Renungan Harian 509 (Senin, 20 Januari 2020)

Roh Yang Memimpin Murid-Murid

Devotion from Yohanes 16:1-15

Yesus mengajarkan apa yang akan dikerjakan Roh Kudus setelah Yesus meninggalkan para murid untuk pergi kepada Bapa di surga. Roh Kudus akan menyertai para murid di dalam segala keadaan, membuat mereka menjadi satu di dalam Kristus. Tetapi jikalau mereka satu dengan Kristus, maka permusuhan dan kebencian dunia ini akan diarahkan kepada mereka. Sama seperti dunia membenci Kristus, demikian dunia membenci murid-murid Kristus. Bahkan, sebagaimana dinyatakan di dalam ayat 1-3, akan ada orang-orang yang merasa sedang berbakti kepada Allah dengan menindas, bahkan membunuh para murid. Kebencian ini terjadi karena kuasa Roh Kudus bekerja atas para murid. Kuasa yang membuat mereka melanjutkan pekerjaan Kristus di bumi. Kuasa yang membuat mereka menjadi penghancur kuasa jahat. Kuasa yang membuat mereka musuh dari dunia yang sudah dicengkram kuasa jahat. Kristus mengatakan semua hal ini supaya para murid mengerti apa yang akan terjadi pada mereka. Jika mereka sudah mengerti apa yang akan terjadi, maka kesetiaan mereka mengikut Tuhan adalah kesetiaan yang tulus. Mereka bukan orang-orang oportunis yang mengikut Yesus demi sebuah keuntungan. Mereka dengan tulus mau berbagian di dalam apa pun yang Yesus kerjakan, dan mereka dengan rela menerima apa pun yang Kristus terima di dunia ini. Berbahagialah mereka yang tidak menjadi kecewa dan menolak Yesus (Mat. 11:6). Biarlah siapa yang mau ikut Yesus memperhitungkan dulu apa yang akan terjadi di depan. Siapakah yang mau membangun menara dan tidak mempertimbangkan biaya yang diperlukan? Jangan ikut Yesus dengan harapan yang salah. Jangan ikut Yesus dengan tawaran yang tidak sesuai dengan perjanjian Allah. Jangan ikut dengan kerinduan yang salah. Siapa yang mau ikut Dia harus rela menyangkal dirinya dan memikul salibnya setiap hari. Ini bukan hal yang mudah. Mengapa mengikut Dia demikian sulit? Karena Dia memperjuangkan kebenaran Allah di dunia yang sudah menolak Allah. Siapa mau ikut Yesus harus tahu apa yang Dia perjuangkan. Siapa yang mau ikut Dia harus berbagian di dalam apa yang Dia perjuangkan, apa pun harga yang harus dibayar. Orang-orang pragmatis dan hedonis mengikut Yesus demi keuntungan. Yesus hanyalah alat bagi tujuan akhir, yaitu apa pun yang menguntungkan mereka. Tetapi murid yang sejati tahu apa yang Yesus perjuangkan. Mereka tahu kalau Yesus menang dengan ketaatan menjalankan kehendak Tuhan. Mereka tahu kalau mereka harus berbagian di dalam ketaatan yang sama. Mereka juga tahu kalau ketaatan itu membuat dunia membenci mereka. Mereka juga tahu kemenangan Kristus di dalam perjuangan-Nya diperoleh dengan penderitaan dan salib.

Tetapi Yesus tidak akan menbiarkan murid-murid berperang dengan kekuatan sendiri. Bukan para murid yang menang, tetapi Yesus. Demikian juga kuasa kemenangan para murid tidak terdapat di dalam diri mereka sendiri. Kuasa kemenangan itu ada pada Kristus. Itulah sebabnya Yesus mengirimkan Roh Kudus kepada mereka. Roh yang akan memberikan kekuatan Kristus kepada mereka, dan Roh yang akan memberikan kuasa kemenangan Kristus kepada mereka, itulah Roh yang dijanjikan Yesus kepada para murid. Roh Kudus ini akan menjadi Penghibur bagi para murid. Dialah yang akan mendampingi, memimpin, mengajar, menguatkan, memberikan sukacita dan damai sejahtera Kristus bagi para murid. Kuasa yang demikian besar diperlukan oleh para murid karena mereka harus berjuang melawan dunia ini. Perjuangan apakah yang dikerjakan oleh Yesus dan akan dilanjutkan oleh para murid? Menegur dosa, menjalankan kebenaran, dan menyatakan hadirnya Kerajaan Allah. Inilah tiga hal yang akan dikerjakan para murid dengan pimpinan Roh Kudus. Roh Kudus akan mengerjakan hal-hal ini melalui para murid. Kita akan melihat ketiga hal ini satu per satu.

