang berdampak bagi masyarakat.

Oleh karena itu, kita harus mengingat Tri Sentra Pendidikan untuk dapat menghasilkan seseorang yang berkualitas di tengah masyarakat. Keluarga mempunyai peranan, pendidikan (sekolah) juga mempunyai peran nya dan masyarakat pun juga mempunyai peran. Tentunya manusia yang berkualitas dengan nilai-nilai baik yang sudah ditanamkan akan menjadi dampak bagi kehidupan sekitar dan pengaruh tersebut akan kembali mempengaruhi orang-orang disekitar untuk dapat melakukan sesuatu hal yang sama baik pula. Begitulah pemahaman yang harus kita ketahui untuk mendapatkan pendidikan secara terus-menerus sampai pada masa hidup seseorang sehingga kita mengenal dengan istilah pembelajaran sepanjang hayat.