Renungan Harian 465 (Sabtu, 7 Desember 2019)

Percaya Kepada Pekerjaan Kristus

Pengabdian dari Yohanes 10: 34-42

Orang banyak mau melempar Yesus dengan batu. Perkataan Yesus yang menyamakan dirimu dengan Bapa di surga membuat mereka merasa ada penghujatan. Yesus menghujat Allah. Mengapa Karena menyamakan diri dengan Allah. Manusia Bukan Allah. Manusia tidak bisa mengklaim diri sama dengan Allah. Namun klaim inilah yang diklaim Yesus berkali-kali. Apakah benar itu berdosa karena hal ini? Benarkah meminta orang-orang Yahudi untuk Yesus? Benarkah itu benar? Dia menyamakan diri dengan Allah dengan kalimat “Aku dan Bapa adalah satu”? Yesus menjawab ini dengan mengatakan bahwa manusia disebut “allah” di dalam Mazmur 82: 6? Yesus mengatakan ini tertulis di dalam Taurat (ay. 34). Yang Yesus maksudkan dengan Taurat adalah Kitab Suci orang Yahudi. Menyebut seluruh Perjanjian Lama dengan sebutan “Taurat” adalah hal yang umum pada saat itu. Namun apakah maksud Yesus mengutip Mazmur 82: 6? Mazmur ini sedang berbicara tentang Allah menghakimi para raja atau para pemimpin. Para raja dan pemimpin ini disebut “allah” oleh Allah sendiri, tetapi Allah menghakimi para “allah” ini. Allah tetap lebih besar dan lebih berkuasa dibandingkan dengan para “allah” ini. Seluruh hakim dan pemimpin di dunia ini harus menghadap Allah yang Harus Dia yang harus bertanggung jawab. Siapa pun yang menjalankan pemerintahan menjadi tidak bertanggung jawab, dengan membiarkan ketidakadilan merajalela, bahkan menjalankan pemerintahannya dengan ketidakadilan, dia pasti akan ditolak oleh Allah. Allah adalah Hakim yang akan menghakimi segala hakim. Dia adalah Raja yang akan meminta pertanggungjawaban para raja. Jadi, jika orang-orang yang akan dihakimi disebut “para allah”, apakah mungkin Sang Sang Anak Allah yang sejati tidak boleh disebut dengan “Anak Allah”? Dia yang akan menghakimi “para allah” ini sedang dihakimi oleh “para allah”, yaitu para pemimpin agama Yahudi. Pemimpin-pemimpin yang sangat besar sedang berusaha menghakimi Allah! Betapa besar penghukuman yang harus mereka terima karena hal ini!

Tapi mungkin mereka akan berdalih kalau mereka tahu Yesus adalah Anak Allah. Bagaimana bisa tahu? Karena apa yang Yesus katakan? Apakah sangat mungkin jika Yesus menentang di dalam perkataan-Nya? Yesus menjawab hal ini di dalam ayat 37. Yesus tidak membuktikan pekerjaan-Nya itu Dia adalah Anak Allah, maka ucapan-Nya tidak perlu didengar. Kecuali Yesus Kristus telah membuktikan diri-Nya adalah Anak Allah melalui pekerjaan-Nya. Identitas seseorang akan terlihat melalui apa yang dia kerjakan. Jika Yesus mengklaim diri-Nya adalah Anak Allah, tetapi Dia tidak menghidupi identitas sebagai Anak Allah, maka tentu saja Dia berkata bohong. Jika seseorang memperkenalkan apa identitasnya dengan mulut, maka perkenalan ini tidak berarti apa pun. Namun jika Dia menghidupi identitas itu dengan persetujuan dan pekerjaannya, maka bukti identitasnya menjadi tidak terbantahkan. Seorang prajurit dengan jiwa rela berkorban, berjuang berperang, dan tangguh di dalam bertarung akan membuktikan identitasnya sebagai seorang tentara dengan cara yang lebih kuat dari yang membantah mengatakan-kata. Tuhan Yesus adalah Anak Allah. Apakah ini harus dipercaya oleh orang Yahudi? Apa dasar untuk memercayai ini? Pengakuan mulut Yesus Kristus? Bukan. Hidup Yesus Kristuslah yang menyatakan ini. Dia menjalankan pekerjaan-Nya sesuai dengan identitas-Nya sebagai Anak Allah. Dia menyembuhkan orang, mengusir setan, menghancurkan maut, menaklukkan alam, berjuang umat, berbelaskasihan, adil, penuh kerendahan hati, dan memberitakan kabar baik tentang keselamatan yang dari Allah. Lebih lagi, Dia juga rela menjadi Kepala bagi umat-Nya, rela menebus umat-Nya, rela menerima umat-Nya menerima murka Tuhan atas pengkhianatan umat-Nya. Haruskah orang Yahudi percaya kepada Kristus? Harus. Adakah cara untuk menyanggah bahwa Dia adalah Sang Mesias? Tidak. Jika mereka melihat apa yang Yesus telah lakukan dan melihat semua mukjizat yang diperbuat-Nya, mereka tidak punya alasan apa pun untuk tidak meminta kepada Kristus.