  1. Menegur dosa. Perjuangan menegur dosa dunia ini dikerjakan oleh Kristus (Yoh. 7:7). Kristus memberikan terang yang akan menerangi dunia dan menyadarkan dunia akan kejahatannya (Yoh. 3:19-20). Para murid harus bersaksi tentang bobroknya dunia. Mereka harus berbicara dengan berani, menjadi nabi yang mewakili Tuhan untuk membongkar kejahatan di dunia ini. Ini pekerjaan yang membawa Yesus ke salib! Jauh lebih aman untuk diam. Jauh lebih baik untuk membiarkan kebobrokan tak terbongkar. Siapakah orang yang senang konflik, apalagi konflik dengan kekuatan dunia yang besar? Tetapi jika kita membongkar kebobrokan dunia ini, kita sedang menjadikan dunia ini musuh kita. Menegur dosa merupakan bagian yang sangat penting dari panggilan para murid. Israel perlu nabi yang mengingatkan mereka kalau mereka telah serong. Raja memerlukan nabi yang akan menyatakan teguran Tuhan di saat mereka tidak setia. Israel perlu Elia, Yesaya, dan nabi-nabi yang lain. Daud perlu Samuel, Nathan, dan nabi-nabi yang lain. Demikian juga dunia kita saat ini memerlukan orang-orang Kristen. Siapa yang menyadari panggilan ini harus mulai memelihara hati yang murni dan mempersembahkan dirinya untuk dipakai Roh Kudus mengerjakan hal ini. Teguran yang keluar dari kebencian, kepentingan pribadi, kepicikan hati, iri hati, sifat egois, dan kesombongan tidak mungkin berasal dari Roh Kudus. Siapa pun yang menegur atau menyatakan kesalahan dengan hati yang penuh dengan sifat-sifat di atas, dia tidak sedang menjalankan panggilan sebagai murid Yesus. Tetapi siapa yang dengan tulus, kasih, belas kasihan, dan kesetiaan kepada Tuhan menegur orang berdosa, menantang mereka untuk bertobat, dan menyerukan kebobrokan dunia ini, dia sedang dipakai Roh Kudus untuk mewakili Kristus menjalankan pekerjaan-Nya.
  2. Yang kedua adalah menjalankan kebenaran (righteousness). Tuhan Yesus bukan hanya menegur dosa. Dia sendiri menjalani hidup yang menggenapi rencana Tuhan. Dia menjadi teladan bagi dunia ini dengan ketaatan-Nya kepada perjanjian dengan Allah-Nya. Dialah Israel sejati yang setia menaati Allah. Tidak ada gunanya jika kita menjalankan hidup dengan menegur dan membongkar dosa orang lain, tetapi diri kita sendiri adalah pelanggar perjanjian. Siapa pun yang menegur kesalahan orang lain, tetapi diam-diam melakukannya juga, dia sedang membuat nama Tuhan dihujat (Rm. 2:24). Roh Kudus datang untuk melanjutkan pekerjaan Kristus hidup di dunia ini dengan benar. Yesuslah orang benar yang menjalankan kehidupan-Nya sebagaimana seharusnya seorang manusia hidup. Allah menginginkan hidup manusia dijalankan dengan cara Kristus. Dia menciptakan kita untuk menjadi gambar-Nya yang mencerminkan Allah bagi dunia ini. Tetapi dosa membuat semua manusia gagal melakukan hal ini. Semua manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Tidak ada yang sanggup. Hingga Kristus datang, menjadi wakil manusia yang membawa manusia ke dalam kebenaran. Sudahkah kita meneladani Dia? Sudahkah kita berjuang dan menang atas dosa-dosa kita? Sudahkah diri kita dimatikan dan Kristus hidup? Sudahkah kita melihat bagian kita bagi orang-orang di sekitar kita dan menjalankannya? Sudahkah kita memuliakan Allah dengan seluruh hidup? Mari berjuang untuk menjalankan hidup benar. Roh Kudus akan menyatakan kebenaran ini di dalam hidup kita. Kita dipimpin oleh Dia untuk menjalani hari-hari hidup kita dengan pengudusan yang terus Dia lakukan secara progresif. Puji Tuhan untuk Roh Kudus yang memberikan kepada kita niat dan kemampuan untuk menjalankan kehendak Tuhan.
  3. Yang ketiga, Roh Kudus menginsyafkan adanya penghakiman. Penguasa dunia ini sudah dikalahkan. Allah dan kerajaan-Nyalah yang menang. Kristus sebagai Raja adalah satu-satunya yang sanggup menjalankan pemerintahan dengan kerelaan untuk berkorban dan membawa manusia kepada Allah. Roh Kudus akan senantiasa mengingatkan kita bahwa Kristuslah Raja kita. Penghakiman telah dijatuhkan dan akan digenapi melalui Kristus. Rajamu bukanlah bos di kantor. Rajamu bukanlah manusia lain. Rajamu adalah Kristus! Sadarlah bahwa penghakiman telah dijatuhkan oleh Sang Raja yang telah bertakhta. Takhta Kristus yang didirikan melalui ketaatan salib dan kuasa kebangkitan. Ini sungguh menghibur kita. Roh Kudus memberikan penghiburan dengan mengingatkan Yesus adalah raja! Yesus sudah menang, siapa dapat mengalahkan Dia? Hiburan dari Roh Kudus tidak berada pada tawaran-tawaran remeh yang bersifat duniawi. Hiburan dari Roh Kudus bagi kita, salah satunya, adalah mengingatkan kita bahwa kita milik Kerajaan Allah. Mengingatkan kita bahwa Kristus adalah Raja. Berbeda dengan raja-raja dunia ini, Kristus adalah Raja kita yang mengasihi kita dan rela mati bagi kita. Siapakah raja kita? Benarkah raja kita adalah Kristus? Sudahkah kita mendapatkan penghiburan dari Roh Penghibur itu ketika kita memahami bahwa Kristuslah Raja di langit dan bumi? (JP)