Perkataan dan tindakan Kristus adalah satu. Tunjukkan sebagai identitas-Nya sebagai Anak Allah. Sebagai Anak Allah Dia mengerjakan tanda-tanda yang membuktikan hal ini. Segala tanda yang Dia kerjakan, baik kesembuhan (Mzm. 103: 3), tanda-tanda mukjizat dan kuasa yang sesuai nubuat Allah (Ya. 35: 5-6), dapat bekerja-Nya berkhotbah dan menegur orang lain, juga membantu-Nya yang dinanti-nantikan, semua ini membuktikan bahwa Dia adalah Sang Mesias, Anak Allah. Apakah mungkin mereka gagal melihat apa yang dikerjakan Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Sang Anak Allah? Tidak. Mereka sebenarnya tidak gagal melihat. Ayat ini membuktikan bahwa mereka tidak melihat tanda-tanda yang Yesus kerjakan: Yohanes 2:11; 2:23; 3: 2; 10:41. Bahkan di dalam Yohanes 20: 30 menerima bahwa ada banyak tanda-tanda lain yang Yesus kerjakan yang tidak diterima. Jika orang-orang yang menulis dalam ayat-ayat sebelumnya dapat mengenal Yesus melalui tanda-tanda yang dia kerjakan, bagaimana mungkin para pemimpin agama dan para imam kepala ini tidak melihat tanda-tanda itu? Apakah mereka lebih bodoh dari orang-orang yang menjadi murid Yesus? Ataukah karena kekerasan hati mereka? Pastilah karena kekerasan hati mereka.

Yesus yang tahu kerasnya hati mereka tetap mencari untuk mendapatkan mereka. Yesus menghargai mereka untuk berhenti mengeraskan hati demi kebaikan mereka sendiri. Di dalam ayat 38 Yesus menentukan bahwa Dia tetap berfirman kepada mereka dan menunjukkan tanda-tanda tentang siapa dia melalui pekerjaan-Nya adalah karena Dia ingin mereka percaya bahwa Yesus dan Bapa adalah satu. Dia satu dengan Bapa, dikasihi oleh Bapa, didukung Bapa, menaati Bapa, dan diperkenan oleh Bapa. Pengertian tentang hal ini sangat penting. Jika mereka terus mengeraskan hati, maka mereka tidak akan berbagian dalam relasi yang kaya antara Allah dan Anak. Jika mereka mau menerima, maka mereka akan menyadari bahwa Allah sedang diumumkan oleh Sang Anak dan karena itu mereka dapat berbagian di dalam relasi yang indah dan sempurna di dalam Allah Bapa dan Anak-Nya. Tuhan Yesus menghargai mereka yang membenci Dia. Tuhan Yesus akan memberitakan Injil kepada mereka yang mau membunuh Dia! Tidak ada cinta kasih dan pengampunan yang lebih indah dari cinta kasih dan pengampunan dari Tuhan Yesus.

Untuk direnungkan:
Adakah alasan bagi manusia untuk menolak Yesus Kristus? Bacalah Alkitab dan kita akan membahas alasan itu tidak ada sama sekali. Yesus telah menyatakan pekerjaan-Nya dan menegaskan perkataan-Nya yang menandakan Dia Sang Mesias, Anak Allah. Dia adalah Anak Allah, maka Dia mengerjakan hal-hal yang Dia kerjakan itu. Alkitab dengan konsisten menubuatkan tentang siapakah Anak Allah itu di dalam Perjanjian Lama dan Yesus Kristus dengan persetujuan pekerjaan-pekerjaan yang menggenapi nubuat di dalam Perjanjian Lama itu. Adakah alasan untuk tidak memercayai Dia? Tidak. Jadi bisakah kamu mengenal Kristus yang selamat dengan statistik, tidak bergairah, dan mati? Tidak! Tidak seorang pun yang mengenal dahsyatnya ledakan bom akan membalas dengan statistik, tidak bergairah, dan tanpa gerakan apa pun. Tidak seorang pun mengakui keagungan Sang Anak Allah akan membantunya dengan tidak ada gerakan apa pun di dalam dirinya. Mungkin kita tidak setuju dengan marah, atau hati yang ingin membunuh Yesus Kristus, seperti yang didukung oleh para pemimpin Yahudi, tetapi kita juga tidak setuju dengan tepat. Kita sama matinya dengan orang-orang Yahudi yang menolak Dia jika kita tidak tergerak sedikit pun untuk meminta dan menikmati Dia. (JP)